Anta's Diary

Anta's Diary
Kembali dari Hutan Kuntilanak



Happy Reading... (Maaf Kemaren gak update, hiks hiks...)


Jangan lupa di like, komen dan jangan lupa Votenya ya Kakak-kakak semuanya.


*******


"Gak apa kalau kamu masih sekolah, nanti Tante ajarin biar pintar hihihi... cepetan paku saya!" ucap Kuntilanak itu.


"Hai, Mirah! Ngapain kamu di situ?" seru suara seorang wanita yang baru saja sampai.


Ia melayang menghampiri hantu kuntilanak bernama Mirah di hadapan Arga tersebut.


"Hei, Ratu Lasmi, kok main ke sini?" tanya Mirah.


"Ratu kamu mana?" tanya Kuntilanak tersebut yang dibelakangnya berdiri seorang Kuntilanak bergaun hitam beda dari lainnya.


"Ini temannya kenapa?" tanya Kuntilanak bergaun hitam itu pada Anta.


"Pingsan, Kak, ketakutan," sahut Anta.


Arga mencoba menarik Arya dan Iman tapi mereka tak bisa bergerak dan akhirnya terjatuh menimpa Arga.


"Ih, gue kena ompol elo, nih!" pekik Arya saat tubuhnya tertindih Iman.


"Ya, maaf, habisnya aku ketakutan," sahut Iman.


"Laila, kamu tunggu sini, ya, aku mau cari kembaran aku dulu," ucap Ratu Lasmi lalu pergi bersama Mirah mencari Ratu Rahmi.


"Baik, Kak Ratu," sahut Laila.


"Sini aku bantu temen kamu biar sadar," ucap Laila.


"Kakak Kuntilanak? kok, Cantik banget sih?" Ucap Anta.


"Ya, saya Kuntilanak, masih baru nih, kamu udah lama ya bisa lihat hantu?" tanya Laila.


"Dari Anta lahir," sahut Anta.


"Biarpun Kuntilanak gue ogah dah bilang dia cantik," gumam Arya.


Laila yang mendengar celetukan Arya menghampiri anak muda tersebut dengan merangkak.


"Mau liat wajah cantik saya yang asli gak?"


Laila menutupi wajahnya dengan rambut panjang terurai ke bagian depan. Laila merangkak menghampiri ketiga anak muda itu lalu ia sibak rambut panjang itu memperlihatkan wajahnya. Wajah perempuan yang di lihat Arya dan lainnya itu terluka di bagian pipi kirinya dan masih mengeluarkan darah. Kulitnya mengelupas dan hampir copot.


"Aaaaaaaaaa...!!!"


Arga, Arya sontak saja terkejut dan langsung berteriak. Sementara Iman bingung tak bisa melihat hantu Laila lagi.


"Kalian lihat hantu, ya?" tanya Iman pada Arga dan Arya.


"Emang kamu gak bisa lihat lagi?" tanya Arga.


"Gak bisa lihat lagi, tadi kan gue bisa lihat," sahut Iman.


"Jangan deh entar elu ngompol lagi!" seru Arya.


"Kan, tadi pemanasan, sekarang gue mau lihat hantu," ucap Iman.


"Nah, cantik mana sama muka saya sekarang?" Laila menggoda dua anak muda tersebut.


"Cantik ini, sih," gumam Arga.


"Iya, dong! Aku kan Kuntilanak yang cantik, hihihihi..." Laila tertawa cekikikan.


"Anta, mereka pada kenapa, pasti liat hantu, ya?" tanya Mey yang baru saja tersadar dari pingsannya.


"Iya, Mey mau lihat?" tanya Anta menggoda Mey.


"Gak mau, ah!"


"Kirain mau lihat, Anta kasih lihat, nih."


"Gak mau! Emang kamu sejak kapan sih Nta bisa lihat hantu?" tanya Mey.


"Sejak sekarang, sama kayak kamu tadi, kayaknya nih kita masuk ke ke Hutan penuh hantu deh, hantunya kuntilanak semua," ucap Anta dia memberi alasan palsu pada Mey.


"Iya, ya, kayaknya kita masuk ke hutan Kuntilanak, deh," sahut Mey.


"Eh, Laila ada pria yang lagi direbutin sama Ijah, tuh! Kamu tadi bilang kamu ke sini sama manusia, kan?" tegur Ratu Lasmi.


"Aduh, jangan-jangan Dika cariin aku lagi, duh aku harus menyelamatkan Dika kalau begitu, aku pergi dulu ya, dah semuanya..." ucap Laila melambaikan tangannya lalu terbang bersama Ratu Lasmi.


"Iya, dia Ratu Kuntilanak sebelah tenggara sementara aku sebelah barat," sahut Ratu Rahmi.


"Lho, kan ada delapan penjuru mata angin, berarti ada delapan ratu kuntilanak, dong?" tanya Arya yang bersembunyi di balik tubuh Arga.


