
Happy Reading...
Jangan lupa di like, komen dan jangan lupa Votenya ya Kakak-kakak semuanya.
*******
Nta, ini tangan siapa ya?" tanya Arya yang melirik sosok tangan pucat di bahu kirinya.
"Ini juga ada tangan di bahuku," sahut Arga melirik ke bahu kanannya.
Anta yang sedang berdiri di antara Arya dan Arga lalu menoleh ke belakang tubuhnya. Ia merasakan hawa panas dari belakang tubuhnya.
"Oohhh... ih si Mbak ngagetin aja," ucap Anta.
Hantu perempuan itu tersenyum melihat ketiga anak itu. "Terima kasih, ya, sekarang saya bisa pergi dengan tenang," ucapnya.
Anta dan dua anak laki-laki itu lalu kembali menuju bus yang sudah selesai mengganti ban. Seolah hal tersebut disengaja karena dibuat untuk menahan Anta pergi. Mey terdiam memandangi layar ponselnya saat Anta duduk di sampingnya.
"Mey, kamu enggak apa-apa?" tanya Anta.
"Enggak apa-apa, eh Anta, aku boleh tanya sesuatu, gak?"
"Tanya apa? Tanya aja!"
Anta meraih air mineral kemasan botol dan meminum airnya.
"Kamu kira-kira suka sama Arya, gak?"
"Bbuuahh!"
Arya yang baru saja hendak meminta tisu basah pada Anta maupun Mey terkena semburan air dari Anta.
"Elo, kenapa sih? Mau jadi Mbah Dukun nyembur gue mulu?" hardik Arya.
"Sorry, Anta gak sengaja, nih si Mey ngagetin aja," ucap Anta meraih tisu dan menyeka air di wajah Anta.
"Gue ke sini mau minta tisu basah buat nyegerin muka malah jadi seger disembur sama elo, nih sebel!" tukas Arya.
"Ya, maaf... kan gak sengaja tau!" sahut Anta.
"Lagian Mey, kamu kenapa sih nanyanya kayak gitu?"
Anta menoleh pada anak perempuan di sampingnya itu.
"Mau nanya aja, kalau Arya, aku boleh tanya, gak?" Mey menoleh pada Arya.
Arya yang sedang meraih tisu basah dari Anta menoleh kepada Mey.
"Mau tanya apa, sih, kalau ulangan mana gue tahu, gue kan gak pinter," ucapnya.
"Garing, ih!" seru Anta menoyor kepala Arya.
Arya menepis tangan Anta lalu mengacak-acak rambut gadis itu dengan gemas.
Mey melihat perlakuan keduanya dengan rasa iri.
"Arya suka ya sama Anta?" pertanyaan Mey terlontar begitu saja mengejutkan Anta dan Arya yang menghentikan candanya.
"Gue suka sama Anta? Wah, kayaknya gue kudu kontrol ke dokter jiwa kalau gue suka sama Anta," sahut Arya.
"Eh, bocah somplak, nanti Anta sumpahinโ"
"Jangan-jangan sumpahin gue, kapok gue disumpahin sama elo!" Arya mendaratkan telunjuknya di bibir Anta.
"Bbuuahh asin ih tangan Arya!" keluh Anta yang menyeka bibirnya dengan tisu.
"Oh, gue habis ngupil tadi, wajar ada rasanya hahahaha..." Arya kembali ke kursi belakang meninggalkan Anta yang kasih bersungut kesal.
"Bocah somplak!" Anta melempar botol mineral ke arah Arya, tapi malah terkena pocong Uli yang sedang tertidur menyandarkan kepalanya di kepala Silla.
Sontak kedua hantu itu terbangun karena terkejut.
"Siapa nih yang buang botol ke gue?"
Pocong Uli melotot tajam ke arah Arya.
"Bukan saya, Bang, tuh si cumi albino," ucap Arya menunjuk Anta.
"Emang gue tong sampah apa?" Pocong Uli menatap Anta.
"Maaf, gak sengaja," ucap Anta tanpa suara dan hanya menggerakkan bibirnya itu.
