
Cornelia kembali membuat rencana besar terkait apa yang telah di informasikan oleh anak buahnya. Cornelia sangat senang ternyata dia bisa juga menggapai Dinniar dan Tasya tanpa harus menyentuh langsung mereka berdua.
di dalam hati Cornelia kini hanya ada dendam dan ketamakannya. Dia sebenarnya hanya ketakutan kehilangan Cinta dari Darius. karena ketakutan itu dia menjadi menghalalkan segala cara. dia membuat berbagai macam rencana. dan semua rencana itu tertuju kepada Dinniar. dia begitu ketakutan Darius akan kembali kepada Dinniar. Padahal seharusnya dia sadar kalau Dinniar tidak lah mengharapkan suaminya.
kalau saja Cornelia adalah orang biasa. mungkin saat ini dia sebagai seorang pelakor tidak akan mungkin sanggup untuk keluar rumah. tidak akan mungkin sanggup menghadapi beragam komentar miring terus menerus yang menghujani dirinya. karena Cornelia bukan orang biasa-biasa aja jadi dia sama sekali tidak takut akan hal itu.
Cornelia bahkan sebelum mendekam di penjara dia masih beraktivitas seperti biasa, seakan tak terjadi masalah yang serius.
bahkan saat perselingkuhannya terkuak ke awak media saja dia sama sekali tidak gentar. dalam sesi wawancara pun dia begitu terlihat santai. iya bahkan tidak menyanggah isu miring yang tengah berkembang saat itu.
"kamu lihat saja mas. Kamu adalah milikku dan selamanya akan begitu. Aku tidak akan membiarkanmu untuk kembali kepada mantan istrimu itu. walaupun Wanita itu sudah menikah, aku yakin kamu akan tetap mengejarnya." Cornelia bicara dengan nada yang sinis.
Cornelia kembali memerintahkan beberapa anak buahnya tersebar di luar sana. dia dengan mudahnya memiliki akses untuk menghubungi mereka semua. demi melancarkan semua keinginannya Cornelia melakukan apapun itu.
****************
keluarga Jonathan dan Dinniar melakukan perjalanan mereka selanjutnya. kali ini Jonathan membawa keluarganya ke wisata jendela alam. di sana adalah kawasan wisata keluarga yang Bandung tawarkan sebagai aktivitas edukasi seputar pertanian.
Jonathan memilih wisata jendela alam untuk memperkenalkan kepada putri-putrinya bagaimana sulitnya bercocok tanam. dia melakukan hal itu agar kedua putrinya lebih menghargai hidangan masakan yang disediakan di rumah. agar mereka mensyukuri segala nikmat yang telah Tuhan berikan kepada mereka selama ini.
"wow ini benar-benar destinasi filtrip yang keren banget. kalau nanti anakku besar aku akan membawanya ke sini lagi." Violin terpesona dengan keindahan yang disajikan oleh jendela alam Lembang Bandung.
"coba anak-anak kamu bisa ikut pasti semakin seru perjalanan liburan kita." Sonia bicara kepada suaminya.
"lain kali kita akan kemari bersama mereka ya." Anthony merangkul istrinya.
udara sejuk dan pemandangan hijau begitu indah untuk dipandang oleh kedua pasang mata. Tasya dan Alesya mengikuti berbagai kegiatan edukasi yang bermanfaat.
"Mami ayo kita bercocok tanam."teriak Tasya memanggil diniar.
saat berkeliling di jendela alam mereka juga menyediakan tour guide. sehingga lebih memudahkan mereka semua untuk berkeliling dan menemukan tempat-tempat yang lebih indah lagi.
saat ini mereka sedang berada di area tanaman obat. tour guide menjelaskan dan memperkenalkan beberapa macam tanaman obat yang ada di sana. dia juga menjelaskan bagaimana cara mengembangbiakan tanaman obat kepada para pengunjung.
anak-anak yang datang berkunjung diperkenalkan dengan berbagai macam alat berkebun dan cara menggunakannya.
Tasya dan Alesya semakin menikmati liburan mereka. mereka memanen tomat ceri, mengunjungi rumah jamur tiram, rumah kuda poni, kambing etawa, peternakan ayam Arab, kelinci, rumah reptil dan rusa totol.
mereka di sana juga berburu harta karun kegiatan yang sangat mengasyikkan yang bisa melatih skill mapping, teamwork, problem solving dan Dinniar ikut serta di dalamnya.
