Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Bayangan Hitam yang Dilihat Arga



Happy Reading...


*****


Arga dan Ria sudah merencanakan pertemuan malam itu. Pemuda itu membawa Ria menuju kedai nasi uduk milik Nyak Muna.


"Assalamualaikum, Nyak!" sapa Arga.


"Walaikumsalam, eh Arga ganteng, apa kabar?" tanya wanita itu.


"Baik, alhamdulillah. Nyak, aku minta nasi uduk pakai ayam goreng. Ria kamu mau nasi uduk sama apa?" tanya Arga.


"Sama telur dadar yang itu!" sahut Ria.


"Wuih, tumben amat bawa cewek ke mari, roman-romannya pacar, nih," ucap Nyak Muna.


"Hehehe, iya Nyak," sahut Arga.


"Duduk dulu, dah!" ucap wanita itu seraya mempersilakan Arga dan Ria untuk duduk.


Tak lama kemudian, nasi uduk pesanan Arga dan Ria sampai. Tak jauh dari tempat itu, Mike terlihat datang seraya membawa kerupuk muntah di jok belakang motor bututnya. Di belakang pemuda itu sosok Pak Aji yang menggunakan motor bebek mengiringi Mike.


"Motornya kenapa, Mike?" tanya Nyak Muna.


"Mogok, tuh ditolongin sama Om Aji," sahut Mike.


"Makasih ya, Pak Aji, elu baek bener sama anak-anak gue," ucap Nyak Muna.


"Tenang aja, anak-anak elu kan calon anak gue juga," ucapnya.


"Bisa cari pembicaraan yang lain, nggak?" Mike terlihat kesal dan hendak masuk ke dalam rumah, tetapi langkahnya terhenti kala melihat Arga dan Ria sedang makan bersama.


"Eh, Ria! Anta kaga ikut?" tanya Mike.


"Kaga, eh nggak maksudnya. Anta tadi ke rumah sakit sama Arya sama Bunda Dita belum pulang," sahut Ria.


"Siapa yang sakit? Oh, iya gue inget dia tadi makan mie ayam bareng gue, taunya mau ke rumah sakit yang deket situ," ucap Mike.


"Yang, ini sambalnya enak loh, mau nambah lagi?" tanya Arga.


"Nggak ah, nanti kepedesan, aku mau nambah bakwannya," ucap Ria.


"Hadeh, empet banget gue dikelilingin para bucin," gumam Mike lalu masuk ke dalam rumahnya.


Arga sempat melihat punggung Mike sekilas. Ada sekelebat bayangan hitam yang seolah melekat di punggung pemuda itu.


"Ga, kamu lihat apa?" tanya Ria.


"Eng-enggak, nggak liat apa-apa. Aku mau nambah sambel dulu, ya." Arga bangkit berdiri menuju meja tempat Nyak Muna berdagang.


***


Keesokan harinya, Raja dan Anji sedang menaiki sepeda menuju ke rumah Robi. Namun jsaat di perjalanan, mereka melintasi kebun singkong yang tak jauh dari Jalan Melati.


"Ja, kenapa berhenti?" tanya Anji saat melihat Raja menghentikan laju sepedanya.


"Aku mau lihat kebun singkong kayaknya enak gitu terus wangi ya kayak ada pabrik keripik singkong di sini," ucap Raja.


"Mana pabriknya? Adanya tuh rumah yang punya kebon," tunjuk Anji.


Akan tetapi, tak jauh dari sana memang ada rumah kosong yang terkenal angker yang disebut rumah singkong.


"Tapi, kamu nyium kan bau singkong digoreng?" tanya Raja.


"Iya, sih. Udahlah ayo buruan nanti kesorean ngerjain kerja kelompok di rumah Robi!" ajak Anji.


Kedua bocah itu sampai di rumah Anji dan sempat mendengar dua orang ibu sedang berbincang. Ternyata mereka membicarakan rumah kosong di dekat kebun singkong yang tadi Raja dan Anji lewati.


"Woi! Pada bengong aja, apa lagi nguping emak-emak ngegosip?" Robi menepuk bahu kedua temannya itu.


"Mereka lagi ngomongin rumah singkong ya, Bi?" tanya Raja.


"Iya tuh, katanya sih sering kedengeran ada anak yang nangis di rumah kosong itu," sahut Robi.


*****


To be continue...


Jangan lupa like, vote, favorit dan komentarnya please...