
Darius kembali ke rumah sakit dengan perasaan yang hancur. dia lagi-lagi tertipu oleh omongan Cornelia yang menjelek-jelekkan mantan istrinya. dia juga sangat merasa malu kepada Dinniar. karena sikap gegabahnya dia menghampiri diniar dan langsung berbicara kata-kata kasar kepada mantan istrinya itu.
langkah dari us terhenti Di depan pintu ruang perawatan Cornelia. dia memegang gagang pintu dan membuka pintu ruangan perawatan.
Cornelia melihat Darius kembali menemui dirinya di rumah sakit. Cornelia senang melihat suaminya dan tampaknya suaminya terlihat begitu marah.
"pasti dia masih marah kepada diniar. Aku ingin mendengar cerita bagaimana cara dia memaki-maki diniat dan bagaimana tampang dini hari setelah mengetahui dirinya akan dituntut dan putrinya akan direbut."
Darius berjalan menghampiri Cornelia dan berdiri tepat di sisi ranjang rumah sakit.
Dari langsung mengarahkan tangannya ke leher Cornelia. dia mencekik leher Cornelia hingga istrinya kesulitan untuk bernafas.
Cornelia memukul-mukul kedua tangan Darius yang mencekik lehernya. kakinya juga bergerak-gerak untuk meminta dilepaskan.
"dasar wanita jahat. berani-beraninya kamu menipu diriku Cornelia. dengar aku tidak akan pernah memaafkan dirimu. Kamu sendiri yang telah menghilangkan nyawa bayi kita. dengan mudahnya kamu mengkambing hitamkan mantan istriku. kamu tidak pantas hidup Cornelia." dari semakin mengeratkan cekikannya.
"Mas tolong lepaskan aku Mas. mas aku bisa mati."Cornelia berbicara dengan nafas yang tersengal.
Darius tidak menghiraukan perkataan istrinya itu. emosinya begitu memuncak karena berkali-kali dia terkena tipu daya dari Cornelia.
"ya Tuhan." teriak Ibu Susi yang datang mengunjungi Cornelia.
"Darius Apa yang kamu lakukan kepada Cornelia? Dia baru saja kehilangan calon anak kalian. rasanya kini masih hancur Darius. Kenapa kamu melakukan hal sebesar ini kepadanya?"teriak Susi mengomeli putranya.
Darius yang terkejut melihat kedatangan ibunya langsung melepaskan tangannya dari leher Cornelia.
"Kenapa Ibu bisa ada di sini?"tanya Darius kepada ibunya.
"Ibu ke sini karena mendengar bahwa Cornelia mengalami keguguran. Cornelia menghubungi Ibu jadi ibu bergegas menuju rumah sakit setelah Cornelia memberikan alamatnya." jelas Susi kepada Darius.
"Ibu tahu apa yang dilakukan wanita ini terhadapku?" Daris menunjuk ke arah Cornelia yang sedang mencoba bernafas dengan lega.
"dia telah membohongiku. ternyata bayi di dalam kandungannya bukan tiada karena ulah kasar dari diniar. calon bayiku meninggal karena ulah dia sendiri. dan dia menyalahkan diniar atas segalanya." cerita Darius kepada ibunya.
Susi benar-benar tidak habis pikir dengan sikap menantunya itu. dia tidak pernah membayangkan putranya akan menikah seorang wanita yang begitu menyeramkan.
"dia memang telah membuat anak kita tiada Mas. Dia telah mendorongku. dia yang membuat aku keguguran." iya Cornelia terus menyangkal semua perkataan Darius.
"tutup mulutmu Cornelia. aku sudah melihat semua rekaman antara kamu dengan diniar. tidak ada adegan di mana dunia mendorongmu apalagi menyakiti calon anak kita yang ada di dalam kandunganmu itu." teriak Darius
"cukup Darius. cukup Cornelia. kalian tahu karena sikap kalian yang kekanak-kanakan seperti ini. membuat orang lain terluka dan menderita. terutama kamu Cornelia. sebagai seorang wanita tidak seharusnya kamu memiliki sikap yang begitu kejam dan jahat seperti itu. Aku tidak pernah membayangkan akan memiliki menantu sekeji dirimu. kamu telah menyalahkan orang lain atas kepergian calon anakmu sendiri. Cornelia Ibu tidak tahu lagi harus memberikan nasehat seperti apa kepadamu." Ibu Susi begitu geram dengan sikap menantunya.
Darius juga sangat kecewa terhadap Cornelia. bisa-bisanya wanita itu terus-terusan membohongi dirinya.
"satu lagi hal yang harus aku sampaikan kepadamu. Jonathan akan menuntutmu atas tindakan kejahatanmu kepada Alesya. anak remaja yang kamu culik dan itu adalah keponakan Jonathan yang sudah dianggap sebagai anak. Dia memberikan pesan itu kepadaku untuk disampaikan kepadamu. kamus persiapkan diri setelah keluar dari rumah sakit pihak kepolisian akan mencarimu." tutur Darius.
