Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 67 - Perjodohan



Alesya yang sudah menunggu lama Jonathan. dia menunggu Jonathan untuk melakukan sesuatu agar bisa membantu Dinniar.


"Om, masih bantu Bu Dinniar kan?" Alesya bertanya kepada Jonathan yang sedang duduk di meja makan sambil membaca berita melalui ponsel.


"masih. Om masih membantu hanya saja tidak bisa maksimal seperti kemarin. banyak pekerjaan yang harus Om handle."


"Om tahu gak. aku pengen banget punya tante seperti ibu Dinniar. dia baik sekali. aku rindu kasih sayang kedua orang tuaku. mungkin. kasih sayang papa bisa aku dapatkan kembali dari om. tapi kasih sayang seorang ibu aku belum mendapatkannya."


Alesya bicara sambil menahan rasa sesak di dadanya. dia sangat merindukan sosok kedua orang tuanya. bagi Alesya orang tepat untuk memberinya kasih sayang yang sama dengan orang tuanya adalah Jonathan dan Dinniar.


"Alesya kamu jangan bicara begitu. Om dan ibu Dinniar tidak mungkin bersatu."


Jonathan seakan tak bisa mewujudkan apa yang diinginkan oleh keponakannya itu. memang sulit sekali untuk mewujudkannya. ditambah Dinniar belum tentu bisa menerima Jonathan.


"Om hari ini temani aku ke toko buku ya. ada yang ingin aku beli."


"kenapa tidak dengan supir saja?" tanya Jonathan.


"Om sudah tidak mau lagi jalan denganku dan menemaniku?" tanya Alesya dengan memasang wajah super sedihnya.


drama dimulai. Alesya ingin Jonathan yang menemaninya pergi ke toko buku. dia ingin serasa diperhatikan.


"baiklah. akan om temani. ingat, setelah dapat bukunya kita langsung pulang ke rumah."


Alesya bangun dari duduknya dan mengangkat tangannya menempelkan di dahinya.


"siap tuan. kita akan pergi ke toko buku lalu pulang."


Jonathan tertawa kecil melihat tingkah keponakannya itu. lucu. menggemaskan dan sedikit menyebalkan. persis seperti mendiang kakaknya.


mungkin sulit untuk Jonathan yang dulu juga pernah di campakkan dan pernah melihat beberapa pasangan terpisahkan karena sebuah permasalahan yang datang silih berganti.


ditambah lagi dia juga tidak bisa menempatkan wanita di sisinya. karena banyak hal yang harus dia bereskan dulu. jika tidak nyawa wanita itu akan terancam. banyak pesaing bisnis diluar sana yang mengincar dirinya dan juga keluarganya. ditambah sekarang perusahaan keluarga sudah mulai dia kelola. banyak hal yang memerlukan fokusnya. jadi untuk saat ini mungkin dia akan kembali menunda mencari jodoh.


"aku sudah siap." gadis yang beranjak remaja itu ternyata sudah siap untuk pergi. sedangkan Jonathan masih melamun.


"baiklah. kita akan pergi." Jonathan beranjak dari bangku duduknya.


"hanya dengan pakai kaos saja?" tanya Alesya sambil memperhatikan pakaian yang dikenakan omnya terlalu santai.


"kaos dan celana sudah om pakai. tidak hanya kaos saja." Jonathan menarik kaos dan celana panjang yang dia kenakan.


"maksudku, om terlalu santai pakaiannya." protes Alesya.


"untuk apa resmi? toh om hanya mengantarmu dan kita hanya akan ke toko buku saja." Jonathan langsung melenggang pergi.


"baiklah, om. aku mengalah asalkan kalian bertemu hari ini."


selain tujuannya pergi ke toko buku. ternyata Alesya sudah memiliki rencana lain. dia sengaja mengajak Jonathan untuk bertemu seseorang di sana.


"kita mau ke toko buku mana?" tanya Jonathan yang duduk di kursi pengemudi.


"ke toko buku senastore," jawab Alesya.


Jonathan langsung menoleh. pasalnya toko buku itu cukup jauh dari rumahnya. sedangkan banyak toko buku di dekat rumah mereka dan ada mall besar juga yang terdapat toko buku di dalamnya.