
Happy Reading...
*****
"Siapa sih Nyak yang temenan sama dia?" keluh Mike bergidik.
"Hidih, gue juga ogah temenan sama elu!" sahut Arya.
"Mereka temenan, Nyak, duduknya aja sebelahan satu meja. Pokoknya mereka berdua itu akrab banget," sahut Anta yang tertawa penuh ancaman agar Mike dan Arya menyetujui perkataannya.
"Wah, bagus banget kalau begitu. Nyak percaya sama Anta. Mau makan apa? Nyak kasih gratis buat Anta," ucap Nyak Muna menawarkan.
"Nggak mau gratis, Nyak, nanti Nyak rugi. Porsinya dibanyakin aja," pinta Anta.
"Sama aja, Nta, rugi juga yang jualan!" sahut Arya.
"Kaga apa-apa, duduk dulu di situ, Nyak mau siapin," ucapnya.
"Tapi saya ke sini bukannya mau makan, tapi mau kembaliin dompet bapak tadi yang ada di sini," ucap Arya.
"Itu kan Arya, kalau Anta sih emang mau makan," sahut gadis di sampingnya dengan tatapan penuh ancaman lagi.
"Bapak tadi? Maksudnya Pak Aji? Lagi numpang ke wc tadi," sahut Nyak Muna yang mempersilakan keduanya duduk.
"Bisa nggak kalau makan dulu, sekalian nunggu," ucap Anta menarik lengan Arya untuk duduk di sampingnya.
"Males banget aku tuh ngeliat si tikus," sahut Arya.
"Arya ...."
"Oke, kita makan dulu," ucap Arya akhirnya.
"Mike, buatin teh manis ya buat temen-temen kamu itu!" pinta Nyak Muna.
Dengan sangat terpaksa Mike menyanggupi. Namun, timbul rasa usil di pikirannya. Pemuda itu membuatkan teh manis untuk Anta tetapi tidak untuk Arya. Dia sengaja menambahkan garam untuk teh manis Arya.
Pak Aji keluar dari rumah, Arya langsung menghampiri pria itu dan mengembalikan dompet yang dia temukan malam minggu lalu.
"Iya, Pak, sama-sama. Untung ketemu di sini," ucap Arya.
"Sebagai rasa terima kasih saya, kalian mau makan apa? Nanti saya yang bayar," ucap Pak Aji menawarkan.
"Nggak usah, Pak, saya bisa bayar sendiri," sahut Arya yang menolak secara halus.
"Halah, pakai malu-malu kampret! Tuh kan kebetulan banget tuh dibayarin," celetuk Mike seraya meletakkan dua gelas berisi es teh manis untuk Anta dan Arya.
"Apaan sih, Luh! Mental gue nggak serendah itu yang nolongin orang berharap imbalan, gue ikhlas tau nolongnya! Gue makan di sini terpaksa karena Anta yang mau!" sahut Arya.
"Udah sih, ribut mulu kerjaannya, segitu cintanya kalau nggak berantem gatel kali mulutnya, ya?" sahut Anta.
"Idih, amit-amit, Nta!" sahut Mike.
"Gue lebih amit-amit!" sahut Arya.
Arya dan Mike saling menatap tajam bagaikan ada kilat yang menggelegar terpancar dari tatapan kedua mata mereka satu sama lain. Ditambah pula dengan awan hitam di atas keduanya yang kilatnya saling bersahutan. Anta sampai mengusap wajahnya dengan gemas dan menggelengkan kepalanya kala melihat kelakuan Mike dan Arya.
"Perasaan dulu Arya sama Arga nggak begini banget deh," gumam gadis itu.
"Nih, makan dulu, nasi uduk paket komplit sama ayam goreng, semur tahu tempe, mie telor, telor balado sama emping juga," ucap Nyak Muna yang hadir di antara Arya dan Mike membubarkan tatapan tajam kedua pemuda itu.
"Wangi banget ini nasi uduknya, Bunda sama Yanda pasti suka kalau makan di sini," ucap Anta.
"Nah, kapan-kapan ajak aja makan di sini, kali aja bisa Nyak ajak besanan," ucap Nyak Muna sampai membuat Arya menggebrak meja secara spontan.
"Bangun-bangun makan tokek!" pekik Nyak Muna seraya mengangkat kedua tangannya ke atas.
******
To be continue...
Jangan lupa vote, like, komentar dan follow akun Vie. Terima kasih.