Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 202 - Rencana liburan sekolah



tasya dan alesya sibuk mencari tempat untuk mereka berlibur bersama dengan keluarga. banyak tempat wisata yang ingin sekali mereka kunjungi saat ini. sudah hampir dua kali liburan mereka tidakĀ  pergi karena memang dinniar sedang hamil besar.


"sayang ayo kalian turun, kita makan malam dulu." teriak dinniar dari lantai bawah.


Alesya dan tasya langsung meletakkan ponsel mereka dan bergegas keluar kamar untuk makan malam bersama. malam ini mereka akan makan malam bersama. Jonathan kebetulan sekali udah pulang bekerja dan siap untuk bergabung dengan keluarganya yang lain.


"Sayang kamu cantik sekali malam ini." jonathan memuji kecantikan istrinya.


"Aku pikir ada sesuatu yang kamu inginkan dari aku mas." Dinniar terkekeh.


"kamu benar sekali. aku butuh kamu makam ini." jonathan mengecup pipi sang istri yang sangat cantik di matanya.


dinniar melihat kedua putri cantiknya sudah berada di ruang makan dan mereka bersiap makan malam bersama. "Ayo, papa mulai genit lagi ya sama mami. kita tandai nih papa, tasya." alesya menggoda papa dan maminya.


"Wah wah wah, sudah ada yang mulai memperhatikan kita ini. sepertinya papa harus berhati-hati. karena mami sekarang sepertinya memiliki dua bodyguard yang sangat pemberani." Jonathan membalas ledekan putrinya.


mereka benar-benar anak-anak yang sangat menggemaskan. mereka makan malam bersama dengan sangat akrab dan penuh suka cita. Jonathan memperhatikan wajah seluruh anggota keluarganya. penuh rasa bahagia membuat dirinya juga semakin bersemangat.


Akan tetapi ada seseorang yang malah menyendiri dan senang dengan pikirannya sendiri. Cornelia wanita yang masih menjadi buronan pihak kepolisian tengah bergelut dengan pemikirannya sendiri.


entah mengapa wanita itu sangat senang dengan semua pemikiran jahat yang dia miliki.


"permainan akan segera dimulai Dinniar, kita lihat saja apakah kamu bisa melindungi keluargamu kali ini?" Cornelia benar-benar sangat licik sekali. dia tak pernah memikirkan orang lain. yang hanya dia pikirkan. adalah dirinya sendiri.


Cornelia sudah menyusun rencananya, sedangkan sahabatnya Karolina hanya bisa menggeleng kepala ketika Cornelia mengiriminya pesan singkat.


"Cornelia, kapan kamu akan berubah dan bertaubat? aku tidak tahu harus seperti apa memberimu saran. Semua sudah aku upayakan untuk membujuk dirimu agar tidak melakukan kejahatan lagi. namun, tetap saja kamu melakukannya. aku benar-benar tidak faham dengan dirimu." Karolina merasa serba salah.


jika dia bisa dia rasanya ingin sekali keluar dari lingkaran Cornelia. dia ingin hidup normal tanpa memikirkan rencana jahat apa lagi yang dimiliki sahabatnya itu. banyak hal tentang Cornelia yang bertentangan dengan hatinya.


Karolina sedang berfikir apa yang bisa dia lakukan agar menggagalkan rencana jahat sahabatnya itu. dia tidak mau terus menerus sahabatnya melakukan dosa. Karolina malam ini berpikir keras untuk bisa mendapatkan jawabannya.


sebagai sahabat baik memang seharusnya sejak awal Karolina tidak pernah membantu Cornelia. dia tidak tahu kalau akhirnya sahabatnya menjadi seperti monster. dulu saat Cornelia berpacaran dengan Darius yang berstatus istri orang. Karolina tidak sama sekali mencegahnya dan sekarang sahabatnya menjadi sangat mengerikan akibat cintanya yang sudah berubah menjadi sebuah obsesi.