Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
278 - tak bisa lagi bersembunyi



Rendy mendapatkan kabar dari anak buahnya kalau mereka sudah siap untuk menangkap cornelia yang sedang mengurung diri di dalam rumahnya seorang diri.


"kalian hatus tetap berhati-hati. jangan sampai dia membuat onar lagi. pastikan kalian tetap aman dan dia tidak memberontak. beri aku kabar kalau kalian sudah membawanya ke kantor polisi. aku dan pak jonathan masih sibuk meeting di luar kantor." jelas rendy yang sedang izin keluar dari ruangan rapat.


anak-buat rendy sedang memepersiapkan diri untuk bisa membawa cornelia keluar dari rumahnya dan pergi ke kantor polisi. cornelia seang mengurung dirinya di dalam rumah karena takut untuk berkeliaran di luar rumah. mereka mengamati rumah cornelia selama dua hari dan kini mereka akan menerobos masuk ke dalam rumahnya dari tempat yang sudah mereka persiapkan untuk menjadi tempat masuk.


"Ingat kalian di atap bagian depan. yang lain kalian dari atap bagian samping dan langsung menuju ke kamar cornelia. kalian yang bagian depan langsung membuka pintu rumah agar polisi bisa masuk ke dalam. ingat kalian harus cepat dan tidak ada negosiasi dengan pelaku. setelah polisi datang kita akan membawanya ke kantor polisi. kita akan kawal dia dan memastikan dia masuk ke dalam bui." perintah komando kelompok.


mereka semua mulai bergerak naik ke atas atap dan langsung membuka atap plafond rumah cornelia. mereka sebagian yang bertugas dari samping masuk dari atap kamar dan menjebolya secara paksa. mereka turun perlahan ke bawah dan melihat cornelia sedang tertidur pulas sekali.


"sepertinya dia mengkonsumsi obat tidur." kata salah satu dari mereka.


"jangan di sentuh. jika disentuh kita bisa dalam posisi yang salah." ujar sang komando.


salah satu dari mereka lalu membuka pintu kamar dan menunggu polisi datang. mereka terus berjaga agar tidak ada kesalahan dan berusaha tenang agar tidak membangunkan target. terdengar samar-samar dari luar suara sirine mobil polisi. mereka bersiap kembali untuk menyambut kedatangan polisi.


"selamat datang." sambut komado dari kelompok anak buah rendy.


polisi lalu memberi hormat dan masuk ke dalam. mereka melihat cornelia dalam keadaan tertidur lelap.


"dia sepertinay meminum obat tidur dalam jumlah banyak, pak. kami memnemukannya sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri." ujar komando kelompok.


"bawa dia." perintah pihak kepoliasian dan benar saja cornelia tidak juga bergeming.


cornelia dibawa dalam kondisi tidak sadarkan diri saat ini. mereka membawanya tanpa perlawanan.


.


.


.


"Ya, sebentar." Asisteen rumah tangganya membuka pintu rumah.


"Pak, ada apa ke mari pagi-pagi sekali?" Tanyanga kepada orang yang dia lihat sudah berdiri di depan pintu.


"Apa dinniar ada?" Tanyanya sambil mengatur napas yang terengah-engah.


"Ada, pak. Sebentar saya panggilkan dulu. Silahkan duduk, pak." Ujarnya dengan sangat sopan.


"Bu." Asisten rumah tangga dinniar teekejut melihat dinniar sudah menuruni anak tangga terakhir.


"Bibi pamit ke belakang untuk buatkan minuman."


Dinniar menuju ruang tamu dan dia melihat seorang pria yang sedang berwajah penuh keresahan.


"ada keperluan apa mas ke rumahku pagi-pagi?" Tanya dinniar.


"Ada hal yang ingin aku tanyakan." Ujarnya dengan sorot mata tak biasa.


"Apa?"


"Salsa. Ini mengenai salsa. Apa kamu tahu di mana dia sekarang?"


Darius ternyata pergi ke rumah dinniar untuk mengetahui keberadaan istrinya. Namun, sayangnya dinniar menggelengkan kepala.


"kali ini aku sungguh tidak tahu di mana istrimu berada. Anak buahku sudah tidak lagi mengikuti jejaknya selama sudah tahu keterlibatan istrimu dengan cornelia." Jelas dinniar.