
Happy Reading...
*****
"Elo bisa nggak, sopan dikit sama Nyak gue!" Mike menunjuk Arya dengan tatapan tajam.
"Maaf, Nyak. Maaf banget saya langsung kesel denger Nyak mau jodohin Anta sama si tikus, dia ini cuma milik saya, Nyak," ucap Arya.
Anta sampai bangkit berdiri seraya menepuk kepala Arya berkali-kali.
"Sabar, Ya, jangan kayak gitu sama orang tua," ucap Anta.
"Kamu mah kalau mau nenangin orang itu dadanya yang diusap bukan kepalanya," sahut Arya.
"Oh iya maaf kelewatan hehehe."
"Duh, sampai kaget Nyak, untuk kaga punya jantung," ucap Nyak Muna.
"Mati dong Nyak kalau kaga punya jantung?" Anta menoleh pada wanita itu.
"Itu maksudnya jantungan itu yang kalau kaget langsung isdet," sahutnya.
"Udah deh, Nyak, jualan lagi aja tuh ada pembeli," ujar Mike.
Tiba-tiba, seorang pria yang dipanggil Pak RT datang ke kedai Nyak Muna mencari Pak Aji.
"Pak Aji, saya mau tanya, kata Mang Udin dia lihat si Erna anaknya Pak Yoga naik mobil Pak Aji kemaren itu, apa benar?" tanyanya.
"Eh, Pak RT. Itu benar si Erna ada di mobil saya, tapi saya antar ke rumah kok terus ketemu temennya, duh siapa ya namanya anaknya Bu Endang ...."
"Bagas?"
"Iya ketemu si Bagas, mereka main ke arah rawa yang dekat kebun durian," ucap Pak Aji.
"Kata orang tuanya, dia hilang dari kemaren," ucap pria itu.
"Astaga, Erna hilang? Wah, kalau begitu saya harus ketemu Pak Yoga nih buat membantu mencari Erna," ucap Pak Aji lalu pamit pada Nyak Muna dan pergi bersama Pak RT.
"Jangan-jangan nasib anak itu sama seperti Mikha, Nyak," lirik Mike.
"Heh, jangan ngomong gitu, kita aja masih harus doain dan berpikir positif selama Mikha belum ditemukan mungkin aja dia masih hidup," ucap Nyak Muna.
Arya dan Anta yang tanpa sadar telah menyimak pembicaraan Mike dan ibunya hanya saling tatap.
***
Keheningan malam tercipta, hanya suara detak jam dinding yang terdengar kala itu. Sesekali suara binatang malam terdengar mewarnai sunyinya malam. Pukul satu dini hari, perlahan-lahan selimut yang Ria gunakan untuk menutupi dirinya bergerak turun. Seperti ada sesuatu yang menarik selimut gadis itu sampai terlepas dari tubuhnya. Hawa dingin di ruangan itu makin terasa.
"Kok, dingin banget ya?" Ria sampai tersadar dari tidurnya seraya mengusap kedua bahunya. Dia meraba tubuhnya sendiri dan mendapati tak ada selimut yang menutupi tubuhnya.
Ria membuka kedua matanya. Di menarik selimut bermotif bunga matahari dengan dasar warna merah muda itu. Namun, keanehan langsung terasa. Selimut itu perlahan bergerak menurun ke kakinya seolah ada yang menarik.
Gadis itu buru-buru bangkit dan menyalakan lampu kamar. Tak ada apapun di sana. Iris cokelat miliknya memberanikan diri berkeliling mengamati ruangan kamar itu.
"Tadi itu aku merasa ... ah, mungkin cuma perasaan aku aja kayaknya."
Ria kembali ke atas ranjang dan menarik selimutnya. Tiba-tiba, dia merasakan tetes demi tetes air membasahi wajahnya. Ia lantas membuka kedua mata lentiknya. Di tengah sinar bulan yang terpancar dari luar jendela, gadis itu terperanjat kala melihat sosok wajah perempuan dengan tubuh ular menempel di langit-langit.
"Aaaaaaaa.…"
*****
To be continue...
Jangan lupa favorit, like, komentar dan vote. Follow akun Vie juga ya.