
Jangan lupa sebelum membaca kumpulin poin terus Vote Anta's Diary ya, terima kasih.
Happy Reading...
******
Rombongan Bus mulai berjalan menyusuri jalan raya yang padat kendaraan itu. Mereka akan menempuh perjalanan selama kurang lebih enam jam. Anta memilih untuk memejamkan matanya. Namun, ada sesuatu yang menarik perhatiannya kalau ia melihat layar ponsel milik Mey. Mey sedang mengamati akun sosial media milik Arya sambil tersenyum sendiri.
"Wah, jangan-jangan suka nih bocah sama Arya, Idih gak beres otaknya gesrek kali Mey suka sama cowok macam itu," batin Anta.
Seseorang menepuk bahunya mengejutkannya.
"Kampret pake celana bolong!" seru Anta membuat semua orang dalam bus yang mendengar ucapan Anta menoleh padanya.
"Hahaha... pernah liat elo Nta tuh kampret?" ledek Arya dari kursi belakang.
"Pernah, mirip banget sama kamu," sahut Anta menoleh ke arah Arya.
Sontak saja tawa riuh terdengar dari para murid menertawai Anta dan Arya.
"Udah stop semuanya tenang, kasian tuh Ibu Lesti udah pules entar kebangun lagi," ucap Arga menenangkan.
"Kamu ngapain, Ga?" tanya Anta.
"Nih, aku mau kasih roti sandwich buat kamu," ucap Arga menyerahkan kotak makan berisi roti sandwich yang ia buat khusus untuk Anta.
"Kamu buat apa beli?" tanya Anta menerima kotak makan tersebut.
"Aku buat dong khusus buat kamu," ucap Arga yang mencoba menstabilkan dirinya saat berdiri di samping kursi Anta.
"Ah, so sweet banget sih Arga buatin roti sandwich buat Anta, terus buat aku Mey?" pinta Mey.
"Nyobain aja tuh sama Anta, soalnya aku cuma inget Anta, sih," sahut Arga.
"Gue mau dong, Nta!" pinta Iman yang duduk di kursi belakang Anta.
"Jangan, jangan, nanti habis kalau buat Iman, aku kasih kamu roti coklat aja ya punya aku snack dari sekolah tadi," ucap Arga.
"Yah, pelit lo, Ga. Ya udah sini!" pinta Iman.
Arga menuju ke kursinya kembali yang berada di deretan depan.
Arya bersungut-sungut melihat kelakuan Arga yang manis sekali hari itu pada Anta.
"Cie cemburu," ledek Silla.
"Siapa yang cemburu, gue sebel aja ngeliat lagaknya si Arga so kece banget," ucap Arya.
Iman menoleh lagi pada Arya, lalu ia tak tahan juga untuk buka suara meledek Arya.
"Gila ya, Lu, ngomong sendiri," ledek Iman.
"Iya gue gila, elo mau apa?" tantang Arya yang lantas merebahkan kepalanya bersandar di kursi dan mulai memejamkan matanya.
"Dasar bocah aneh!" gerutu Iman.
"Kenapa dia?" tanya Arga menyerahkan roti coklat bagiannya pada Iman.
"Udah gila dia ngomong sendiri," sahut Iman yang langsung melahap roti dari Arga.
"Oh, udah biasa emang dia kayak gitu kalau lagi kumat, cuekin aja," ucap Arga.
Anta tertawa mendengar celetukan Arga barusan.
"Makasih ya, Ga," ucap Arga.
"Sama-sama," balas Arga seraya menepuk bahu Anta lalu kembali lagi ke kursinya.
***
Setelah menempuh empat jam perjalanan, rombongan bus sekolah menengah pertama Karya Bangsa berhenti di sebuah rest area karena banyaknya murid yang meminta izin untuk buang air kecil. Apalagi sudah masuk waktunya solat zuhur. Sebagian siswa menunaikan ibadahnya secara berjamaah. Siswa yang berbeda keyakinan maupun berhalangan beristirahat di sebuah taman di rest area tersebut.
"Oke, bentar aku pakai sepatu dulu," ucap Anta.
Keduanya menuju ke kamar mandi yang terdapat di dalam rest area tersebut.
Brug!
Mey tak sengaja menabrak Arya karena sudah tak tahan menahan kandung kemihnya yang penuh.
"Maaf, Arya, aku enggak sengaja," ucap Mey.
"Iya, gak apa," sahut Arya.
Mey langsung berlari menuju ke kamar mandi khusus perempuan. Arya menahan lengan Anta.
"Apaan, sih? Anta lagi enggak mau berantem, deh," ucap Anta.
"Yee, siapa yang mau ngajakin elo berantem, tuh liat!"
Arya menunjuk dengan lirikan matanya ke arah sosok hantu perempuan yang tergantung di sebuah ruangan gudang saat pintu itu terbuka. Anta menoleh ke arah yang ditunjuk Arya. Ia mengangkat wajahnya untuk melihat lebih jelas.
Sosok hantu perempuan itu tertawa menyeringai ke arah Anta dan Arya. Kondisinya tergantung di langit-langit ruangan tersebut. Lidah hantu perempuan itu terjulur keluar, dan ada tali yang menjerat lehernya.
"Bunuh diri kali tuh Kakak," ucap Anta lirih.
"Enggak nyangka ya, padahal masih muda tapi pikirannya pendek gitu," sahut Arya.
"Eh, bentar kok kamu berani lihat dia?" tanya Anta.
"Lumayan lah toh dia gak serem-serem banget," sahut Arya.
"Cantik malah si Kakak itu, eh ngomong-ngomong lepasin tangan Anta, dong!"
"Maaf, lupa," sahut Arya meringis menatap Anta.
Saat keduanya hendak beranjak pergi tiba-tiba...
Brak!
Pintu ruangan itu tertutup dengan keras mengejutkan seorang petugas pom bensin pria yang hendak masuk ke dalam sana.
"Kok, pintunya untuk sendiri, ya?" gumam petugas itu.
Anta dan Arya yang tadinya memperhatikan petugas itu lalu mereka saling menatap dan tersenyum. Keduanya memutuskan berbalik badan menuju bus kembali. Anta jadi lupa menemani Mey ke kamar mandi. Lalu, saat Anta dan Arya berbalik badan tiba-tiba wajah pucat pasi milik hantu perempuan yang menggantung di ruangan gudang tadi muncul mengejutkan keduanya.
"Tolong saya!"
*******
To be continue...
Follow IG ku ya @vie_junaeni
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...😘😘😘
Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE...!!!