Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 88 - Tidak ada yang mendukung



Tak ada yang bisa menolak takdir. Manusia semua terikat takdir dan terikat dengan yang namanya sebab akibat. Setiap manusia hanya bisa mengubah takdirnya. Hanya saja mengubah takdir tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada perjuangan dan juga pengorbanan di dalamnya.


Manusia juga dengan hukum alam. Dimana yang menabur kebaikan akan mendapatkan balasan kebaikan juga dan bagi siapa menabur kejahatan maka akan mendapatkan karma atas perbuatannya.


Jodoh, maut, rezeki semua sudah diatur oleh sang pencipta untuk setiap hambanya. Seperti halnya Dinniar dan Darius yang awalnya ditakdirkan bersama ternyata tidak bisa mempertahankan takdir mereka sampai di akhir hayat, seperti janji yang pernah mereka ucapkan bersama. Ternyata jodoh mereka hanya sampai beberapa tahun saja. Hal seperti ini yang manusia tidak pernah terpikirkan.


Dinniar tengah merenungkan nasibnya kini dan ucapan mertuanya tadi siang. Dia yang sudah gagal satu kali dalam membina rumah tangga, takut gagal untuk ke dua kalinya. Namun, dia juga butuh seorang pria untuk memberikan perlindungan kepadanya.


Dinniar selalu meyakini bahwa kisah cinta dia dan Darius akan berakhir dengan bahagia. kedua orang tua telah merestuinya hingga naik ke pelaminan bahkan telah memiliki seorang putri yang begitu cantik. namun pada kenyataannya semua kandas di tengah jalan. dinner merasa awalnya semua tidak adil baginya yang begitu tulus mencintai namun ternyata dikhianati.


Dinniar dan Darius yang sudah berpacaran cukup lama dulu memutuskan untuk menikah. untuk lebih mengenal dekat dan ingin lebih tepat menyalurkan kasih sayang mereka.


diniar mengingat semua yang telah ia lalui bersama dengan Darius. masa-masa yang dia hadapi berdua bukan hanya masa-masa senang. dia juga masa-masa sulit dijalani bersama dengan Darius.


Diniar kini harus melepas semua perasaan dan masa lalunya bersama dengan Darius demi untuk menjalani masa depan yang lebih cerah bersama dengan pria pilihannya kini.


sakit, kecewa, marah, kesal, dan benci semua harus dilepaskan sebelum masuk ke dalam kehidupan baru.


meski nyatanya sebagai seorang perempuan tidak mudah melepas segala sesuatu yang pernah dia rasakan dan melepas rasa kesal karena mengetahui orang yang sangat dicintainya bersama dengan orang lain.


dinner menangis. jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. tubuhnya bergetar. dan air mata pun tumpah ruah tanpa sanggup membendungnya Lagi.


antara masa lalu dan masa depan merasuk di dalam kepalanya. membuat dia banyak bertanya-tanya apa kamu mungkin dia bisa melepas masa lalunya dan dia juga bertanya-tanya apakah dia mampu untuk menjalani masa depannya bersama dengan orang yang belum sepenuhnya dia kenal dan belum sepenuhnya dia cintai.


apa yang pernah digenggam olehnya dulu tiba-tiba genggaman itu harus lepas dari tangan. dan saat ini saat dia ingin meraih tangan seseorang dia bahkan takut untuk menggenggamnya. dia takut kegagalan itu akan terjadi lagi.


Namun semua orang berusaha meyakinkan dirinya bahwa kegagalan itu hanya sekali dan masa depan yang cerah sedang menanti.


dinner masih sering bertanya-tanya mengapa ini semua bisa terjadi. mengapa semua harus seperti ini kehidupannya bersama dengan Darius. dia juga masih bertanya-tanya Kenapa janji yang pernah diucapkan oleh pria yang dicintainya itu harus diingkari. Darius selalu memberikan kepastian kepastian dan menjamin kebahagiaannya namun tidak ditepati.


itu yang membuat Dinniar takut untuk melangkah lebih jauh bersama dengan Jonathan. dia takut sekali saat dia nanti sudah mencintai dan menggenggam kembali tangan orang yang dia cintai tiba-tiba badai kembali menerpa.


dinner menarik nafasnya dalam-dalam. dan perlahan dihembuskan dan dia akhirnya menyerahkan segalanya kepada Allah subhanahu wa ta'ala. dia akan mengikhlaskan demi kebahagiaannya dan juga demi kebahagiaan Tasya.


dia akan berusaha menata kembali hatinya yang sudah hancur. dan dia akan memulai kembali kehidupan bersama dengan pria yang katanya begitu mencintainya dan sudah banyak menolong dia dan juga Tasya.


