
Happy Reading...
Jangan lupa di like, komen dan jangan lupa Votenya ya Kakak-kakak semuanya.
******
Pocong Uli dan hantu Silla yang sedang berjalan beriringan tertarik masuk ke arah hutan.
"Kita kayak lagi kencan, ya?" Ucap Uli.
"Hidih, ogah banget!" sahut Silla.
"Eh, bentar itu apa ya, sayang?"
"Heh, awas ya panggil aku sayang!"
"Silla, lihat dulu itu!"
Silla melihat ke arah hantu perempuan seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena rasa takut dan jijik kala melihat hantu wanita tersebut. Wajahnya penuh belatung yang keluar masuk dengan noda darah dan nanah yang bercampur jadi satu.
"Jangan ganggu saya, saya mohon jangan ganggu saya," Silla masih berusaha menyembunyikan wajahnya dari kuntilanak penunggu pohon besar yang ditunjuk Pocong Uli
"Heh! sesama Kunti, kenapa takut, sih?" tanya hantu perempuan itu.
"Sa-saya kan, Kuntilanak baru, Kak."
"Oh... begitu, kamu dari mana asalnya?"
"Dari kota, Kak."
"Woah... kamu dari kota? lalu apa di sana sudah tak ada lagi pohon untuk kau tempati, malah jalan kesini sama pocong jelek ini lagi?" tanya Kuntilanak itu.
"Hei, gue ganteng ya kagak jelek cuma item aja muka gue kegosongan," hardik Uli.
"Tenang, Uli, ini bukan rumah kita," bisik Silla.
"Ummm gini Kuntilanak Senior di kota masih ada pohon sih, tapi kalau di kota, Kuntilanak dan hantu lainnya tinggal di apartement, atau malah mereka tinggal di hotel," ucap Silla menyombongkan diri.
"Apartemen itu apa? sama gak dengan rumah di sini?" tanya Kuntilanak itu.
Silla mulai memberanikan diri membuka kedua tangannya.
"Haduh, masih serem juga lagi... kamu gak bisa berubah mode cantik, ya?" tanya Silla.
"Mode cantik, Oh sebentar, aku merubah wajah jadi artis drama Korea dulu ya," ucap Kuntilanak itu.
Setelah wajah hantu itu berubah menjadi lebih baik, Silla melanjutkan penjelasannya.
"Apartemen itu banyak rumah, besar dan tinggi dalam satu bangunan, pokoknya lebih mewah dari rumah Belanda," ucap Silla menjelaskan.
"Hmmm... memangnya tidak ada manusia yang tinggal di sana?"
"Ada, Kak. Buuuaaannyaak manusia, tapi hantu di kota mah udah pandai berbaur dengan manusia, termasuk aku," ucap Silla.
"Aku juga," sahut Uli.
"Lho, hantu macam apa itu, harusnya hantu itu tinggal di rumah kosong, hutan, tak berpenghuni, dan jauh dari manusia, bukan malah berbaur."
"Kakak mah hantu zaman dulu, aku kan hantu zaman now," sahut Silla.
"Apa...?"
"Eh, enggak, enggak, enggak, saya cuma bercanda, Kak." Silla sembunyi di belakang tubuh Pocong Uli.
"Kamu belum cerita kenapa kamu bisa sampai sini?" tanya Kuntilanak itu seraya mengusap-usap rambutnya yang panjang dan berantakan. Beberapa serangga terjatuh dari rambutnya saat ia menyisiri dengan jari tangannya.
"Astaga, sudah berapa lama nih Kunti gak keramas, Idih...," celetuk Uli.
"Woi! jawab pertanyaanku?"
"Oh iya, maaf, Kak. Saya ke sini karena mengikuti manusia saya, dia lagi kemping di sana," ucap Silla menunjuk bumi perkemahan tempat Anta berada.
"Manusia kamu? Kamu kerja sama manusia?"
"Enggak, cuma mengikuti aja kita jadi berteman sama gadis yang namanya Anta," sahut Silla.
"Nama kamu siapa?" tanyanya.
"Namaku, Silla."
Silla mengulurkan tangannya untuk menjabat hantu Kuntilanak di hadapannya.
"Oh, namaku Rahmi."
Rahmi menjabat tangan Silla.
