Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 64 - Papi jahat



Tasya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter yang merawatnya.


"Tasya dua hari lagi, kita ketemu lagi ya." dokter Mika sangat bersikap manis kepada Tasya.


"terima kasih ya bu dokter. terima kasih sudah merawat anak saya dengan baik."


Dinniar sangat bahagia karena Tasya sudah bisa pulang ke rumah. dia juga sangat puas dengan pelayanan rumah sakit dan juga Dokter Mika.


saat mereka hendak bersiap-siap pulang. Darius muncul dari balik pintu.


"hai Tasya, Papi kangen banget sama Tasya."


Darius memeluk putrinya, tapi Tasya mendorong tubuh Darius.


"Tasya kenapa?" tanya Darius kepada putrinya.


"papi jahat. Kenapa Papi saat Tasya minta diantar ke kamar mandi. tapi malam menurut Tasya pergi sendiri? Tasya tidak mau lagi ketemu sama papi." Tasya berteriak dan menolak kehadiran Darius.


"Apa benar yang dikatakan Tasya Mas? apa kamu menyuruhnya untuk pergi ke kamar mandi? kau benar-benar I have tidak memiliki perasaan dan tidak memiliki rasa tanggung jawab."


kekecewaannya terhadap Darius sudah lebih dari cukup. dia tidak akan memberikan dari kesempatan lagi untuk berpergian bersama Tasya. sudah cukup kepercayaannya kepada dari dirusak karena telah menghianati Dinniar. sekarang pun sudah cukup dirinya percaya kepada Darius kalau pria itu bisa menjaga Putri mereka.


mengapa suatu pernikahan yang dilandasi dengan kata cinta. perasaan cinta, dan saling berjanji untuk selalu bersama. malah harus putus di tengah jalan. seraya akhirnya menjadi jalan tengah untuk mereka berdua. perceraian yang membuat Putri mereka juga merasakan kepedihan di dalam hatinya.


Dinniar sangat tahu kalau putrinya kecewa dengan keputusan yang diambil oleh mereka berdua. namun mau bagaimana lagi semua sudah terjadi. pengkhianatan itu sudah terjadi. penghianatan itu sudah merusak kebahagiaan mereka. dan penghianat itu sudah tidak bisa lagi dipercaya.


"dengar Mas jika terbukti kalau istrimu itu yang telah memerintahkan mereka untuk menculik Tasya. Aku pastikan dia akan mendekam di penjara dalam waktu yang lama. untuk kamu aku hanya akan mengizinkan kamu bertemu Tasya pada waktu tertentu saja dan tidak membawanya pergi."diniat memberikan peringatan keras kepada mantan suaminya.


"kamu boleh memenjarakan Cornelia kalau memang dia terbukti bersalah. Aku tidak akan melarangmu. hanya saja aku tidak rela kalau kamu memisahkan aku dengan putriku sendiri. Tasya juga masih butuh kasih sayang dari seorang ayah. kamu seharusnya tahu itu."


Darius malah berbalik memarahi Dinniar.


"nggak bisa Mas, kelalaianmu kemarin sudah membuktikan bahwa kamu tidak pantas untuk mengurus Tasya walaupun hanya satu hari."Dinniar menunjuk wajah Darius dengan jari telunjuknya.


melihat sikap Dinniar. Darius bisa membaca kalau mantan istrinya itu benar-benar kecewa kepadanya. Sebenarnya dia juga kecewa kepada dirinya sendiri. saat itu dia lebih mementingkan Cornelia daripada darah dagingnya. saat itu Darius terlalu termakan bujuk rayu dari Cornelia. seharusnya dia saat itu menjaga Tasya. sekarang nasi sudah menjadi bubur. Darius tidak bisa merubah apapun. Apalagi merubah keputusan mantan istrinya. Darius kenal betul kalau mantan istrinya itu memiliki sikap dan sifat yang keras. jika dia sudah berkata A. maka tidak akan bisa dirubah.