Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Pertarungan Terakhir



Happy Reading...


*****


Nyi Ageng berhasil menghantam Dita, Anan dan Anta dengan sekali kibasan.


"Aarrgghh!" Dita jatuh di atas tubuh Raja.


Anan jatuh di atas tubuh Arga dan Arya dengan sigap menyambut Anta saat terhempas.


"Kau rasakan itu! Akuilah tenagamu mulai menipis, dan kini aku bisa menghabisimu, lalu aku akan memakai tubuh putrimu untuk mediaku, bagaimana?"


Nyi Ageng makin mendekat ke arah Dita yang masih kesakitan memegangi dadanya.


"Bunda, harus bisa bangkit," ucap Raja.


"Kamu pergi sejauh mungkin, Ja!" pinta Dita.


"Nggak mau, Raja mau bantu Bunda!" tegas anak itu bersikeras.


"Kamu tolong bantu Yanda, biar Bunda sama Kak Anta yang mencoba melawan nenek lampir itu," ucap Dita.


Raja menoleh ke arah Arga yang memangku Anan. Sosok ayahnya mengeluarkan darah dari mulutnya kala itu. Tiba-tiba, tubuh Dita mendadak berubah menjadi sosok Ratu Kencana Ungu.


"Lihat, siapa kini yang akan kalah!" ucap Ratu Kencana Ungu dengan lirih.


"Arya, kamu sama Raja bantuin Yanda, ya?" pinta Anta.


"Nggak mau, aku mau bantuin kamu," ucap Arya.


"Cara kamu bantuin Anta itu dengan cara melindungi diri kamu dan tolongin Yanda, kamu juga bisa melindungi Raja dan Arga," ucap Anta.


Pemuda itu akhirnya mau mengerti. Dia bergegas berkumpul bersama Raja dan yang lainnya menolong Anan.


"Ja, kata kamu Bunda Dita kalau marah kayak megaloman, kamu bohong lah! Tuh, buktinya Bunda Dita cantik gitu," ucap Arga kala melihat sosok Dita yang sudah berubah menjadi Ratu Kencana Ungu.


"Di samping Bunda Dita ada yang lebih cantik lagi," ucap Arya kala melihat perubahan pada sosok Anta yang menyerupai ibunya.


Pertarungan ketiga perempuan itu dimulai. Kilatan demi kilatan dan juga suara berdebam-debam keras terdengar. Sampai kemudian, Nyi Ageng meminta menghentikan pertarungan.


"Tunggu, izinkan aku istirahat dulu," ucapnya.


"Ya Bunda, istirahat dulu. Anta juga capek," sahut Anta.


"Terus, gimana terusannya ini?" tanya Anta.


"Serang aja lah, capek Bunda kalau ujung-ujungnya nanti ketemu dia terus," ucap Dita, wanita itu lalu menoleh pada Nyi Ageng.


"Maaf ya Nyi, udahan perangnya. Saya izin mau serang nyai, ya?" Dita lalu mengarahkan telapak tangannya ke arah Nyi Ageng yang masih mengipasi dirinya dengan tangan kanan.


Asap hitam itu makin lama makin naik menyelimuti tubuh Nyi Ageng.


"Kau tak akan pernah bisa kembali lagi," ucap Ratu Kencana Ungu.


Blar!


Dengan kekuatan terakhirnya, Nyi Ageng mencoba menghantam Ratu Kencana Ungu sampai mundur beberapa langkah.


"Aku tak akan kalah semudah itu!" teriak Nyi Ageng.


"Kau lupa ya, Nyi? Sekarang ada dua orang yang melawanmu," ucap Anta yang langsung membantu ibunya.


Nyi Ageng mulai kehilangan kekuatannya, lalu sosoknya menghilang. Ruangan dalam rumah kosong itu lalu terbakar begitu saja karena kekuatan yang Dita dan Anta ciptakan.


"Bunda, kalau ruangan ini terbakar, berarti bisa menyebar ke seluruh ruangan dong?" tanya Anta.


"Ya, Nak. Bahkan satu rumah," sahut Dita.


"Nah, benar banget terus jadinya kebakaran, dong?"


"Jadi Bunda ...." Anta menatap bundanya yang juga menatap ke arahnya.


"Kebakaran, Nta, kebakaran... Ayo semuanya keluar!" seru Dita.


Arya dan Arga langsung menbopong tubuh Anan yang tak sadarkan diri. Mereka langsung berlari dengan panik disusul Raja di belakangnya. Anta dan Dita juga ikut berlari.


"Angel siapa yang bopong?" tanya Anta.


"Oh iya aku lupa," ucap Raja yang segera berlari membopong Angel.


***


To be continue...