
Happy Reading...
*****
Anta, Arya, Arga dan Ria sampai di parkiran restoran Andri. Dion sudah menunggu kedatangan gadis yang memakai pakaian yang dia belikan waktu itu. Senyum merekah tersungging di bibir pemuda itu.
"Senang banget aku tuh pas kamu pakai baju ini, jadi kelihatan tambah cantik," ucap Dion.
"Makasih, Kak. Nih buat Kakak," ucap Anta menyerahkan paper bag di tangannya.
Dion menerimanya dengan senang hati penuh kebahagiaan. Seandainya aja dia bisa memilih untuk tetap tinggal, tetapi rasanya ia tak mungkin menolak perintah orang tuanya.
Malam itu, Dion bernyanyi di atas panggung seraya menatap ke arah Anta. Alunan lagu D'masiv terdengar.
Selama aku masih bisa bernafas
Masih sanggup berjalan
Ku 'kan selalu memujamu
Meski ku tak tahu lagi engkau ada di mana
Dengarkan aku, 'ku merindukanmu
Begitu merdu terdengar sampai membuai si pendengarnya. Anta dan Ria bernyanyi bersama seraya mengangkat kedua tangannya ke atas. Tubuh mereka meliuk ke kanan dan ke kiri seraya bernyanyi bersama.
"Elo mau kemana, Ya?" tanya Arga saat melihat Arya memilih untuk keluar dari restoran.
"Suntuk gue, biar gue di luar aja!" sahutnya.
Arga membiarkan Arya kala itu. Sepertinya pemuda itu tau dan mulai menerima kalau Anta lebih menyukai Dion dibandingkan dirinya. Arga bahkan mulai novel on dan perlahan mulai menyukai Ria bahkan sebelum acara BBQ berlangsung. Ia hanya gengsi dan malu untuk mengakui kalau ia telah jatuh cinta pada Ria semenjak acara persami kala itu.
"Kak Arya, ngapain di luar?" tanya Raja.
"Lho, sejak kapan elo di sini, Ja?"
"Dari tadi dong, aku kan lewat pintu belakang mau numpang makan, pasti banyak makanan, kan, terus aku udah kenyang aku ngadem deh, di dalam berisik banget."
"Iya, berisik banget makanya gue keluar," kata Arya seraya meregangkan tubuhnya.
"Ja, gue pengen nanya sama elo, jawab ya?"
"Tanya apaan sih?"
"Menurut elo nih, Kak Anta suka enggak sama gue, apa dia suka gitu sama Dion?" Arya mulai menelisik dengan rasa penasaran seraya merangkul Raja.
"Mana aku tahu, Kak Anta susah ditebak."
"Hmmm... elo mau enggak bantuin gue deketin Anta biar gue jadian?"
"Gimana ya? Ini enggak murah lho," sahut Raja seraya mengangkat satu alisnya menggoda Arya.
"Ah, matre juga calon adek ipar gue, emang elo minta berapa buat jadiin gue sama Anta?"
"Berapa ya, 20 persen uang jajan Kak Arya sebulan deh," sahut Raja.
"300 ribu dong? Iya kalau gue jadian kalau enggak?"
"Ya, jangan kasih uangnya ke aku, gimana?"
"Buat apaan sih duitnya?"
"Buat ngajak Angel nonton lah, apa makan es krim di mall, pokoknya nge-date gitu, uhuy!"
"Ganjen banget luh masih bocah ingusan aja Udah ngalahin gue yang jomblo," ucap Arya seraya memiting kepala Raja dan menjitak ubun-ubun anak itu dengan gemas.
"Hehehe... wajarlah ganjen punya pacar, emang situ jomblo!"
Raja melepaskan diri dari Arya lalu berlari masuk ke dalam restoran lewat pintu belakang.
"Hah, dasar bocah ingus!"
Arya melihat Anta dan Ria ke luar dari restoran, ia segera bersembunyi di balik semak-semak.
"Kamu mau ngomong apa sih, Ria?" tanya Anta.
"Aku takut, Nta."
Wah gadis itu terlihat cemas seraya memilin ujung atasan hitam yang ia kenakan kala itu.
"Kamu takut kenapa, jangan-jangan kamu takut ya kalau nanti di bully gara-gara ayah kamu masuk penjara? Tenang aja ada Anta, siapapun yang bakal menyakiti kamu, harus berhadapan dengan Anta."
"Bukan itu, aku udah ikhlas kalau Papi masuk penjara, kasihan mami disakiti terus. Ini tentang Arga, aku takut sama dia," ucap Ria.
"Tentang Arga? Kita duduk dulu di situ!" Anta membawa Ria menuju bangku taman yang ada di depan semak-semak tempat Arya bersembunyi.
"Cukup, Nta! Hentikan!" Ria menaruh jari telunjuk di bibir Anta.
"Fuah, asin tau!"
"Oh iya sorry tadi ngupil dikit, habisnya kamu bawel banget sih!"
