Anta's Diary

Anta's Diary
Pulang dari Mengantar Diki



Sebelum membaca, jangan lupa Votenya.


Bayar tulisan Vie pakai poin ya sayang-sayangnya Anta mmmuuaahh.


Terima kasih...


******


Anta yang sedang tak mau diganggu Kuntilanak itu berlari dengan kencang menjauhi tempat itu bersama Arya yang menyusulnya. Arga juga ikut ambil tindakan dengan berlari menyusul Anta juga.


"Dedek bayi jangan ikut Abang Raja ya, kamu sama mamanya aja di sini. Nih bayinya Raja taro ya, Tante." Raja meletakkan bayi itu di bawah pohon beringin lalu ikut ambil langkah seribu menyusul sang kakak dan lainnya.


"Ini kenapa jadi lomba lari gini, sih?" keluh Arya yang napasnya mulai tersengal-sengal.


"Anta males berurusan dengan Kuntilanak tadi, lagian hantunya kok... makin banyak ya..."


Tiba-tiba sosok hantu Kuntilanak dan pocong datang menghampiri Anta dan yang lainnya. Mereka turun dari pohon beringin.


"Nta, ini pada kenapa nih?" gumam Arga dengan nada ketakutan.


"Duh, Kak Arga ngapain berhenti mendadak sih?" keluh Raja yang menabrak Arga.


Arga menolehkan wajah Raja agar melihat para hantu yang berdatangan seperti Zombie dalam film bioskop yang pernah dia tonton tempo hari. Para hantu itu berkerumun hendak menghampiri mereka kala itu.


"Ini kok macam Zombie gini ya, apa mereka mau pada makan kita?" tanya Raja.


"Pada kenapa sih, pada lihat apa?" tanya Arya.


Anta langsung menyentuh kedua bahu Arya dan memperlihatkan para sosok hantu yang mereka lihat itu.


"Astaga ampuni Arya Yaa Allah... Kalau hantunya banyak kayak gini ngapain berhenti, ayo terusin larinya!" Arya langsung menarik lengan Anta dan mengajaknya berlari.


Di belakang keduanya ada Arga dan Raja yang menyusul dengan pasti menghindari para hantu tersebut. Para hantu itu masih berlari mengejar mereka.


"Kak Anta kenapa sih, biasanya gak lari gini?" tanya Raja dengan nada berseru.


"Iya Anta, aku kan jadi takut lagi gara-gara kita kamu takut," seru Arga menimpali.


"Anta tuh, haduh Anta malu ngakunya, pesen taxi online aja gih buruan lari!" seru Anta memukul bahu Arya agar memesan taxi online.


Tuh ada angkot, naik itu aja ke terminal nanti cari taxi online di terminal, gimana?" ucap Arya memberi saran.


"Iya deh, yang penting jauh dari para hantu itu," sahut Arga.


Anta hanya terdiam, wajahnya terlihat resah dan sesekali memegangi perutnya seperti menahan sakit.


"Kak Anta buruan!" Raja menarik tangan Anta agar naik ke dalam angkot tersebut.


"Gini nih saking baiknya, udah nganterin hantu, pas pulang ditinggal ke alamnya, mana gak pada tau jalan," keluh Arya.


"Udah sih biarin aja, lagian ngapain juga kamu ikut," sahut Arga ketus pada Arya.


"Udah deh, berisik banget dari tadi, tuh dadah-dadah dulu sama hantu," ucap Raja yang melambaikan tangannya pada hantu Kuntilanak dan pocong yang ternyata tidak mengejar mereka kembali.


"Ini lagi bocah, sama hantu lah pakai say good bye," cibir Arya.


Arga masih memperhatikan Anta yang duduk di kursi seberangnya, dari tadi gadis itu terdiam tak seperti biasanya.


"Anta kamu enggak apa-apa? kok keringetan gitu?" tanya Arga.


"Aku enggak apa-apa, cuma..."


"Duh sinyal gue kok mati ya gak ada sinyal nih, coba cek hape kalian," pinta Arya.


"Masa sih?"


Arga langsung meraih ponsel di dalam tasnya, begitu juga dengan Anta. Mereka baru menyadari kalau sinyal di ponsel mereka juga menghilang.


"Ini di daerah mana sih, masa primitif banget nyari sinyal susah?" keluh Arya.


"Coba aku tanya sopir dulu," ucap Arga lalu menggeser bokongnya menuju ke dekat sang sopir.


"Pak nanti ke terminal kan?" tanya Arga.


Sopir tersebut hanya menganggukan kepalanya.


"Ini di daerah mana ya, Pak?"


"Apaan tuh, Pak?" tanya Arga lagi yang tak mengerti.


Lalu sang sopir menunjuk ke arah kaca mobil yang bertuliskan "Nates Ased".


"Oh, makasih, Pak..."


Arga berbalik lagi ke tempat duduknya semula.


"Katanya daerah Nates Ased, tuh tulisannya di kaca mobil belakang juga ada," tunjuk Arga.


"Daerah mana itu, baru denger gue," sahut Arya lalu melihat ke arah arloji di tangan kirinya.


"Jam sembilan malam, eh bentar kok jam gue mati, sih?"


Arya mengetuk-ngetuk arloji di tangan kirinya berharap jarum jam tersebut bergerak kembali.


"Jam murah gitu tuh, batrenya soak!" cibir Arga sambil tersenyum puas.


"Berhenti di mini market dulu yuk," pinta Anta.


"Mana ada mini market, kayaknya kita lewat perkampungan deh, lihat aja tuh cuma pohon sama rumah-rumah dari kayu," ucap Arya.


"Mungkin angkot ini emang lewat jalan kampung terus nanti tembus ke jalan raya," ucap Arga.


"Kak, kok Raja jadi baca tulisannya, Desa Setan ya kalau hurufnya dibalik," ucap Raja.


Anta, Arya dan Arga menoleh bersamaan dan mencerna perkataan Raja barusan.


"Aduh, perasaan Kak Anta makin gak enak nih," gumam Anta.


"Jangan pada nakutin deh," sahut Arya mulai takut.


"Aku tanya sopir dulu," ucap Arga.


Arga menarik nafas panjang lalu mencoba untuk bertanya pada sopir angkot itu lagi dengan menggeser bokongnya mendekati sopir tersebut.


"Pak, nanti sampai ke terminal, kan?" tanya Arga.


Sopir itu masih menganggukkan kepalanya.


"Emang lewat perkampungan macam gini ya, Kak?" tanya Arga lagi.


Sopir itu kembali menganggukkan kepalanya.


"Masih lama gak, Pak? Atau kita berhenti di sini aja cari taxi online," pinta Arga.


"Yakin, mau berhenti di sini? Enggak nyesel?"


Sopir itu menghentikan laju mobil angkutan umum berwarna biru itu. Tiba-tiba ia menoleh ke arah Arga yang langsung terkejut memundurkan bokongnya sampai menabrak Arya.


"Aaaaaaaaa..!!!"


*******


To be continue...


Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.


- Pocong Tampan


- With Ghost


- 9 Lives


- Kakakku Cinta Pertamaku


- Forced To Love


- Diculik Cinta


Vie Love You All...😘😘😘


Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE...!!!