Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 25 - Paman



Dinniar yang pada hati itu terlambat ke sekolah dan mendengar ada perselisihan antara siswa. Langsung menanganinya.


Dinniar sudah mendengarkan penjelasan dari kedua muridnya. Dia sebagai kepala sekolah tidak bisa hanya mendengarkan dari sepihak untuk menyimpulkan dan mencari solusi.


Seorang pria yang berperan sebagai seorang paman dari gadis sederhana datang ke sekolah. Dia masuk ke dalam ruang khusus pertemuan guru dan wali murid. Pria itu mengenalkan dirinya dan merasa kecewa terhadap kejadian yang membuat keponakannya mendapat perlakuan tak manusiawi.


Alesya murid baru pindahan dari sekolah lamanya yang juga pernah mendapatkan perlakuan yang sama. Pamannya yang merupakan salah satu donatur tetap sekolah harapan dan mengetahui kualitas dari sekolah itu, memutuskan untuk memasukkan keponakannya di sekolah harapan. Enam bulan Alesya sekolah di sana, penampilannya yang paling sederhana di sekolah itu. Dia bahkan memakai kotak pensil hasil buatan tangannya sendiri. Itu yang membuat salah satu anak mengejeknya dan menyebutnya anak miskin.


"Pak Jonathan saya rasa ini ada salah paham. Kami bukan lalai. Hanya saja ini sebuah kejadian yang tidak terduga. Selama ini tidak ada kejadian seperti ini sebelumnya." Dinniar yang merasa dipojokkan tak terima.


Jonathan mempertanyakan tentang apa yang dilakukan guru dan kepala sekolah sehingga bisa terjadi hal yang tidak diinginkan.


"Anda bilang ini ke salah pahaman? Apa anda tidak berpikir jika kalian mendidik siswa dengan baik. Mereka tidak akan pernah mencela teman barunya." Jonathan sangat kesal karena keponakannya kembali menjadi sasaran bullying.


Alesya memiliki stylenya sendiri dan tujuannya sendiri dengan berperilaku dan hidup sederhana. Banyak diluar sana yang mengejar keluarga mereka. Karena itu para anak akan disembunyikan identitasnya sampai mereka mampu untuk melindungi diri sendiri.


Jonathan selalu mengawasi keponakannya selama kakaknya sedang bertugas di Amerika. Bisnis keluarga yang sukses dan banyak bekerja sama dengan beberapa negara membuat sibuk kakaknya yang menjadi pewaris perusahaan.


Jonathan sendiri dia mengelola usahanya yang berbeda dengan kerajaan bisnis keluarganya.


Sehingga banyak yang tidak tahu kalau dia adalah putra dari seorang pebisnis sukses dan salah satu orang terkaya di Indonesia.


"Om. Sya suka sekolah di sini. Bu Dinniar benar. Kasus ini baru pertama kalinya. Aku juga tahu kalau guru serta kepala sekolah di sini sangat kompeten dan sangat berusaha yang terbaik dalam mendidik. Jadi kali ini jangan pindahkan sekolah Saya lagi." Alesya sangat memohon kepada pamannya.


Jonathan hanya bisa terdiam ketika melihat sorot mata keponakannya yang sangat memohon.


"Sya. Apa kamu kayin akan terus sekolah di sini?" tanya pria yang berstatus pamannya.


"Yakin Om. Aku juga suka dengan Bu Dinniar. Dia sangat baik dan perhatian denganku. Meski penampilanku tidak seperti mereka yang terlihat kaya." Alesya tersenyum kepada Dinniar.


Dinniar tersentuh dengan perkataan anak muridnya ini. Dia memang selalu baik kepada siapapun.


Jonathan melihat Dinniar. Dia tidak percaya kalau Alesya akan mempertahankan dirinya untuk sekolah di sini.


"Biasanya Alesya akan bilang kalau gurunya dan juga kepala sekolahnya bersikap tidak bersahabat juga dengannya." Jonathan memperhatikan Dinniar.


"Bolehkan Om?" Alesya semakin merajuk.


"Kalau kamu merasa nyaman. Om izinkan." Jonathan menyentuh lembut pipi keponakan yang di sayangnya.


"Bu Dinniar. Aku memaafkan teman-teman yang mencelaku. Aku juga akan mulai membuka diri sedikit. Maaf juga kalau selama ini kamu menyembunyikan identitas." Alesya menyentuh kedua tangan Dinniar.


