
Perkenalkan, Mike Yusuf Jhonson. Pria keturunan Betawi dan Amerika. Dia akan membuat hari-hari Arya tak tenang. Uwu....
"Anta kenal?" tanya Ria.
"Enggak, sih. Cuma pernah ketemu aja." Anta mengamati wajah siswa baru itu.
Pemuda yang baru masuk itu langsung menatap ke arah Anta dan melayangkan senyuman manis.
"Heh, punya gue itu, awas ya!" Arya langsung menunjuk ke arah anak baru tersebut seraya berdiri.
"Maksudnya apa ya Arya?" Ibu Susi menoleh pada Arya.
"Cuma bilangin dia doang, Bu," jawab Arya.
"Ya udah sekarang duduk dan dengerin Ibu! Anak-anak perkenalkan ini Mike Yusuf Johnson. Nah, dia murid baru di sini. Mike itu peraih beasiswa dari SMA di kota sebelah. Dia udah pintar ganteng lagi, siap-siap Arya kamu kalah ganteng," ucap Ibu Susi menunjuk Arya yang langsung mengerucutkan bibirnya.
"Ayo, silakan Mike memperkenalkan diri," ucap Ibu Susi.
Pemuda berwajah sedikit bule itu lalu memeprkenalkan diri. Terlihat para gadis langsung menatap Mike dengan takjub termasuk Ria.
"Ria, inget udah punya Arga!" bisik Anta.
"Arga nggak ada di sini, jadi nggak apa dong ikutan takjub liat cowok ganteng gitu," sahut Ria.
Anta menoleh ke arah Arya yang langsung menatapnya penuh ancaman.
"Hehehe...." Anta langsung menunjukkan finger heart ke arah Arya.
"Nah, berhubung kalian udah kenalan, ibu harap kalian bisa berteman baik dengan Mike.
"Baik Bu....." sahut semuanya kompak.
"Mike kamu duduk samping Arya biar para ibu guru yang lihat kalian makin seger."
"Apa? Nggak mau, Bu!" protes Arya.
"Kalau kamu bersikeras silahkan, tapi poin kamu saya kurangi, mau?" Ibu Susi menatap penuh ancaman.
'Sialan elo, gara-gara elo Bu Susi bisa ngancem gue pake poin, awas aja elo ntar,' batin Arya.
"Silakan Mike duduk di samping Arya."
Mike melayangkan senyum ke pada Bu Susi lalu menuruti perintahnya duduk di samping Arya.
"Jangan kelamaan senyumnya, nanti saya diabetes, hehehe," ucap Ibu Susi.
"Dih, ganjen banget!" bisik Ria.
"Baik, Bu!" Semua murid menjawab dengan kompak.
"Saya keluar dulu, ya, kalian jangan berisik, ingat ada cctv kelas yang bisa pantau kalian. Arya, kamu selaku ketua kelas tolong jaga ketertiban kelas ini!" pinta Ibu Susi.
"Baik, Bu," sahut Arya.
Sepanjang pelajaran berlangsung Arya dan Mike hanya saling diam. Mereka sama-sama tak peduli seolah tak ada siapapun di samping mereka.
***
Jam istirahat berdentang, Mike yang sedari tadi menatap Anta diam-diam, akhirnya memberanikan diri dengan mengulurkan tangan kanannya. Paras ayu gadis itu membuatnya selalu mencuri pandang saat jam pelajaran berlangsung tadi. Apalagi sebelumnya , ia pernah bertemu dengan gadis itu tanpa memperkenalkan diri.
"Hai, elo yang di minimarket waktu itu, kan?" Mike mengulurkan tangannya ke arah Anta.
"Anta inget kok, kita udah pernah ketemu, namaku Ant," jawab gadis itu hampir membalas uluran tangan Mike, tetapi Arya langsung menepis dan menggantikan tangan Anta.
"Gue Arya, gue udah pernah bilang tadi kalau dia punya gue, jadi jangan sampai elo berani deketin Anta," ancam Arya.
"Hadeh... lebay banget si Arya," sahut Ria yang langsung mendekati Mike seraya tebar pesona. Gadis itu meraih tangan pemuda yang masih terulur itu.
"Hai, nama aku Ria," ucap gadis itu.
"Hai, nama gue Mike."
"Udah tau, kan tadi udah kenalan di depan kelas," ucap Ria yang kedua matanya tak jua berkedip menatap Mike.
"Halo, Arga! Elu mending buruan ke mari!" Arya meraih ponsel dan pura-pura menghubungi Arga.
"Ish, enggak asik banget si Arya!"
Ria lalu dengan semangatnya menanyakan segala hal tentang anak baru itu yang ia ingin tahu. Di belakangnya, Arya sedang menelisik murid baru itu dengan saksama. Pemuda itu harus waspada karena ia merasa Mike akan menjadi saingannya di kelas.
"Ke kantin, yuk!" ajak Anta buka suara.
"Yuk, kalau Ria nggak mau ikut, biar aja dia di sini!" sahut Arya mendengus kesal.
Namun, saat Anta melangkah, gadis itu tak sengaja terantuk kaki meja dan hampir hilang keseimbangan, tetapi Mike dengan sigap menahan tubuh gadis itu agar tidak jatuh.
"Waduh, bakalan terjadi perang dunia ketiga ini mah," gumam Ria saat menatap Arya.
*****
To be continue...
Happy Reading.