Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Bertemu Pak Aji



Happy Reading.


******


Pulang sekolah, Anta meminta ditemani Arya pergi ke rumah sakit tempat Tante Dewi dirawat. Mereka menggunakan busway menuju ke sana.


"Ya, makan dulu ya di bakmi ayam yang di dekat rumah sakit," pinta Anta.


"Oh, yang deket pasar?" tanya Arya seraya berdiri dengan tangan berada di tempat bergantung karena penuh.


"Iya, yang itu."


"Oke."


Tiba-tiba, seorang pria menaiki busway dan sempat terjatuh karena kehilangan keseimbangan. Arya langsung menolong pria tersebut. Anta juga bangkit untuk memberikan pria itu tempat duduk.


"Bapak nggak apa-apa?" tanya Arya.


"Nggak apa-apa, terima kasih ya," sahut pria itu.


"Duduk sini aja, Pak," ucap Anta memberikan kursi pada pria itu.


Pria dengan potongan rambut belah pinggir itu tersenyum pada Anta dan Arya seraya mengucap terima kasih.


Tak lama kemudian, mereka turun di halte yang sama. Namun, Anta dan Arya bergegas menuju ke arah tukang bakmi ayam yang tadi gadis itu kehendaki.


"Pak, mie ayam komplit dua, ya!" pinta Arya saat memasuki kedai.


"Minumnya apa?" tanya bapak pedagang mie ayam.


"Mau minum apa, Nta?" tanya Arya.


"Es jeruk," sahut Anta.


Arya lalu memesan satu es jeruk dan es teh manis untuk keduanya. Ketika Anta dan Arya duduk di dalam kedai, seseorang menepuk bahu Nata mengejutkan gadis itu.


"Woi, ke sini juga, nih!"


Anta dan Arya lantas menoleh ke arah pria tersebut.


"Heh, kutu kupret! Ngapain elo ke sini?" Arya sampai melayangkan nada ketus pada Mike yang baru datang itu ke kedai.


"Gue mau makan ketoprak!" sahut Mike.


"Di sini adanya mie ayam sama bakso sama pangsit, nggak ada ketoprak!" Bapak penjual mie ayam sampai menjawab seraya meletakkan dua mangkuk mie untuk Arya dan Anta.


"Dia emang bodoh, Pak, maklum nggak makan bangku sekolahan," sahut Arya menunjuk Mike.


"Kampret nih bocah, kepala gue bayar zakat fitrah, main toyor aja!" sahut Arya yang mulai bangkit berdiri.


"Bisa nggak makannya pada tenang!" Anta menarik tangan Arya agar pemuda itu kembali ke tempat duduknya.


"Tuh, dengerin si Anta makan itu yang tenang," sahut Mike seraya memesan satu mie lengkap dengan bakso tanpa tambahan daun bawang.


Mike duduk di hadapan Anta.


"Bisa nggak elo pindah tempat, gue jadi eneg mau makan ini mie," ucap Arya.


"Gue bilangin tukang mie, loh, kalau elu ngatain mie ayam dia bikin eneg," ancam Mike.


"Kalian bisa diem nggak, sih? Nanti Anta jejelin sambel!" Anta mulai menggertak.


Seorang pria yang tadi ditolong Anta dan Arya saat di busway datang ke dalam kedai. Dia menyapa Mike kala itu.


"Nak Mike rupanya ada di sini," sapanya.


"Eh, Pak Aji, beli mie ayam di sini juga," sapa Mike.


"Iya, soalnya Mie Ayamnya enak," sahut pria berusia lima puluh tahun itu.


"Lho, Bapak yang tadi di busway, kan?" tanya Arya menunjuk pria yang duduk di samping Mike.


"Wah, kalian yang tadi nolong saya, kan?" tanya pria itu.


"Halo, Pak!" sapa Anta.


"Halo, anak cantik!"


"Pak Aji, mie ayam pangsit, ya?" tanya bapak penjual mie ayam tersebut.


"Iya, benar."


Pria itu lalu menoleh pada Mike.


"Kamu belanja pesanan ibu kamu di pasar, kan?" tanyanya.


"Iya, Pak, tapi saya makan dulu di sini soalnya laper, hehehe."


"Kamu memang anak baik, rajin sekali membantu ibu kamu," ucap Pak Aji.


******


Favorit ya, like, komentar dan vote. Follow akun Vie juga ya. Terima kasih...