Anta's Diary

Anta's Diary
Perubahan Sikap Pak Herdi



Jangan lupa kumpulin poin buat VOTE ya...


Happy Reading...


******


Pagi itu, Raja, Anta, Tasya dan Doni sedang berolahraga. Mereka dikejutkan dengan Pak Herdi yang bersama Hyena tengah makan bubur ayam di taman.


"Duh, pengen makan bubur ayam di situ tapi ada nenek lampir juga di situ," gumam Tasya.


"Nenek lampir, Mana? Aku enggak lihat penampakan Nenek Lampir," sahut Raja.


"Ini lebih serem dari penampakan, tuh si Hyena!" tunjuk Tasya seraya berbisik pada Raja.


"Anta enggak mau makan bubur ayam di situ, ah," sahut Anta.


"Emang kenapa, sih?" tanya Raja.


"Anta takut sama Pak Herdi, semenjak Arya enggak ada sekarang dia jutek sama Anta, gak mau negur sama ajak ngobrol lagi," ucap Anta.


"Udah jangan kamu anggap itu, cuekin aja, namanya musibah, kan bukan salah kamu juga kalau Arya enggak ada," ucap Doni.


"Tapi aku lapar, Om, mau makan bubur ayam itu," pinta Raja.


"Ya udah pada tunggu sini, nanti aku pesen sama tukang bubur itu buat bawain bubur ke sini, ya," ucap Doni.


Lalu pria tersebut melangkah menuju tukang bubur dengan gerobak biru di sudut taman samping Apartemen Emas.


"Bang, bubur ayam empat, nanti tolong antar ke sana, ya!" pinta Doni seraya menunjuk ke arah Tasya dan lainnya.


"Oke, Mas, tapi saya enggak bisa antar, maaf banyak nih antrian, apa mau bawa sendiri nanti pakai nampan saya?" ucap tukang bubur itu menawarkan.


"Boleh, saya tunggu di sini, buruan ya, Bang!" pinta Doni.


"Don, minggu depan kita mau nikah, jangan lupa datang ya, nanti undangannya aku kirim, ya," ucap Hyena menyapa Doni.


"Iya, nanti aku datang, sama yang lain. Oh ya, Pak Herdi bisa kita bicara sebentar?" tanya Doni.


"Di sini aja!" jawab pria itu ketus.


"Baiklah, kalau begitu di sini aja," ucap Doni lalu duduk di hadapan Pak Herdi menggantikan Hyena yang masih beridir menatap kedua pria itu bergantian.


"Begini, bisakah Anda bersikap biasa aja sama Anta?" pinta Doni.


"Bersikap biasa, maksud Kamu?" tanya Pak Herdi.


"Iya, Pak, bersikap biasa, Anta ketakutan kalau lihat Pak Herdi makanya dia enggak mau ketemu sama Bapak."


Brak!


Gebrakan meja itu benar - benar membuat Doni dan Hyena terkejut. Begitu juga tukang bubur yang sudah siap pasang kuda-kuda bersiap untuk mengeluarkan jurus bela diri.


"Si Bapak main gebrak meja aja, kalau mau ngajak berantem nih saya siap," ucap si tukang bubur.


"Lanjutin aja jualan buburnya," pinta Hyena pada si tukang bubur itu.


"Kenapa pakai gebrak meja, sih! Biasa aja dong!" seru Doni.


"Kamu bilang saya harus bersikap biasa aja? Harusnya kalian sadar dong, gara-gara dia nyawa anak saya melayang!" seru Pak Herdi.


"Itu semuanya takdir, bukan salah Anta!" Doni gantian berseru.


Anta mendengar semua percakapan tersebut sampai menitikkan air mata. Gadis itu berlari menjauh.


"Anta, tunggu! Anta tunggu, Sayang!" Tasya berusaha mengejar Anta menuju Apartemen Emas.


Hyena berusaha menenangkan Pak Herdi meski dia merasa senang mengetahui sikap calon suaminya itu mulai membenci keluarga Dita dan Anan.


