Anta's Diary

Anta's Diary
S2 - Di Kamar Mayat



Happy Reading.


******


Anta dan Arya menuju ke rumah sakit. Sampai di dalam sana, lift tampak penuh.


"Naik lewat tangga darurat aja, yuk!" ajak Arya.


Keduanya menuju ke arah pintu tangga darurat. Namun, Anta melihat sosok anak kecil yang menangis di depan pintu sebuah ruangan. Gadis itu mendekat.


"Nta, mau ngapain?" bisik Arya.


"Anta mau nolongin dia, kasian tau."


"Nta, ayolah ... dia bukan manusia," bisik Arya.


Anta tak peduli pada Arya, ia tetap mendekati anak kecil tersebut.


"Kamu kenapa ada di sini?" tanya Anta pada anak perempuan yang meringkuk dan menangis itu.


"Kakak, bisa lihat saya?" tanyanya.


Anta tersenyum dan menganggukkan kepala.


"Kamu kenapa di sini?" tanya Anta.


"Aku takut masuk ke dalam sana!" ucapnya.


"Hmmm ... perasaan nggak enak nih, Nta ayolah buruan ke tempat Mama Dewi!" ajak Arya kala melihat ruangan tersebut tertulis "Kamar Mayat" di bagian pintunya.


"Emang di dalam kenapa? Kok takut?" tanya Anta.


Di dalam sana ada mama aku, tapi aku takut," ucap anak perempuan itu.


Anta perlahan mendorong pelan pintu kamar mayat tersebut.


"Sini jalan pelan nggak usah takut, tunjukin mana mama kamu," ucap Anta.


Gadis itu menarik tangan Arya agar ikut berjalan pelan-pelan masuk ke dalam kamar mayat. Namun, sesuatu mengusik gadis itu. Bulu kuduk keduanya mulai meremang.


"Nta, pasti di belakang kita ada sesuatu," ucap Arya.


Rasa penasaran Anta yang kuat dan ingin tahu yang besar membuatnya tak tahan untuk melirik sosok yang di belakangnya tadi.


Benar saja yang dikatakan Arya, ada sosok hantu perempuan korban kecelakaan. Hantu itu tubuhnya terbelah dua dengan bagian pinggang kebawah hancur, terlihat darah berceceran dari badan pinggangnya yang terbelah. Kaki bagian bawahnya berjalan ke arah Anta dan Arya sementara setengah badan lainnya berada di atas kasur menatap keduanya.


"Aku takut sama mama aku karena serem, tapi mama aku mau minta tolong," ucap hantu anak perempuan tadi.


Bau anyir darah tercium menyengat hidung dan menjijikan. Hantu wanita itu tak menjawab. Dia menunjuk ke arah sang anak.


"Kamu dicari sama mama kamu, tuh!" ucap Arya menoleh pada anak yang ketakutan melihat tubuh hancur sang mama.


"Nggak apa, kamu deketin mama kamu aja," ucap Anta meyakinkan hantu anak tadi.


Anta lantas melihat sosok gadis kecil yang tertutup selimut warna putih di samping hantu wanita yang badannya terbelah dua itu.


"Ini kamu, ya?" tanya Anta saat menyibak selimut tersebut.


"Tolong bilang ke anak saya, mari kita pergi ke alam kita!" lirih wanita itu.


"Oh, kamu disuruh sama mama kamu buat ikut kembali ke alam kamu, jangan takut," ucap Anta meyakinkan anak tadi.


Akhirnya anak perempuan itu mencoba mendekat ke arah ibunya. Hantu wanita itu lantas menunjuk Anta agar mendekat.


"Sampaikan pada suami saya, buku tabungan dan emas ada di bawah kasur," lirihnya.


Kedua hantu itu lalu menghilang. Rupanya kedua hantu itu korban kecelakaan. Sang ibu terpental dari sepeda motor dan terlindas truk besar. Sementara putrinya yang tak memakai helm terbentur kepalanya dan mengalami pendarahan. Sang suami masih hidup dan berada di ruang ICU.


"Kalian pada ngapain di sini?" seorang dokter perempuan datang ke dalam kamar mayat.


"Ma maaf Kak, saya cuma mau cari keluarga saya yang korban kecelakaan," ucap Anta memberikan alasan palsu.


"Kalian siapanya dua korban itu?" tanyanya.


"Saya keponakan suami wanita ini," sahut Anta. Dia sengaja mengaku keponakan suami korban tersebut agar bisa tau di kamar mana suami ibu tadi dirawat.


"Harusnya kalian ke bagian administrasi, suami ibu itu ada di lantai tiga di ruang ICU, ucap dokter wanita penjaga kamar mayat tersebut.


"Oh, begitu... baiklah terima kasih informasinya." Anta menarik Arya keluar ruangan dan menuju kamar pria tersebut dirawat.


Sesampainya di depan ruang ICU, gadis itu menitipkan pesan ketika pasien sadar nanti agar membaca pesan dari Anta yang dititipkan pada suster tersebut.


Masalah satu hantu kelar, timbul masalah baru kala Anta mendapati sosok tanpa kepala di salah satu anak tangga darurat menuju lantai tiga.


******


Jangan lupa favorit, like, komentar dan vote.