
Happy Reading...
*******
Malam itu Raja menuju ke mini market untuk membeli mie instan. Ia bertemu dengan Pak Herdi kala berada di sana.
"Kamu lagi beli apa?" tanya Pak Herdi.
"Mau makan mie instan, habis kalau lagi di rumah enggak boleh makan mie," jawab Raja.
Pak Herdi akhirnya meletakkan bokongnya di meja yang sama bersama Raja. Ia juga memesan mie instan dan kopi hitam dari dalam mobil market. Keduanya berbincang-bincang sampai pria itu lupa kalau Arya sedari tadi menunggunya di rumah.
Namun, sesuatu terjadi secara tiba-tiba. Sebuah mobil kijang berwarna hitam berhenti di depan mini market. Dua orang pria mengenakan jaket hitam dan tutup wajah itu ke luar dari mobil kijang warna hitam tersebut. Mereka menghadang dan menarik paksa Raja untuk masuk ke dalam mobil.
"Woi, lepaskan anak itu!" teriak Pak Herdi.
"Bawa aja, Lex!" seru salah satu pria misterius tersebut.
Pak Herdi yang melihat kejadian itu berusaha untuk menolong Raja. Akan tetapi pria itu terkena pukulan di bagian punggung yang membuatnya tak sadarkan diri. Dua penculik Raja itu lantas memasukkan tubuh pria itu untuk masuk ke dalam mobil. Mereka melajukan mobilnya pergi.
***
Raja yang tak kunjung pulang akhirnya membuat Mama Dewi panik dan menggedor pintu rumah Tasya. Kepanikan langsung melanda semuanya kala itu. Anta berusaha mencari sosok adiknya itu ke sekitar mini market karena ia yakin kalau anak itu sering pergi ke sana.
Anta tak menemukan sosok Raja di mini market tersebut. Ia kembali ke apartemen dan memberitahukan kalau ia tak menemukan Raja.
Sementara itu, Mama Dewi lebih memilih mengajak Andri sang suami untuk ke kantor polisi terdekat mencari keberadaan anak itu. Meskipun pihak berwajib pasti memerintahkan untuk menunggu dua kali 24 jam.
Anta sampai menabrak sosok Arya yang keluar dari lift saat gadis itu mengikuti Mama Dewi bersama Tasya. Sementara Mey diperintahkan untuk menunggu di rumah oleh Tasya.
Kebetulan malam itu, Arya memilih menginap di rumah ayahnya dengan alasan menginap di rumah teman pada mamanya Ria. Dion juga mengikuti Arya karena masih memilih berada di dekat Anta.
Anta menceritakan tentang Raja yang hilang. Awalnya Arya tertawa mendengarnya karena anal itu pasti berkeliaran tak jauh di sekitar apartemen. Akhirnya Anta mengajaknya untuk kembali mencari Raja. Mereka juga tak kunjung menemukan anak itu.
Anta pamit pada Arya dan Dion yang masih mencari sosok Raja. Bahkan kini Arya sadar kalau ia juga kehilangan sosok ayahnya.
Andri dan Dewi yang panik datang ke kantor polisi sampai menabrak sosok hantu penunggu kantor polisi dan membuat mereka sampai jatuh ke lantai. Anta dan Tasya yang ikut serta jadi menahan tawa karena tubuh hantu itu sangat besar dan gemuk.
"Duh apaan tuh barusan, ya?" gumam Andri yang bingung dengan sesuatu yang di tabraknya dan mencoba berdiri.
"Kok dia bisa sentuh aku?" bisik hantu itu berbicara sendiri dengan nada bingung.
Anta dan Tasya memilih untuk menundukkan kepala. Mereka sedang tak ingin berhadapan dan berurusan dengan hantu besar penunggu kantor polisi itu.
"Ada perlu apa, ya?" tanya salah satu perwira polisi.
"Saya mau lapor kalau anak saya diculik," ucap Dewi dengan panik.
"Baik, silahkan duduk, Bu," pinta polisi itu mempersilahkan keduanya untuk duduk.
Awalnya polisi tersebut tak akan segera memproses karena belum dua kali 24 jam dari kehilangan. Polisi itu lalu mempersilahkan keduanya untuk tenang dan mencoba mencari dengan menghubungi kawan-kawan Raja.
