Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Anta's Diary (Season Kedua)



Di hari minggu itu tepat di acara ulang tahun Raja, semua berkumpul. Arga dan Ria juga datang bersama Angel ke pesta ulang tahun yang hanya dihadiri kerabat dekat.


Angel menyerahkan kotak hadiah berwarna hijau pada Raja.


"Apa ini?" tanya Raja.


"Buka aja!"


Sebuah buku tebal yang bersampul hijau terbuat dari beludru yang halus tergeletak dengan cantik di dalamnya.


"Buku?" tanya Raja.


"Iya, aku beli di toko antik, kata nenek yang jual buku itu cocok buat kamu!" ucap Angel.


Anta menoleh ke arah kado milik Raja dari Angel.


"Kok, bukunya mirip sama buku harian punya Anta," ucap Anta.


"Wah, jangan-jangan buku yang sama kayak punya Kak Anta. Aku nggak mau pegang ah, aku belum siap terima buku ini. Ini buat Kak Anta aja!" Raja menyerahkan buku itu pada Anta.


"Kamu nggak suka ya buku dari aku?" Angel terlihat merajuk.


"Bukan begitu sayangku, sini aku bilangin." Raja menarik tangan Angel dan membawanya ke kebun bunga mawar yang baru saja dibuat oleh Oma Aiko bersama Tante Dewi.


"Buku harian Kak Anta itu gaib. Nanti banyak hantu minta tolong semacam pasien Kak Anta, nah kalau aku yang pegang itu buku, nanti aku dong yang harus mengatasi para arwah penasaran, kamu mau kita pacaran dikejar hantu?" tanya Raja.


"Iya, juga ya."


"Hu... masih bocah aja udah panggil sayang-sayangan!" Silla si kuntilanak merah yang duduk di atas pohon mangga mencibir Raja.


"Ah, sirik aja Tante Silla, makanya jadi hantu jangan jomblo!" Raja mendongak ke atas pohon.


Arya yang mendekati Anta melirik ke arah buku di tangan gadisnya itu.


"Lho, itu buku katanya udah habis, kok ada lagi?" tanya Arya.


"Tuh, si Angel yang kasih ke Raja, eh Raja malah kasih ke Anta. Kirain Anta bisa pensiun pas buku catatan harian Anta habis halamannya, eh ini malah dikasih buku baru," keluh gadis itu.


"Hmmm... perasaan nggak enak nih, bakalan buka praktek lagi, nih!" sahut Arga yang datang bersama Ria.


Anta, Arya, dan Arga menatap ke arah gadis itu dengan sangat heran.


"Hehehe ... aku garing, ya?" Ria menunjuk dirinya sendiri.


"Bukan garing lagi, basi luh!" sahut Arya.


"Heh, ini cewek gue, Ya! Jangan kasar ngomongnya." Arga menunjuk dada Arya dan mendorongnya dengan ujung telunjuk.


"Lha, gue cuma bilang basi, siapa yang kasar sama Ria?" Arya balas mendorong dada Arga.


Keributan dua pemuda tampan itu terjadi. Sementara Ria dan Anta malah bergegas pergi meninggalkan mereka. Kedua gadis itu menuju kue ulang tahun Raja yang dibuat oleh tangan Dita dan Tasya.


Sementara itu, para pria dewasa sedang membicarakan bisnis baru mereka yaitu restoran seafood dan kue-kue tradisional buatan tangan Tasya dan Dita. Namun, Pak Herdi memilih tetap mengajar di sekolah sementara Anan dan Andri mengelola bisnis kuliner mereka bersama para istri.


"Itu si Arya sama Arga nggak ada bosennya buat berantem," ucap Anan.


"Sama loh kayak kamu dan Pak Herdi," sahut Dita.


Anan dan Herdi saling menatap tajam satu sama lain. Mereka juga melayangkan senyum sinis.


"Tuh, baru juga diomongin udah tatap-tatapan penuh cinta," sahut Tasya.


"Hidih, amit-amit!" cibir Anan.


"Hidih, lebih amit-amit lagi aku kalau cinta sama kamu," sahut Herdi tak kalah seru.


******


Bersambung...


Yeay... demi meramaikan lomba menulis novel horor, Vie balik buat nerusin Anta's Diary sampai ia lulus sekolah sebelum setting cerita Ghost Helper ya. Ada juga kelakuan Raja kecil yang suka usil sama para hantu.


Tapi... balik lagi ya jangan uber-uberan sama Vie wkwkwkw... Vie akan usahakan update tiap hari meskipun dikit-dikit. Terima kasih ya buat yang selalu dukung cerita Pocong Tampan dan Anta's Diary.


Vie Love You All...