Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Mike Pingsan



Happy Reading.


******


"Kamu cari saya?"


Seorang gadis berambut panjang yang mengenakan seragam putih abu-abu menepuk punggung Mike kala itu. Wajahnya pucat dan tertutup rambut sebagian.


"Nah, elo bukannya temennya mereka? Kok, nggak ikutan balik ke kelas?" tanya Mike.


"Tempat saya di sini," sahutnya datar seraya melangkah menuju toilet murid perempuan.


Mike melihat pergelangan tangan kanan gadis itu mengucurkan darah.


"Woi, itu tangan elo kenapa?" tanya Mike.


Gadis itu hanya menoleh dan tersenyum menyeringai.


"Coba Kak Feli geser dulu, Anta mau masuk," ucap Anta yang berlari dari kelas menuju ke toilet karena kebelet buang air kecil.


Gadis tadi sampai tertabrak bahu Anta dan membentur pintu toilet.


"Ya ampun si Anta kaga ada sopan-sopannya tuh anak!" sahut Mike.


Pemuda itu lantas meraih tangan gadis yang terluka tadi, tetapi ia tak bisa meraihnya. Berkali-kali ia coba lakukan lagi untuk meriah tangan gadis itu.


"Kok, nggak bisa gue pegang?" gumam Mike.


"Kenapa, Mike?" tanya Anta yang baru selesai melaksanakan buang air kecilnya.


"Oh, ya nggak bisa lah orang Kak Feli itu hantu," ucap Anta.


"A-apa? Apa elo bilang, di-dia hantu?" Mike menunjuk ke arah Feli.


"Halo, salam kenal aku Feli, aku penunggu di toilet ini," ucap Feli seraya melambaikan tangan yang pergelangannya ada luka sayatan dan masih mengucurkan darah itu.


"Ja-jadi, jadi elo han ...."


Brug.


Mike tumbang seketika. Ia tak sanggup juga menerima kenyataan kalau dia dapat melihat bahkan berbicara dengan hantu.


"Kak Feli sih pakai muncul segala," ucap Anta.


"Habis pas aku tepuk dia eh dia noleh terus bisa lihat aku, tapi pas dia mau sentuh aku dia nggak bisa, kok bisa begitu ya?" tanya Feli.


"Mana Anta tau, yang jelas ini berat kalau mau gotong dia ke UKS," sahut Anta mencoba menarik tangan Mike dan menyeret tubuh pemuda itu.


"Nggak bisa lagi, duh kamu tunggu di sini jagain dia, Anta mau lapor Pak Edwin dulu."


"Please deh, Kak, dia udah nikah jangan lope lopean begitu sama suami orang!" sahut Anta seraya melangkah pergi.


"Justru karena dia nikah makanya aku bunuh diri," gumam Feli lalu mengamati wajah tampan Mike dengan saksama.


"Cakep juga ini, nggak kalah cakep sama Arya dan Arga," ucap Feli.


***


Di ruang UKS sekolah.


"Ngapain sih, Nta?" Arya terlihat kesal melihat Anta yang menunggu Mike untuk bangun.


"Anta mau pastiin aja kalau dia nggak shock ketemu Kak Feli," ucap Anta.


"Tinggalin aja, yuk! Aku beliin bakso dua mangkok deh yang bakso granat, mau?" tanya Arya.


"Nggak mau, ah. Kemaren terakhir makan perut Anta sakit," jawabnya.


"Terus mau makan apa? Aku beliin deh dua porsi apa tiga porsi terserah Anta," ucap Arya meyakinkan.


"Ummmm... batagor sama es boba, terus beliin puding anggur juga," pinta Anta.


"Terserah Anta, apa aja aku beliin."


Arya mengulurkan tangannya pada Anta, tetapi saat gadis itu hendak meraihnya tiba-tiba Mike terbangun dan meraih tangan Anta.


"Kok, gue bisa ada di sini?" tanya Mike.


Arya langsung mendekat dan melepaskan tangan Mike dari Anta.


"Gue yang gotong badan berat elo ke sini. Cemen banget luh baru lihat hantu aja udah pingsan!" seru Arya dengan menunjukkan wajah ketusnya.


"Jadi beneran kalau cewek tadi itu hantu? Terus, kenapa Anta bisa nabrak itu hantu?" tanya Mike.


"Gini ya, sebenernya sih gue nggak bangga cerita tentang ini, tapi elo harus tau. Anta, gue sama Arga bisa lihat hantu dan sentuh mereka. Terserah elo mau percaya apa nggak!" ucap Arya menegaskan.


"Hmmm... berarti kata nyak gue tentang elo pas waktu kita ketemu di rumah Robi itu benar," gumam Mike menunjuk ke arah Anta.


Arya menoleh pada Anta yang mencoba menghindar dengan melangkah pelan-pelan keluar dari ruang UKS.


"Anta bisa jelasin kenapa bisa ketemu sama Mike waktu itu," ucap Anta berusaha membela diri sebelum Arya salah paham.


******


To be continue...