"Alesya. Terima kasih karena sudah memaafkan teman-teman dan terima kasih sudah mau tetap sekolah di sini." Dinniar mengembangkan senyumnya.


Jonathan akhirnya berpamitan kepada Dinniar dan guru-gurunya Alesya.


Mika memutuskan untuk berteman dengan Alesya, bukan karena alesya adalah anak dari keluarga kaya hanya karena dia merasa bersalah terhadap Alesya.


Dinniar merasa tenang sekarang. karena kedua muridnya sudah berbaikan dan saling memaafkan. Serta Jonathan tetap memutuskan menjadi donatur tetap mereka. Donatur yang membantu para siswa dan siswi yang tidak mampu untuk bersekolah dan mereka akan diberikan kesempatan untuk menuntut ilmu di cabang Sekolah harapan.


Dinniar kembali ke ruangan kerjanya. Seharian ini dia sibuk menyelesaikan masalah sekolah dan tidak sempat memikirkan permasalahan dirinya sendiri.


Dinniar menenggelamkan kepalanya di kedua tangannya. Selama di ruangan khusus dia terus fokus kepada kedua muridnya dan pria yang menyudutkannya serta guru-guru.


Dinniar menangis di ruangannya sendirian. Dia senang bisa kembali mendapat kepercayaan dari sekelilingnya. Namun, di lain sisi dia melepaskan kesempatan untuk membuat suaminya lepas dari wanita yang bisa menghancurkan rumah tangganya.


.


.


Darius sedang pergi ke suatu tempat yang indah bersama dengan kekasih gelapnya. Mereka menghabiskan waktu bersama.


Dinner romantis di Bali kawasan Jimbaran, dengan tempat yang memiliki konsep gua. Cornelia dengan balutan backless mini dress sangat terlihat seksi dan ia berpose sambil memamerkan punggung indahnya Cornelia begitu bahagia bersama dengan Darius


Darius juga memberikan bingkisan kado dengan sepucuk surat berisikan ucapan yang romantis. Mereka berdua bersulang dan mengangkat gelas masing-masing yang berisi champigne. Pasangan yang sedang dimabuk cinta ini juga menyempatkan untuk berpose selfie mengabadikan kebersamaan mereka berdua di sana.


Cornelia yang membuka kadonya sangat bahagia. karena ternyata Darius memberikan sebuah kalung berlian dengan inisial nama mereka berdua CD (Cornelia dan Darius).


Darius memakaikan kalung tersebut di leher jenjang milik Cornelia dan ia membisikkan kata cinta.


"Aku sangat mencintaimu Cornelia."


Cornelia langsung membalikkan tubuhnya dan mereka berciuman mesra.


Darius benar-benar sangat dimabuk Cinta. Dia tidak lagi mengingat betapa akan sakitnya hati seorang Istri jika mengetahui kelakuan yang menghianati keluarga. Dia juga tidak memikirkan ke depannya tentang rumah tangganya yang bisa saja hancur dan tak akan pernah bisa tersatukan lagi.


.


.


Jonathan sampai di kantornya lalu ia meminta beberapa orang kepercayaannya untuk menyelidiki Dinniar. Jonathan berpikir karena baru kali ini keponakannya tertarik kepada seseorang di sekolahnya. Dinniar seorang kepala sekolah yang ternyata menjadi panutan untuk keponakannya.


"Segera selidiki dia. Aku tidak mau keponakanku dimanfaatkan. Aku yakin wanita ini pasti tahu identitas dari Alesya jadi segera kalian selidiki."


Perintah Jonathan diterima dengan baik oleh beberapa anak buahnya. Mereka keluar dari ruangan Jonathan dan langsung bergerak mencari informasi tentang Dinniar.


Jonathan seorang pria yang selalu berhati-hati dengan tindakannya. Dia akan menyelidiki apapun sebelum memutuskan, apalagi ini berhubungan dengan keluarganya. Berhubungan dengan keponakan yang sangat disayanginya.


Dia tidak mau hal buruk terjadi kepada keponakannya. Seperti keponakan lainnya yang harus mengalami hal buruk karena kesuksesan yang dimiliki oleh keluarganya, membuat orang-orang di sekitar mereka merasa tersaingi dan ingin menjatuhkan keluarganya dengan cara apapun.