"Om, ayo pulang!" ajak Raja ia menunjuk ke arah Pak Herdi lalu menaruh jari telunjuknya di leher seperti ancaman yang mengisyaratkan memotong leher.


"Aku enggak sangka kalau Pak Herdi bisa jahat sama Kak Anta," ucap Raja menarik lengan Doni yang sebenarnya ingin memukul wajah pria di seberangnya itu.


"Ini, udah saya bungkus paket komplit, jadi lima puluh ribu," ucapnya.


"Oh iya, hampir saya lupa," ucap Doni lalu meraih selembar uang lima puluh ribuan dari dompet yang ada di saku celana dan menyerahkan pada tukang bubur itu.


"Yang sabar, ya, biarin aja orang kayak gitu mah nanti juga ada balasannya," bisik tukang bubur itu pada Doni.


"Iya, Pak, makasih."


Doni melirik ke arah Pak Herdi dan Hyena sekilas, lalu melangkah bersama Raja menuju pulang.


"Sehabis kita menikah, bagaimana kalau kita pindah?" tanya Hyena.


"Enggak, aku enggak mau pergi dari sini, aku tuh masih merasa Arya masih ada di sini!" tegas Pak Herdi.


"Sayang, sampai kapan kamu enggak bisa melupakan Arya, nanti kan ada aku ada anak kita juga nantinya," ucap Hyena.


"Aku enggak mau pindah!" tegas pria itu berkata lalu berlalu menuju Apartemen Emas.


Hyena hanya bisa mendengus kesal seraya menghentak-hentakkan kakinya berkali-kali dengan kegeraman melandanya sambil berteriak gemas.


"Ihhh... sebel banget, sih!" pekik Hyena.


"Masih pagi, Neng, pada ribut aja dari tadi," celetuk tukang bubur tersebut.


Hyena menatapnya tajam lalu pergi menyusul Pak Herdi.


***


Malam itu merupakan pameran pagelaran busana dengan para model milik agency Chen. Silla bersikeras mengajak Anta menuju ke sana. Namun, karena Tante Dewi sudah melarangnya untuk pergi. Lagipula Anta sudah tak ingin lagi menolong hantu kembali, jadi Anta memutuskan untuk tetap di rumah.


Silla tak henti-hentinya merengek, karena tak juga berhasil merayu Anta, akhirnya Ia mengajak serta Raja. Hantu itu takut jika terjadi sesuatu pada Delima nantinya, oleh karena itu ia bersikeras mengajak Raja. Mereka diam-diam pergi dari rumah. Anta yang tak sengaja bertemu dengan Pocong Uli saat hendak membuang sampah, akhirnya tau kalau Raja barusan pergi bersama Silla.


"Gawat ini, kalau aku ijin sama Mama Dewi pasti diomelin, Om Uli ayo temenin Anta nyusul Silla sama Raja!" ajak Anta.


Gadis itu mengendap-endap ke luar rumah saat Dewi dan Andri pergi membeli makan malam. Anta meraih dompet dan tas kecil miliknya dan bersiap ke gedung pameran busana itu. Saat berada di dalam lift, pintu terbuka di lantai sepuluh. Pak Herdi berdiri di depan pintu lift tersebut. Keduanya saling menatap. Namun, Anta menundukkan kepalanya tak berani melihat kala pria itu masuk ke dalam lift tersebut.


"Anta, itu ada cicak mati tuh!" tunjuk Pocong Uli.


Anehnya, bukannya Anta yang bergeser menghindari bangkai cicak tersebut, akan tetapi sosok Pak Herdi lah yang bergeser untuk menghindari.


"Kok, dia bisa lihat aku, ya?" bisik Uli pada Anta.


Anta hanya mengangkat bahunya tanda tak tahu.


Dengan isengnya Uli melompat ke arah Pak Herdi dan berusaha untuk menembus pria itu.


******


To be continue...


Follow IG ku ya @vie_junaeni


Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.


- Pocong Tampan


- With Ghost


- 9 Lives


- Kakakku Cinta Pertamaku


- Forced To Love


- Diculik Cinta


Vie Love You All.


Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE buat dapatkan GA pulsa 20K tiap bulannya, semangat...!!!