"tempat ini cocok untuk nanti acara wisata anak-anak sekolah dasar."
...****************...
Darius kembali mendapatkan kabar tentang putrinya yang sedang berlibur bersama. Dia semakin yakin kalau orang yang memberinya informasi ini adalah orang yang sangat hebat.
"Aku ingin bertemu dengannya." Darius menghubungi seseorang lewat ponselnya.
"Dia akan mendapatkan apa yang dia mau." Darius kemudian menutup teleponnya.
Darius yakin dengan pertemuannya dengan orang tersebut akan bisa membawa perubahan kepadanya.
"Aku ingin hak asuh Tasya jatuh ke tanganku. Aku tidak bisa terus menerus melihat dia yang dekat dengan putriku." Darius mengepalkan tangannya dan memukul meja.
...****************...
Cornelia menjalani kesehariannya di dalam lapas. dia kini sedang berupaya untuk mendapatkan remisi. Kebetulan dia mendapatkan informasi dari pihak kepolisian bahwa akan ada program remisi.
Cornelia paling pintar berakting. Sudah pasti dia juga punya rencana cadangan untuk hal besar ini.
"Lihat saja Dinniar, masa indahmu akan segera berakhir. akan aku buat pria itu tidak akan pernah bisa berkutik. Aku pastikan kehancuran mu di depan mata. Bagiku kamu adalah sumber masalah di dalam hidupku." Desisnya sambil terus bercocok tanam. Cornelia memiliki keterampilan dalam menanam bunga dan pohon. Dulu dia pernah menjadi penjual bunga di pinggir jalan sebelum menjadi super star.
"Eh, jangan bengong. cepetan selesaikan pekerjaan kalian." seorang petugas kepolisian menegur mereka semua yang sedang terdiam sejenak.
"Petugas itu, selalu saja menyebalkan."Cornelia mencebikkan bibirnya.
Dia begitu benci terhadap beberapa petugas yang menyebalkan, galak dan sulit di atur oleh kekuatan uang.
...****************...
Di dalam kamar Dinniar dan Jonathan saling bertatapan mesra. Mereka berdua sedang berusaha membuat jantung saling berdegup kencang. Jonathan begitu mengagumi wajah cantik dari sang istri. Wajah berbentuk oval, dengan garis alis yang terbentuk indah alami, bibir yang ranum, hidung yang mancung, kelopak mata yang seperti daun dan bola mata yang begitu indah.
"Aku mencintaimu. Aku tidak bisa berjanji yang muluk-muluk. aku hanya bisa memperlihatkan semuanya kepadamu. Ucapan akan hilang tak berbekas. kalau perbuatan pasti akan terukir di hati dan ingatan kita."
Dinniar senang sekali lelaki yang kini menjadi suaminya selalu menunjukkan kepribadian yang sangat sering membuatnya terkejut. Dibalik sikap Jonathan yang dingin ternyata ada sisi lain di dalam dirinya yang begitu diidamkan oleh para wanita di belahan dunia.
"Apa kamu selalu seperti ini kepada wanita yang kamu cintai?" tanya Dinniar.
Pertanyaan itu diajukan bukan karena dia ragu. Dia hanya ingin tahu seberapa banyak wanita yang pernah berdiri di samping suaminya.
"Mungkin aku hanya bicara kepada tiga wanita yang ada di hidupku, empat sama kamu." Jonathan tambah menatap intens istrinya.
"Waw, ternyata kamu cukup mahir dalam membuat wanita bahagia ya. Aku kira hanya aku satu-satunya." Dinniar mulai mengerucutkan bibirnya.
"Memang hanya kamu wanita lain dalam hidupku. Karena ketiga wanita itu adalah keluargaku. Mama, kakak perempuanku dan Alesya. Mereka wanita yang harus aku bahagiakan dan aku jaga. Aku tidak lagi menjaga kakakku saat dia sudah memiliki seorang suami. sekarang aku harus menjaga empat wanita." tuturnya.
"Empat?" tanya Dinniar.
"Iyah, mama, kamu, Alesya dan Tasya. wanita yang berharga dalam hidupku." Jonathan mulai semakin mendekatkan wajahnya dan Dinniar menutup matanya.
Pasangan pengantin baru itu kini sibuk berciuman. Melepas sekat sedikit demi sedikit yang ada diantara mereka