Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 65 - Perjodohan



Tasya dan Dinniar sampai di rumah mereka. Sonia dan Adrian yang mengantar mereka sampai ke rumah.


"Terima kasih ya dri, son. aku enggak tahu lagi deh harus bicara apa sama kalian. kalian udah baik banget sama aku." Dinniar menatap kepada kedua sahabatnya.


Dinniar juga merasa terbantu sekali tadi. Di saat dia sedang berseteru dengan mantan suaminya. Sonia dan Adrian datang. Mereka membantu menengahi dan juga Darius menyerah akan perebutan Tasya tadi.


Darius ingin mengantar Tasya dan Dinniar pulang. hanya saja bagi Dinniar itu tidak baik. jika orang melihat mereka bersama. bisa jadi akan diolah menjadi bahan gosip para tetangga.


sebagai seorang ibu dia tidak ingin anaknya juga mendengar perkataan para tetangga nantinya mengenai gosip kedua orang tuanya.


bagi Dinniar saat ini kesehatan mental Tasya yang terpenting. Dia tidak akan membiarkan mental putrinya rusak. kejadian penculikan saja sudah mampu membuat putrinya syok dan menjadi lebih sensitif. Tasya menjadi sering marah sendiri saat ini.


"assalamualaikum."


Terdengar suara orang memasuki halaman rumah. Dinniar langsung menghampiri.


"Alesya." Dinniar terkejut anak muridnya main ke rumahnya.


"Bu, Alesya kemari ingin menjenguk Tasya. apa boleh?" tanya Tasya kepada Dinniar.


"Tentu boleh, Alesya. mana mungkin ibu tidak mengizinkan kamu bertemu dengan Tasya."


Dinniar mengelus lembut rambut muridnya yang sekarang sudah sekolah SMP.


Dinniar tidak akan menolak kedatangan anak muridnya yang diantar oleh sosok pria yang membuat Dinniar canggung. sudah pasti Dinniar akan mengizinkannya. sebab paman Alesya lah yang membantu Dinniar menemukan putrinya.


"Silahkan duduk, Pak Jonathan."


Dinniar mempersilahkan duduk Jonathan. Kedua sahabat Dinniar juga duduk tanpa di tawari lagi.


"Pak Jonathan, sekali lagi saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Saya tidak tahu harus membalasnya bagaimana."


Dinniar menjadi bingung untuk berbincang dengan pria yang terlihat sangat kaku dan juga berwajah tidak welcome itu.


"Tidak perlu membalas dengan apapun. saya melakukan hal ini atas permintaan keponakan saya. Dia meminta saya membantu anda. Jadi sepertinya Anda seharusnya berterima kasih kepada Alesya." Jonathan menyudahi perbincangannya.


Alesya memang selalu bersikap manis kepada dirinya. Alesya juga dulu kerap sering mendekatkan dirinya kepada Jonathan.


"baik, saya nanti akan berterima kasih kepada Alesya."


...****************...


Alesya menemui Tasya di kamar. dia melihat anak kecil itu sedang termenung dan seakan tengah meratapi.


"Tasya." panggil Alesya.


"kakak Alesya." Tasya berteriak senang.


melihat ada Alesya di kamarnya. wajah Tasya menjadi sumringah.


"Tasya, apa kamu baik-baik saja?" tanya Alesya.


"aku baik-baik saja kak." jawabnya.


"Apa penculik itu menyakitimu?" tanya Alesya lagi.


"tidak. mereka tidak menyakitiku. hanya saja aku takut. ditambah tubuhku diikat saat itu. Untung ada om Jonathan yang membantu." cerita Tasya dengan gaya anak kecil.


"Tasya, mulai sekarang om Jonathan akan menjadi pelindung mamimu dan juga kamu." Alesya membuat janji kepada Tasya.


"benarkah? aku suka dengan om Jonathan. dia itu sangat baik sekali. aku merasa nyaman dengannya," kata tasya


Alesya senang mendengar perkataan Tasya mengenai omnya itu. Jonathan memang orang yang baik.


"Tasya bagaimana kalau kita jodohkan saja mami kamu sama om Jonathan?" tanya Alesya.


"ide kak Alesya bagus. pasti nanti aku dan mami jadi punya pelindung. aku mau om Jonathan menikah dengan mami," kata Tasya


Alesya juga senang mendengar perkataan Tasya yang setuju menjodohkan Dinniar dan Jonathan.