Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 201 - Permintaan maaf



Setelah drama kemarin keluarga Jonathan kembali utuh dan kembali rukun. Jonathan yang hari ini seharusnya libur bekerja. harus tetap bekerja, tapi memilih berangkat agak siang dari biasanya. Dia menyempatkan menyantap sarapan pagi bersama keluarganya.


"Selamat pagi semuanya." sapa Jonathan sambil menarik kursi tempat dia duduk di ruang makan.


"selamat pagi, papa." Tasya menjawab sapaan papanya.


"Papa hari ini kerja juga?" tanya Tasya.


"Iyah sayang, tapi papa hari ini berangkat jam sepuluh pagi. sebelum berangkat kerja. papa mau main dulu sama anak-anak papa yang cantik-cantik dan ganteng." Jonathan tersenyum sampai matanya menjadi sipit.


"Hore! Aku seneng banget. pokoknya nanti aku mau papa bacain aku buku cerita. aku punya buku cerita baru dan aku mau papa baca semuanya." kata Tasya sambil menggerakkan tangan dan kakinya sangking girangnya.


"baiklah tuan putri papa yang sangat cantik sekali." Jonathan mendekatkan pipinya di pipi Tasya.


Dinniar senang karena Jonathan sudah begitu tenang. Dinniar berharap kejadian kemarin tidak terulang lagi dalam bentuk apapun itu. karena kecemburuan bukan hanya dimiliki orang dewasa kepada pasangannya. kepada anaknya juga memiliki kecemburuan dan itu membuat hati menjadi buruk.


"Silahkan di makan. pagi ini mami buatkan pizza kesukaan kakak-kakak cantik." Dinniar menyediakan dua loyang pizza medium buatannya sendiri.


mereka makan dengan sangat lahap. sedangkan Dinniar dia sarapan pagi menggunakan menu tambahan yaitu sayur katuk agar asinya melimpah dan bisa memberikan asi yang berkualitas untuk putranya.


"Mih, Pah. Senin kita sudah libur sekolah. apa kita boleh menentukan tempat liburan?" tanya Alesya yang sangat ingin pergi berlibur dengan keluarganya.


"boleh. tentu saja boleh sayang. kamu dan Tasya diskusikan kemana kalian akan pergi. nanti beritahu papa dan om Rendy akan mengatur jadwal liburan kita. sepertinya liburan kali ini cukup di dalam negeri. karena papa masih banyak pekerjaan yang harus di urus di kantor." jelas Jonathan.


"Siap Baginda raja. kita akan mengikuti perintah Baginda raja." kata kedua putri cantik itu dengan kompak.


Kebahagiaan yang hakiki memang selalu datang dari keluarga. keluarga adalah tempat kita berbagi keluh dan kesah. Keluarga adalah tempat kita menumpahkan segala perasaan yang sedang kita rasakan. memiliki keluarga yang saling support dan saling pengertian membuat kita semakin yakin kalau keluarga adalah segalanya untuk kita semua.


Jonathan memberikan waktu kepada kedua putrinya untuk menentukan kemana mereka akan pergi berlibur. Jonathan sengaja melakukan itu agak kedua anaknya berani berpendapat. Dia melihat kedua putrinya sedang berinteraksi seputar liburan sekolah. Tasya yang penuh dengan keinginan, sedangkan Alesya hanya akan menanggapi dan memberikan masukan untuk adiknya. suasana yang sangat harmonis. membuat setiap mata yang melihat akan merasa iri dengan kedekatan adik dan kaka yang dipertemukan saat dewasa melalui orang-orang disekitarnya. Menjadi saudara bukan tentang garis keturunan atau saudara sedarah. Saudara adalah tentang bagaimana kita saling mengerti dan memberikan pengertian.


Dinniar dan jonathan sangat senang karena ke salah pahaman diantara mereka sudah selesai dan mereka kini saling kembali memperlihatkan rasa sayang. Jonathan menatap wajah istrinya dan menggenggam tangan istrinya erat. Pasangan yang meski sudah memiliki tiga anak ini tetap ingin hubungan mereka terjalin dengan harmonis.