Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Mencari Angel (Part 1)



Happy Reading...


*****


"Ja, kamu bisa telepon Angel, nggak?" tanya Anta.


"Kenapa memangnya, Kak?" tanya Raja seraya menyantap makan malam di meja makan.


"Kata Arga, Angel hilang."


"Apa?" Semburan dalam mulutnya langsung mendarat di wajah Anta.


"Duh, baru juga mau makan udah dikuahin duluan," keluh Anta.


Arya meraih tisu dan memberikannya pada Anta untuk membersihkan wajahnya. Raja terlihat bangkit dan langsung menuju sepeda.


"Bunda, aku pergi dulu ya!" seru Raja.


Dia mengayuh sepeda itu sekuat tenaga pergi menjauh.


"Ja, mau ke mana udah malam? Raja!" Dita berteriak kala melihat putranya itu.


"Kamu apain adik kamu?" tanya Dita menghampiri Anta.


"Anta cuma bilang kalau Angel hilang," ucap gadis itu.


"Apa? Angel hilang? Terus si Raja mau cari si Angel gitu?" tanya Dita dengan tatapan yang langsung menusuk ke manik cokelat milik anak gadisnya.


"Ka-kayaknya sih begitu Bunda," ucap Anta.


"Tunggu apa lagi? Buruan sana susulin si Raja, minta bantuan Lee sama Wewe apa sama Silla, bawa Ratu Sanca juga sana!" seru Dita memberi perintah yang tak bisa Anta bantah.


"Sekarang ya Bunda?" tanya Anta kala Dita mencoba menghubungi Anan dari ponsel.


Dita tak menjawab hanya memberi tatapan makin tajam. Bola mata cantik miliknya seolah ingin keluar mencakar putrinya.


"Bunda kamu serem banget, udah yuk aku anterin jalan sekarang," bisik Ria menarik ujung kaus milik Anta.


"Oke, deh."


Anta dan Ria menghampiri Dita untuk mencium punggung tangan ibunya seraya mengucap salam. Arya yang masih berada di sana juga mengikuti.


"Bunda kamu itu antik banget, masa nyuruh minta bantuan ke para setan bukannya polisi gitu, hadeh!" ucap Arya.


"Tau ah, Anta bingung mau cari ke mana. Kan kita juga mau ke rumahnya Mike," ucap Anta.


"Aku hubungi Arga dulu, ya, kira-kira Angel udah ketemu apa belum dan dia lagi di mana sekarang," ucap Ria.


Namun, ponsel gadis itu berbunyi tepat ketika dia hendak menelepon Arga.


"Hehehe ... maaf ya. Ini si Mike nelepon aku tumben banget, apa dia nyari kamu ya Nta gara-gara Arya nggak boleh kasih nomor jamu buat dia?" tanya Ria mencibir Arya.


Pemuda itu langsung menatap Ria penuh ancaman.


"Nggak tau deh, coba angkat!" sahut Anta.


"Kalau dia nggak sabar mau ketemu si Anta ntar gue yang ngomong, biar gue maki dia!" ancam Arya.


"Duh, aku takut si Arya ngamuk banting hape aku lagi," lirih Ria.


Anta langsung menghadang tubuh Arya agar tak mendekat pada Ria.


"Buruan angkat!" seru Anta.


Ria mengangguk.


"Halo dengan Ria cantik dan imut di sini, tumben banget nelepon aku, ada apaan Mike?" tanya Ria.


"Elo lagi sama pacar elo, kaga?" tanya Mike.


"Maksudnya Arga? Dia nggak ada sama aku, dia lagi panik adiknya hilang," ucap Ria.


"Serius luh adiknya hilang? Nah, gue baru mau tanya sama dia, kata nyak gue dia lihat adeknya Arga di mobil Pak Aji. Tapi nyak gue ngumpet di balik pohon pas liat adeknya Arga. Kata nyak gue juga si jeljel lagi tiduran, siapa namanya dah?"


"Angel bukan jeljel! Kok, nyak kamu tau itu adeknya Arga?" tanya Ria.


"Kan si jeljel itu sering ke tempat nasi uduk nyak gue, kadang barengan sama Arga sama neneknya juga," sahut Mike.


"Bentar-bentar ya mending elo ngomong sama Anta," ucap Ria.


"Hah? Ada Anta di situ? Ya mau banget gue ngomong sama dia. Mana orangnya?"


Ria menyerahkan ponselnya pada Anta.


"Kata Mike, nyak nya dia liat Angel," ucap Ria.


"Apa? Sama siapa? Di mana?" tanya Anta.


"Ngomong sendiri, nih." Ria menyerahkan ponselnya pada Anta.


"Di loud speaker biar aku tau kalian ngomongin apa!" titah Arya.


Ria hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Arya yang terlalu posesif.


*****


To be continue ...