Dinniar menerima Jonathan setelah melihat putrinya begitu nyaman bersama Jonathan dah bahkan memanggilnya papa. Dinniar percaya kalau Jonathan bisa memberikan perlindungan. Akan tetapi dia masih trauma akan kegagalan. itu saja masalahnya sekarang.


"Ya Allah, Aku serahkan hidupku kepadamu. Aku memohon berikan petunjuk atas semua yang akan aku lalui kedepannya. Untuk permintaan mertuaku. Aku mohon bantuan mu untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Aku tidak mau mengambil keputusan yang salah yang bisa merugikan diriku kedepannya nanti." Dinniar melepas mukena yang digunakannya dan setelahnya beranjak ke tempat tidur untuk istirahat.


...***************...


Susi dan Darius duduk di ruang televisi. Susi menatap wajah putranya yang pandangannya memandang layar kaca berukuran tujuh puluh in. Pandangan Darius memang tertuju kepada televisi besar itu. Namun, pikirannya tidak bersama pandangannya saat ini.


"Darius, Ibu mau bicara kepadamu." Susi mulai bicara dengan nada serius.


"Bicara apa Bu?" tanya Darius yang kini mengalihkan pandangannya ke wajah ibunya.


"Tadi ibu pergi ke tempat Dinniar bekerja. Ibu meminta permohonan kepadanya untuk kebaikan kalian berdua." Susi memegang tangan putranya.


"Apa yang ibu bicarakan? Apa tentang permintaanku yang ingin rujuk dengan Dinniar? Apa dia menyetujuinya?" tanya Darius yang bergantian memegang tangan ibunya.


Susi menggeleng. "Ibu terlalu malu untuk meminta itu darius. Ibu ke sana tadi memintanya untuk menarik tuntutannya kepada Cornelia. Dia sedang mengandung. Dia butuh sosok untuk menguatkannya yaitu kamu suaminya." Susi menghela nafas setelah selesai bicara.


"Tidak, ibu. Kenapa ibu lakukan hal itu? Cornelia pantas mendapatkannya. Dia telah menculik cucu ibu satu-satunya. Tidakkah ibu tahu seperti apa Cornelia sekarang? dia seakan bukan wanita yang aku kenal dulu. dia sudah seperti monster. Aku tidak bisa hidup bersamanya lagi." Darius melepas genggaman tangan ibunya lalu berdiri.


Darius memijak keningnya. Dia frustasi dengan apa yang dilakukan oleh ibunya. Darius menganggap kalau ibunya tidak mengerti apa yang dia rasakan saat ini. Bagi Darius sekarang tidak ada seorangpun yang memihak dirinya.


Susi terkejut mendengar ucapan putranya yang tidak ingin bersamanya dengan istri barunya itu.


"Bu, aku mohon jangan lagi datangi Dinniar hanya semata karena Cornelia. Aku mau menghapus wanita itu dari hidupku." Darius bicara dengan nada meninggi.


Susi langsung mengerutkan dahinya. dia tidak membenarkan Apa yang diucapkan oleh putranya. karena dia tahu apa yang dilakukan oleh Cornelia itu juga salah satunya adalah penyebab karena sikap Darius.


"Darius, apa maksudmu? Wanita itu sudah mengandung anakmu. Tidak mungkin ibu menutup mata dan telinga. Dia memohon kepada ibu untuk membebaskannya. Dia juga sedang mengandung salah satu cucuku. Aku akan mendapatkan cucu lain. Keberadaan anak itu sama saja dengan Tasya. Mereka sama-sama darah dagingku. Tidak mungkin aku mengabaikannya." Susi bicara dengan tegas.


Darius marah mendengar ibunya membela Cornelia karena sedang mengandung darah dagingnya. Darius merasa karena dia tidak pantas lagi untuk diberikan kesempatan menghirup udara kebebasan. Darius merasa kalau dia pantas mendapatkan hukuman itu karena kesalahannya. dia sebagai seorang ayah tidak terima ketika putrinya disakiti oleh orang lain.