"Ayo, ikut aku, kita berkeliling hutan dulu!" ajak Rahmi.
Silla menjawab dengan anggukan kepala lalu ia dan Pocong Uli mengikuti Lasmi masuk ke hutan lebih dalam. Di dalam hutan banyak sekali penampakan Kuntilanak yang dengan bebasnya bertengger di ranting pohon.
Ada juga Kuntilanak yang sedang berayun - ayun seraya tertawa cekikikan. Ada juga lima penampakan Kuntilanak yang saling duduk menunjukkan punggung masing-masing seraya di carikan kutu dalam rambut mereka yang berantakan. Tapi, bukan kutu yang didapat malahan para kecoa dan serangga lainnya yang bersarang yang ia dapat. Silla sampai menggaruk kepalanya sendiri karena melihat adegan para Kuntilanak cari kutu itu.
"Rambut kamu mah cantik, lurus, wangi gak kayak mereka, Silla," bisik Uli memuji dengan maksud merayu Silla.
"Ah, lebay kamu gombalnya!"
Ada juga para Kuntilanak yang masih muda sedang belajar di sudut hutan bersama Kuntilanak senior mengenai anatomi tubuh manusia lengkap dengan beberapa organ tubuh manusia yang ditempel di batang pohon jati yang besar.
"Astaga, itu manusia beneran?" tanya Pocong Uli.
"Betul, itu para tumbal yang diletakkan di dalam hutan ini untuk pesugihan," jawab Rahmi.
"Pesugihan? Siapa yang melakukan pesugihan?" tanya Silla.
"Banyaklah, mereka yang datang itu manusia yang tinggal di sekitar hutan sini bahkan yang datang dari daerah lain juga ada, dengan tujuan dan maksud yang bermacam-macam," tutur Rahmi.
"Itu, organ tubuhnya mau diapain?" tanya Pocong Uli.
"Dimakan lah, tapi lebih enak darah mereka sih, kalau daging mereka ya buat hidangan biasa aja," ucap Rahmi.
"Astaga! Kalian Kuntilanak apa kanibal?" seru Uli.
"Kami lebih sama dengan penghisap darah hahahaha..."
"Apa kalian makan semua manusia di sekitar sini?" tanya Silla. Ia jadi khawatir dengan keberadaan Anta dan teman-teman gadis itu lainnya.
"Oh tidak, hanya yang ditumbalkan yang bisa kami santap," sahut Rahmi.
"Ibu Ratu, ada yang akan menyerahkan tumbal di ujung sana!"
Salah satu Kuntilanak menghampiri Rahmi.
"Baik, suruh tunggu ya, saya lagi ada tamu," sahut Rahmi.
"Baik, Ibu Ratu."
"Ibu Ratu?" tanya Silla.
"Oh iya saya lupa memperjelas siapa saya. Saya Ratu Kuntilanak di hutan ini."
Rahmi tersenyum menyeringai lalu tertawa yang khas ala cekikikan Kuntilanak.
Pocong Uli dan Silla saling menatap satu sama lain.
"Kalian mau ikut saya menemui manusia yang akan menumbalkan manusia lainnya?" tanya Rahmi.
Silla dan Uli yang mulai ingin tahu dengan rasa penasaran membuncah, mengangguk mengiyakan. Mereka lalu mengikuti hantu Rahmi melayang menuju ujung hutan itu di sebelah utara.
"Mbak Rahmi, eh Ibu Ratu, sebenarnya ini tempat apa namanya?" tanya Silla.
"Ini namanya Hutan Kuntilanak, hihihihi..."
To be continue...
*******
Hayo, yang tau cerita Kuntilanak Cantik pasti paham dengan hutan yang dimaksud Ratu Rahmi ini hehehe... hayo di mana bisa baca tuh cerita Kuntilanak Cantik? di aplikasi sebelah ya, yang warna N kuning.
(Upps si Thor promo wkwkkwkw)
Follow IG ku ya @vie_junaeni
Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.
- Pocong Tampan
- With Ghost
- 9 Lives
- Kakakku Cinta Pertamaku
- Forced To Love
- Diculik Cinta
Vie Love You All...😘😘😘
Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE buat dapatkan GA pulsa 20K tiap bulannya, semangat...!!!