
Happy Reading...
*****
Arya menoleh pada Anta yang mencoba menghindar dengan melangkah pelan-pelan keluar dari ruang UKS.
"Mau ke mana, Nta?" tanya Arya.
"Anta bisa jelasin kenapa bisa ketemu sama Mike waktu itu," ucap Anta menghentikan langkahnya lalu ia berusaha membela diri sebelum Arya salah paham.
"Udah gue bilang kaga pantes luh cemburuan gitu!" seru Mike seraya menepuk bahu Arya.
"Dih, ada hak apa elu pegang-pegang gue? Mana cari pasir suci susah banget lagi!" Arya berusaha mengusap bahunya dengan tisu.
"Hetdah monyong banget luh ngatain gue jaing!" Mike menari rambutnya Arya dengan gemas.
"Heh, elo tuh ya–"
"Berhenti!" Anta berteriak menghentikan dua pemuda yang hampir berkelahi itu.
"Anta laper! Anta mau ke kantin!" Gadis itu melangkah dengan hentakan lebih kuat dari biasanya.
"Tungguin, Nta!" Arya segera menyusul gadis itu begitu juga dengan Mike.
Arya menghentikan langkahnya dan menghadang langkah Mike.
"Elo ngapain sih ngikutin kita ke kantin, bukannya pulang sana!" seru Arya.
"Gue ada perlu sama Anta!"
"Kalau elo ada perlu sama Anta, elo harus lewati gue dulu," ucap Arya.
"Oh, cuma lewatin doang, kan?" tanya Mike, pemuda itu langsung berlari melewati Arya.
"Kampret!" Arya mengejar Mike menuju ke kantin.
Di kantin sekolah, Anta sudah bersama Ria dan Arga. Satu mangkuk mie ayam pesanan gadis itu datang dan diletakkan di meja bersama dengan jus jeruk.
"Pada ngapain sih mereka lomba lari?" tanya Arga.
"Tau tuh kalau ketemu ribut mulu padahal duduk satu meja," sahut Ria.
Mike duduk di hadapan Anta.
"Bangun, ini kursi gue!" seru Arya.
"Apaan sih, ini kursi kantin. Lagian yang duduk duluan juga gue. Tadi kan katanya kalau gue ada perlu sama Anta harus lewatin elo dulu, nah barusan gue lewatin elo!" sahut Mike dengan melayangkan senyum sinis.
"Bukan itu maksudnya bule dongo!" Arya menepuk kepala belakang Mike dengan kesal.
"Eh, kenapa pada ribut terus sih?" Anta mulai jengah melihat keributan keduanya.
Padahal Arga hampir saja berdiri melerai keduanya sebelum Anta buka suara.
"Arya duduk di samping Anta, ambil kursi itu! Terus, kamu Mike duduk di depan Anta, kamu mau tanya apa sama Anta?" tanya gadis itu seraya menatap tajam ke arah keduanya lalu menyantap mie ayam di hadapannya.
Arya dan Mike menuruti gadis itu tanpa berani membantah lagi.
"Gue mau tanya sesuatu soal waktu elo tanya ada apa enggak keluarga gue yang meninggal," ucap Mike.
"Ayah kamu kan yang meninggal?" tanya Anta.
"Iya, tapi sebenarnya ada adek perempuan gue yang udah hilang seminggu yang lalu, namanya Mikha. Sampai sekarang polisi belum mendapatkan kepastian di mana adek gue berada. Apa elo bisa lihat arwah adek gue kalau dia memang sudah meninggal?" tanya Mike.
"Adek kamu umur berapa?" tanya Anta.
"Sekitar umur sepuluh tahun, dia hilang dari pulang sekolah," jawab Mike.
"Hmmm... Anta sih nggak lihat ada hantu yang ngikutin kamu, Arya sama Arga juga pasti nggak liat."
"Bener, Nta. Kayaknya nggak ada hantu anak perempuan di sekitar sini. Aku cuma lihat kuntilanak ijo penunggu pohon di samping kantin," sahut Ria seraya mengarahkan kameranya ke sekeliling.
Mike menatap dengan heran kelakuan Ria.
"Heran ya sama aku? Ini kamera bisa lihat penampakan, mau coba?" tanya Ria seraya menyerahkan kamera tersebut pada Mike.
"Gila ada hantu di pohon itu!" pekik Mike yang hampir saja membanting kamera tersebut.
"Yeee... siniin punya gue, kalau rusak nanti repot, aku jadi nggak bisa ngikutin tiga A ini buat lihat hantu," sahut Ria.
"Oh, jadi kamera ini bisa lihat hantu? Terus kenapa gue tadi bisa lihat hantu yang di kamar mandi?"
"Karena Kak Feli menginginkan kamu bisa lihat dia," sahut Anta.
"Oh, dia ketemu sama hantu Kak Feli?" tanya Ria.
Anta menjawab dengan anggukan.
"Udah biasa dia mah rada ganjen," ucap Ria.
*****
To be continue...
Happy Reading, tap favorit, like dan komen ya.