"Ria, ih jorok!" Anta mencubit Ria di bagian bahu dengan cucuran gemas.
"Kamu juga jorok, suka peper ingus di kaos olah raga aku, wlek!" Ria membalas Anta dengan cubitan gemas di pipi.
Arya yang sedang bersembunyi sampai menahan tawa dengan membekap mulutnya.
"Dengerin aku nih, aku takut sama Arga karena aku takut cinta dia palsu ke aku," kata Ria dengan menahan tangis.
"Cinta Arga palsu maksudnya gimana, bukan 24 karat gitu?"
"Anta, jangan bercanda terus!"
"Iya, iya, maaf maaf, cup cup cup sayang anak cantik anak ganteng, anak siapa sih nih!"
"Anak Hartono, bos mesum yang sekarang di penjara, puas?" Ria mulai sewot meladeni Anta.
"Duh, jadi baper si Ria, maaf deh. Oke lanjut aku pasang kuping nih buat dengerin," ucap Anta menyodorkan daun telinganya mendekat ke wajah Ria.
"Enggak gitu juga kali!"
"Ya udah, lanjut terusannya mana?"
"Hmmm... aku takut cinta Arga ke aku palsu hanya sebatas sihir hitam macam ilmu pelet gitu." Ria menghela napas berat dan mengembuskannya sampai berteriak.
"Ilmu pelet? Maksud kamu, kamu pelet Arga supaya dia jatuh cinta sama kamu?" tanya Anta dengan nada tak percaya.
Ria menjawab dengan anggukan lemah dan menahan tangis. Di balik semak-semak itu ada juga Arya yang sangat terkejut sampai mulutnya menganga. Ia berjuang juga melawan beberapa semut merah yang sakit jika menggigit di daerah kakinya.
"Kenapa sih kamu ngelakuin itu, Ria?" Anta masih tak percaya dengan tindakan sahabatnya itu.
"Maaf aku khilaf. Jadi waktu itu aku mampir ke galeri yang ada di belakang Mall Kota, terus aku lihat dia jual barang-barang pemikat hati gitu. Ada barang couple yang lucu-lucu buat pasangan, sampai penjualnya nawarin ramuan cinta ke aku," ucap Ria.
"Ramuan cinta?"
"Iya, ramuan cinta yang bakal buat cowok yang kita incar jatuh hati sama kita, ini aku bawa botolnya."
Ria mengeluarkan botol kecil dari kaca berukuran 10 ml dan menyerahkannya pada Anta.
"Ini cara pakainya gimana?"
"Ditetesin 10 tetes ke minumannya, nah aku pakai itu pas pesta BBQ kemarin. Besoknya Arga nembak aku, tapi sekarang aku nyesel."
"Kenapa nyesel, bukannya emang itu yang kamu mau mendapatkan Arga?"
"Aku maunya dia beneran suka sama aku, bukan karena ramuan itu," ucap Ria.
"Lalu, ramuan ini bagaimana kelanjutannya?"
"Aku mau buang itu, aku enggak peduli setelah ini Arga masih suka atau malah masih sebel sama aku, aku enggak peduli. Yang penting aku mau memusnahkan sihir hitam itu dari Arga."
"Bagus deh, Anta seneng dengernya. Jodoh enggak kemana Ria, kalau emang kalian jodoh pasti ada jalannya kok buat bikin Arga beneran jatuh cinta sama kamu, tanpa ramuan cinta ini. Asal tau aja ya siapa tau ini cuma air gula biar ada manis-manisnya gitu, hahahaha." Anta sampai tertawa terbahak-bahak geli dengan ucapannya sendiri. Padahal Ria menanggapinya dengan garing.
"Eh, beli berapa ramuan ini?" tanya Anta.
"Lima ratus ribu."
"Astagfirullah, harga segitu buat air gula sekecil ini, mending dibeliin burger apa pizza bisa buat traktir anak yatim di panti asuhan milik Bunda."
"Ya maaf deh, pikiran aku kacau waktu itu. Aku terlalu memikirkan bagaimana caranya biar bisa pacaran sama Arga sampai aku buta mata hati ngelakuin itu."
"Ya udah, yang penting kamu udah sadar. Sekarang nih kamu hancurkan!" Anta menyerahkan botol kaca berukuran kecil itu ke tangan Ria.
"Hmmm... I love you Arga, aku akan lebih berjuang buat dapetin kamu tanpa ilmu sihir."
Ria menghela napas panjang lalu membuang botol kaca kecil itu ke jalan raya.
"Yah, jangan buang, yah pecah...."
Arya tak sengaja bangkit dan berdiri lalu menghampiri botol kecil yang sudah pecah terlindas ban mobil itu.
*****
To be continue...
Jangan lupa update Noveltoon biar bisa kasih vote sama hadiah ya. Ayo dong, mana votenya.🥰🥰🥰
Selamat menjalankan ibadah puasa.