Tak lama kemudian Arya datang ke kantor polisi dengan ojek online, di belakangnya Dion ikut menempel. Raut wajah anak muda itu terlihat panik.
"Perasaan saya bawa kamu berat banget," ucap si pengendara ojek tersebut saat Arya turun dari motornya bersama Dion.
"Perasaan bapak aja kali," sahut Arya lalu menyerahkan helm dan ongkos.
"Iya kali, ya, tapi beneran Mas, berat!" ucapnya.
Dion menahan tawa saat mengikuti sosok Arya ke dalam kantor polisi membiarkan tukang ojek yang masih bingung tersebut.
"Kamu ngapain ke sini?" tanya Anta saat melihat Arya.
"Bokap gue, dia kaga balik, gue takut dia diculik juga," jawab Arya.
"Beneran, Nta, gue hubungi ponselnya mati, tadi bokap gue cuma izin mau beli nasi goreng," ucap Arya.
"Raja aja belum digubris gimana ayah kamu, disuruh nunggu dua hari," ucap Anta.
"Terus gimana dong?"
"Coba hubungi teman-teman Pak Herdi yang kamu tahu," ucap Anta.
"Tapi gue enggak tahu temen-temen bokap gue," ucap Arya.
"Gimana kalau kita minta rekaman cctv sekitar mini market?" ucap Tasya memberi ide.
"Setuju, ide bagus, kenapa gue enggak kepikiran ya tadi minta rekaman cctv pas di mini market, kalau gitu kita balik dulu ke mini market dong," ucap Arya.
Akhirnya Tasya, Anta, Arya dan Dion menuju mini market yang berada di dekat Apartemen Emas menggunakan mobil Tasya.
Awalnya penjaga mini market tak mau menunjukkan begitu saja, tapi akhirnya Tasya berhasil meyakinkan agar bisa melihat rekaman cctv tersebut. Setelah meminta penjaga menunjukkan rekaman cctv, ternyata benar terjadi penculikan Raja dan Pak Herdi.
"Tuh kan bener, ada Raja sama Pak Herdi dibawa masuk ke dalam mobil," tunjuk Anta kala melihat rekaman tersebut.
"Plat mobilnya kelihatan, enggak?" tanya Tasya.
"Enggak kelihatan lagi," ucap Arya kesal.
Mereka lalu meminta rekaman tersebut dan berniat membawanya ke kantor polisi untuk menunjukkan hasil rekaman cctv tersebut.
Sesampainya di kantor polisi, Mama Dewi dan Andri masih menunggu bersama Polisi bernama Deni. Tasya menyerahkan rekaman penculikan tersebut pada petugas saat itu juga.
"Tuh kan bener, ini tuh penculikan," ucap Tasya.
"Baiklah saya akan melakukan pengejaran sekarang juga mengenai mobil yang dipakai pelaku dan menyebarkan ciri-ciri si pelaku, nanti jika ada kabar terbaru kalian semua akan saya hubungi," ucap polisi bernama Deni itu.
"Baik terima kasih ya, Pak atas kerja samanya," Mama Dewi dan Andri menjabat tangan polisi tersebut.
"Arya, kamu mau kemana?" tanya Anta.
"Gue mau cari bokap gue, enggak tenang kalau belum ketemu dia," ucap Arya
"Kamu mau cari di mana? kamu tenang dulu nanti Anta bantu juga cari, masalahnya yang menculik Raja itu sama dengan penculik Pak Herdi."
"Kalian curiga enggak sama taman bermain milik Om Hartono?" tanya Dion.
"Maksud kamu, Raja diculik sama Om kamu?" tanya Anta.
"Bisa jadi, karena setau gue kalau Om gue itu butuh anak kecil untuk penunggu taman itu," ucap Dion.
"Jangan-jangan ada mata air suku Ro juga di dalam taman hiburan itu, kita panggil Arga sama bokapnya, gimana?" tanya Arya.
Anta menoleh ke arah Tasya. Wanita itu mengangguk mengiyakan ide dari Arya tersebut.
*******
To be continue…
Jangan lupa kepoin “POCONG TAMPAN”
biar nyambung sebelum baca ke novel ini.
Makasih semuanya… Vie Love You All…
Follow IG : @vie_junaeni