"Betul sekali, ganteng! Mau bertemu dengan mereka semua?" tanya Ratu Rahmi.


"Makasih banyak Ratu, cukup ketemu Ratu aja," ucap Arya dan Arga bersamaan.


"Baiklah karena tadi saya sudah bertemu dengan Ratu Kencana Ungu, saya akan antar kalian ke perkemahan," ucap Ratu Rahmi.


"Wah, Ratu ketemu Bunda?" tanya Anta.


"Iya, tadi dia video call sama saya, hihihi."


"Video Call???" Arga, Anta dan Arya berucap bersamaan.


"Sejak kapan Bunda bisa pegang hape di sana?" tanya Anta.


"Bukan ponsel seperti kalian punya ini namanya hubungan antar dunia gaib, hihihihi..." sahut Ratu Rahmi.


"Oh..."


"Ayo saya antar kembali ke perkemahan!"


Iman dan Mey saling menatap karena mereka tak bisa melihat Ratu Kuntilanak Rahmi jika Anta tak membuat mereka melihatnya. Sebenarnya dalam hati Iman, ia ingin sekali melihat hantu. Terlebih saat ayah dan ibunya meninggal, ia ingin sekali bertemu mereka tapi tak pernah bisa bertemu meskipun ia mencoba bermain dengan papan ouija ataupun jailangkung untuk memanggil arwah ayah dan ibunya.


Namun, pada kenyataannya saat ia melihat hantu Iman malah mengompol karena ketakutan. Anak muda bertubuh gemuk itu mencoba menarik napas dalam dan menghela berat. Tekadnya kini kalau ia ingin melihat hantu agar bisa memanggil arwah ayah dan ibunya kelak.


***


Rombongan Anta sampai ke bumi perkemahan. Mereka menjadi tim yang sampai paling akhir. Ibu Lesti hampir saja menghubungi penjaga setempat karena mengira mereka hilang. Akhirnya semua rombongan dipersilakan untuk beristirahat masuk ke dalam tenda masing-masing.


Pukul dia dini hari, rasa mulas hinggap di perut Anta. Mey sudah pulas di sampingnya. Gadis itu bangkit dan menuju kamar mandi khusus perempuan. Anta mencari keberadaan hantu Silla dan Uli.


"Ssttt... anterin Anta ke wc, yuk!" ajak Anta saat melihat Silla sedang bermain ayunan menggunakan akar pohon bersama Pocong Uli


"Hadeh, di mana-mana manusia takut ketemu kita kalau mau ke wc malem-malem, eh ini bocah malah minta temenin kita ke wc," keluh Pocong Uli.


"Baru tau kan sama yang namanya Anta, cuma dia yang jadiin Kuntilanak asisten rumah tangga," sahut Silla yang menghampiri Anta.


"**** banget tuh hantu mau aja jadi pembantu, hahaha..." sahut Uli


"Kamu tau gak siapa hantunya?" tanya Silla.


Pocong Uli menggelengkan kepalanya.


"Aku tau hantunya!" Silla cemberut menatap Uli.


"Oh, maaf deh kalau gitu, berarti kalau deket-deket Anta siap-siap deh jadi anak buah dia," gumam Uli.


Anta akhirnya menuju wc bersama Pocong Uli dan Kuntilanak Silla menemaninya. Sunyi dan sepi hanya terdengar suara jangkrik. Tiba- Tiba Anta terkejut dan menghentikan langkahnya saat melihat sosok besar di pintu depan kamar mandi tersebut. Tubuh sosok itu bisa dibilang seperti buto ijo tapi warna kulitnya itu hitam.


Sosok tak kasat mata itu berwarna hitam dan memiliki sedikit bulu. Wajah Buto Ijo pun sangat menyeramkan. Kedua matanya selalu melotot seakan-akan menantang siapa saja yang berani menatapnya. Ia juga mempunyai taring yang panjang. Selain ciri fisik yang mengerikan tersebut, Buto Ijo juga memiliki ciri lain yaitu baunya yang sangat busuk mirip dengan buangan limbah.


"Hmmm ini sih, Buto Hitam namanya," ucap Anta seraya menutup kedua hidungnya dengan jari.


"Bau banget dia, Nta," gumam Silla mengikuti Anta menutupi hidungnya sementara Pocong Uli memasukkan wajahnya sebagian ke dalam kain kafan lusuh yang ia pakai untuk menutupi hidungnya.


******


Follow IG ku ya @vie_junaeni


Mohon dukungannya, mampir juga ke Novelku lainnya.


- Pocong Tampan


- With Ghost


- 9 Lives


- Kakakku Cinta Pertamaku


- Forced To Love


- Diculik Cinta


Vie Love You All...😘😘😘


Pleaseeeeee Jangan lupa VOTE buat dapatkan GA pulsa 20K tiap bulannya, semangat...!!!