Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Bayangan Hitam



Happy Reading.


*****


"Nyak mau minta tolong, bisa?"


"Mau minta tolong? Minta tolong apa, Nyak?" tanya Anta tak mengerti.


"Nyak, ngapain di situ?" tanya Mike yang mendekati dari kejauhan.


"Nyak ada perlu sama temen kamu."


"Nyak mau minta tolong apa dari Anta?" tanya gadis itu.


"Nyak udah denger semuanya, kamu bisa buat kakak saya tadi datang arwahnya dan memperlihatkan kakak saya ke suaminya, iya kan?" tanya wanita itu seraya mengguncang kedua bahu Anta.


"Bu-bukan Anta yang buat ibunya Robi datang. Dia datang sendiri karena masih ada masalah yang harus dia selesaikan."


"Tetep aja, kamu bisa lihat para arwah penasaran. Nyak mau tanya kamu bisa lihat anaknya kaga?" tanya wanita itu.


"Itu, anaknya Nyak, iya kan?"


"Tuh kan kamu bisa lihat, mana anaknya?" Nyak Muna langsung menoleh ke sekeliling tetapi wanita itu tak mendapati yang ia ingin dapatkan kala itu.


"Mana anak Nyak?" tanyanya lagi.


"Itu si Mike kan anaknya Nyak," ucap Anta seraya menunjuk ke arah Mike.


"Bukan dia, tapi anaknya Nyak yang satu lagi," ucapnya.


Anta menggaruk kepalanya meski tak terasa gatal. Gadis itu makin tak mengerti arah pembicaraan dari wanita di hadapannya ini.


"Nyak, ngapain sih kayak gitu?" tanya Mike berusaha melepas tangan ibunya dari lengan Anta.


"Nyak cuma pengen tau apa dia bisa lihat arwahnya Mikha," lirik wanita itu seraya terisak. Air matanya makin tak terbendung kala mengingat sosok putrinya yang menghilang satu minggu yang lalu.


"Udahlah, Nyak, polisi kan masih cari Mikha," ucap Mike yang kini sudah memeluk ibunya.


"Mikha itu siapa?" tanya Anta.


Mike tak menjawab pertanyaan gadis itu. Ia lantas membawa ibunya masuk ke dalam rumah Robi.


"Yee... ditanya baik-baik malah diem aja, buset dah ada orang begono banget romannya," keluh Anta.


"Heh, Kak Anta kebawa suasana aja tau, siapa juga yang naksir sama Mike, huh!"


"Ya kali aja gitu, hayo bilangin Kak Arya lho," ucap Raja.


"Mau ngerasain naik motor masuk ke kali, nggak?" ancam Anta.


"Nggak mau, nggak usah makasih, Kak. Ayo, kita pulang katanya nggak mau ikut ke kuburan, kan," ucap Raja seraya duduk di kursi belakang motor matic milik Anta.


"Bagus."


***


Malam itu di beranda belakang rumah Anta, gadis itu masih memikirkan bayangan hitam yang ia lihat pada Mike dan ibunya.


"Kamu kenapa bengong di sini?" tanya Dita yang ikut duduk di samping putrinya.


"Eh, Bunda, adek udah pada bobo?"


"Lagi sama Yanda sama Raja, Bunda cari kamu buat cuci piring malah bengong di sini, ada apa emangnya? Bukan karena Arya, kan?" Dita menggoda putrinya sampai merona itu.


"Apaan sih, Bunda, bukan karena Arya lah." Gadis itu lantas menceritakan apa yang sedang ia pikirkan tentang bayangan hitam yang ada pada Mike dan ibunya tersebut.


"Hmm... bingung juga ya, kalau udah meninggal harusnya kamu bisa lihat arwahnya bukan hanya bayangan hitamnya saja. Tapi, kalau belum meninggal, bayangan itu milik siapa?" Dita mengetuk dagunya berkali-kali.


"Itu yang Anta bingung. Terus, bagaimana Anta menyelidiki bayangan hitam itu, ya?"


"Teruslah berada di dekat Mike, kamu bawa si Silla."


"Kenapa harus bawa Tante Silla?"


"Supaya saat bayangan itu menampakkan diri, Silla bisa menangkap bayangan hitam itu. Apakah bayangan itu arwah adiknya Mike atau malah jin jahat yang ingin menguasai tubuh Mike. Udah yuk cuci piring dulu!" ajak Dita.


"Oke, eh Bunda lihat deh tuh ada pocong di atas genteng!" tunjuk Anta pada sosok pocong di atas gentengnya.


"Oh, udah seminggu ini dia selalu ada di situ. Kasian ya, dia galau terus ada di sana sambil ngeliatin bulan. Mana dia selalu curhat sama kucing oren itu, ckckck."


"Iya ya, lucu banget. Kasian sama kucingnya juga," ucap Anta.


******


To be continue...