"Udah sih, namanya juga gak sengaja, jangan berisik aku mau tidur lagi nih, nanti malam kan ronda keliling bumi perkemahan buat liat-liat situasi," ucap Silla.
"Ada gitu hantu punya jam tidur kayak kelelawar aja, siang tidur, malam melek," gumam Arya.
Mey masih mengamati sosok gadis di sampingnya itu. Sepertinya Arya memang menyukai Anta, dan entah kenapa Anta juga menyukai Arya hanya saja mereka belum tau perasaan masing-masing. Mey masih berharap kalau dugaannya itu salah.
***
Bus rombongan SMP Karya Bangsa lainnya sudah sampai di bumi perkemahan Alas Tua sedari tadi sekitar dua jam lebih dulu dari bus rombongan kelas Anta. Karena bus yang Anta tumpangi tadi terlambat, oleh karena itu kelas Anta mendapatkan sudut area tersebut untuk mendirikan kemah.
"Kita sih pakai telat segala jadi dapat di sini kan," keluh Arya.
"Malah adem tau deket sama sungai," sahut Anta.
"Lah, kalau pas gue tidur terus gelinding ke sungai, gimana?" Arya bertolak pinggang menatap Anta.
Plak!
"Berisik banget, luh! Ini benerin dulu tendanya, ngomong mulu dari tadi!" seru Arga memukul kepala Arya dengan terpal di tangannya yang akan dijadikan alas tenda.
"Sakit, Onta!" pekik Arya lalu mendorong tubuh Arga jatuh ke atas tenda yang baru didirikan.
"ARGA, ARYA! Tenda yang Iman buat rusak, kan!"
teriak Iman.
"Nah lho Arga, bukan salah gue, ya. Dia jatuh sendiri, tuh!" Arya menunjuk Arga menyalahkannya.
"Woi, kampret! Jelas-jelas kamu yang dorong aku!" pekik Arga mencoba bangkit berdiri.
"Ini pada kenapa, sih?" Bu Lesti menghampiri tenda salah satu milik siswa yang belum juga selesai itu.
"Tadi saya udah buat, Bu. Nih, Arga dan Arya pada ribut ngerusakin tenda!" tunjuk Iman seraya mengadu pada Bu Lesti.
"Ya udah, pokoknya Ibu gak mau tau ya, Arga sama Arya, kalian buat tenda ini secepatnya!"
Ibu Lesti lalu pergi meninggalkan dua anak laki-laki yang masih menatap tajam satu sama lain itu.
Di seberang mereka ada Anta yang melirik mengamati seraya menahan tawa. Tenda yang ia buat bersama Mey dan dua murid perempuan lainnya. Arya melihat lirikan Anta dan balas melirik gadis itu tajam.
Sebagai wahana perkemahan dan wisata, Bumi Perkemahan Alas Tua memiliki beberapa fasilitas.
Fasilitas tersebut digunakan untuk menunjuang kegiatan pengunjung. Di sana terdapat lapangan utama dan juga ada aula untuk pertemuan para pengunjung di sana. Di dekat sungai juga ada kolam renang dan taman hutan untuk berwisata edukasi mengenal jenis tumbuhan di sana.
Selain itu, di Alas tua juga memiliki tempat ibadah untuk lima agama dan juga di lengkapi lima toilet pria dan lima toilet perempuan. Keseluruhan, luas kawasan berkemah ini adalah seratus Ha. Dengan luas tersebut, Bumi Perkemahan Alas Tua mampu menampung hingga sekitar dua puluh ribu orang.
Bagi pengunjung yang ingin berenang, pengelola telah menawarkan beberapa kolam dengan kedalaman yang berbeda-beda untuk dinikmati oleh para pengunjung.
Pocong Uli dan hantu Silla yang sedang berjalan beriringan tertarik masuk ke arah hutan.
"Kita kayak lagi kencan, ya?" Ucap Uli.
"Hidih, ogah banget!" sahut Silla.
"Eh, bentar itu apa ya, sayang?"
"Heh, awas ya panggil aku sayang!"
"Silla, lihat dulu itu!"
*******
To be continue...
Follow IG ku ya @vie_junaeni
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...๐๐๐
Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE...!!!