Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
286 - kejutan



Dinniar mengantar suaminya ke depan rumah. Jonathan sudah bersiap untuk pergi bekerja. sebelum berangkat. Jonathan menyempatkan untuk mengecup kening sang istri. Mengecup istrinya adalah ritual rutin setiap kali dia pergi keluar rumah. Bagi pasangan suami dan istri. Momen itu sangat penting. Bisa menguatkan ikatan cinta dan mencurahkan rasa sayang kita kepada pasangan.


"Aku pergi dulu." pamitnya.


Dinniar menatap kepergian sang suami yang tampan itu. wajah tampan yang dimiliki suaminya kerap menjadi bumerang. Karena wajahnya membuat setiap wanita terpesona dan jatuh hati. Tidak salah kalau Melinda menyukai Jonathan. Hanya saja, wanita baik-baik tidak akan menggoda suami orang meskipun tampan.


"Bi, saya mau pergi ke butik. Nanti kalau anak-anak sudah pulang sekolah tolong makanannya di panaskan. Tolong juga ingatkan pak supir untuk lebih awal menjemput Devano dan Tasya." pesan Dinniar.


"Siap, Bu. Tenang saja. Bibi sudah buat pengingat biar tidak lupa." bibi menunjukkan pengingat yang sudah dia atur di telepon genggam miliknya.


Dinniar tersenyum. Dia sangat senang para pekerja di rumahnya begitu memperhatikan setiap anggota keluarga. Dinniar naik ke lantai atas untuk bersiap sebelum pergi ke butik miliknya.


"Aku pakai baju apa ya hari ini?" Dinniar bingung memilih pakaian yang akan dia kenakan.


Pagi hari ini dia ada pertemuan dengan salah satu calon pelanggan barunya. dia harus tampil maksimal agar bisa menyesuaikan diri dan memberikan rasa percaya kepada pelanggan barunya.


sebagai seorang pemilik butik Dinniar kerap kali sering bertemu banyak orang dengan perangai yang berbeda-beda. Dinniar selalu berusaha tampil meyakinkan dihadapan mereka agar mendapatkan kesan yang baik.


Selesai mengenakan pakaian. Dinniar keluar kamar dan segera menuruni anak tangga untuk menuju lantai bawah. saat dia hendak menginjak anak tangga terakhir. Ternyata mamanya ada di rumahnya. Dinniar begitu terkejut dengan kehadiran mendadak mamanya.


"mama." Dinniar sangat senang melihat bawah sang mama.


"Sayang, apa kabarnya kamu?" tanya mamanya.


"Baru subuh tadi. Lalu mama dan papamu langsung pergi ke kantor. Papa ada urusan dan mama di antar supir ke rumahmu." ujarnya.


"Yah, tapi Dinniar harus pergi ke butik." kata Dinniar dengan wajah cemberut.


"sebentar, aku minta undur jam ketemunya. Biar aku bisa temenin mama dulu." Dinniar mencari telepon genggamnya di dalam tas.


Sang mama mengehentikan gerakan putrinya. "pergi saja. mama akan menginap di sini. Mama kangen banget sama ketiga cucu tersayang, mama." ujarnya dengan senyuman.


"Maafin aku ya mah." Dinniar merasa tidak enak kepada mamanya.


"mama yang minta maaf. Karena tidak memberitahukan kamu kalau akan pulang hari ini. mama hanya ingin memberikan kejutan."


"Aku seneng banget dengan kejutan mama. Aku kangen mama " Dinniar memeluk mamanya erat.


"Dinniar pergi dulu ya mah. Mama di rumah saja. Jam sebelas nanti Devano pulang sekolah. mama bisa main dulu sama Devano." kata Dinniar seraya melepas pelukannya.


"sudah tenang saja. Kamu ini kayak sama tamu ajah. Sudah pergi sana ke butik. Nanti pelanggan kamu nungguin."


Dinniar berpamitan dan langsung pergi dari rumah menggunakan mobilnya. Dia menyetir mobil sendiri. Dinniar sudah merasa begitu sangat aman. Karena cornelia sudah dijebloskan ke dalam penjara. Sekarang dia bisa bernapas lega. Dan hidup dengan nyaman bersama keluarga tercintanya.