Cornelia begitu hancur karena apa yang direncanakannya hancur berkeping-keping. rencananya mengkambing hitamkan Dinniar juga gagal dan Darius sangat marah kepada dirinya, ditambah lagi Ibu mertuanya juga akan semakin membenci dirinya.
dia tidak menyangka ternyata ada orang yang merekam kejadian saat dia bertemu dengan dinia di rumah sakit.
Darius dan Ibu Susi meninggalkan Cornelia sendirian di dalam ruangan perawatan tersebut.
Darius sudah benar-benar tidak ingin bertemu lagi dengan Cornelia. dia sudah tidak punya tanggung jawab apapun lagi kepada Cornelia karena calon anak mereka berdua sudah tiada.
"aku akan menceraikan Cornelia. aku tidak bisa lagi hidup bersama dengan dia. Aku sudah muak selalu dibohongi olehnya." ujar Darius kepada ibunya.
"semua keputusan ada di tanganmu. Ibu hanya bisa mendoakanmu dan mendukung setiap keputusan yang telah kamu ambil. Ibu harap kamu tidak lagi salah dalam mengambil keputusan. Ibu juga tidak mau kamu bertemu dengan wanita yang memiliki sikap buruk seperti Cornelia di masa depan nanti."begitu banyak dan begitu besar harapan Ibu Susi agar putranya bertemu dengan wanita yang baik-baik.
kini Ibu Susi hanya bisa berdoa agar Tuhan bisa memberikan wanita yang baik seperti diniar untuk putranya.
...****************...
Jonathan menghibur istrinya yang telah disakiti oleh mantan suaminya.
"sayang sebaiknya kamu istirahat di kamar. aku akan menemanimu."
Jonathan dan dinner masuk ke dalam kamar mereka berdua. diniat benar-benar pusing kepalanya menghadapi sikap Darius yang sering meledak-ledak dan tidak menyelidiki terlebih dahulu seperti apa situasi yang sebenarnya.
"Aku tidak pernah habis pikir dengan sikap Mas Darius. dia selalu saja seperti itu. dia selalu mudah dimanipulasi oleh Cornelia. dan aku benar-benar sangat kesal kepada Cornelia. jujur saat aku bertemu dengan dia di rumah sakit perasaan kesal itu sudah berkumpul di titik tengah hatiku. aku masih berusaha menahannya karena aku sadar kami berdua berada di rumah sakit. dan ternyata pertemuan itu digunakan oleh Cornelia untuk memfitnah diriku." Dinniar begitu kecewa kepada sikap Darius.
"sudahlah sayang sebaiknya kamu kamu tidak perlu memikirkan hal-hal yang rumit. biarkan semua ini menjadi tanggung jawabku. aku akan membereskan semua permasalahan ini." kata Jonathan kepada Dinniar.
Dinniar begitu mengerti apa yang dirasakan oleh suami. saat ini pasti Jonathan sedang mengkhawatirkan kondisinya karena stres memikirkan kejadian hari ini.
"Aku tidak pernah menyangka kalau bi Imah bisa memiliki ide untuk memvideokan kejadian itu dan juga menghampiri Cornelia. bahkan Dimas sampai bertanya kepada pihak administrasi rumah sakit mengenai hal yang terjadi kepada Cornelia. aku sangat berhutang Budi kepada ni Imah." diniat merasa beruntung memiliki Bi Imah di sisinya.
"itulah gunanya keluarga sayang. kita semua yang ada di rumah ini sudah menjadi keluarga. dan keluarga memiliki tanggung jawab untuk saling melindungi dan saling menjaga. yang dilakukan bi Imah saat ini adalah bentuk bahwa dia begitu menyayangimu dan Dia sangat menjagamu."
...****************...
pagi harinya Jonathan sudah siap dengan setelan jasnya dan siap untuk berangkat pergi ke kantor. meskipun Hari ini adalah hari Sabtu Jonathan yang memiliki keperluan lain di kantor harus pergi di hari libur.
"Sayang aku pergi kerja dulu jaga dirimu dan jaga anak-anak. dadah baby papa."Jonathan mengelus perut dinier yang sudah sedikit membuncit.
Jonathan hari ini harus menyelesaikan segala sesuatu yang ada di perusahaan milik keluarganya. dia tidak bisa membiarkan masalah ini berlarut-larut. karena Pak Leo meminta segera untuk diselesaikan agar proyek mereka bisa berjalan dengan lancar.
"Rendy kita bertemu di kantor jam dan kita harus memeriksa rekaman CCTV untuk melihat dengan siapa saja dia berinteraksi."
Jonathan menghubungi asisten pribadinya saat dia menuju perjalanan ke perusahaan milik keluarganya.
mereka berdua sudah memiliki tersangka sesuai dengan informasi yang diberikan oleh pihak administrasi perencanaan. mereka berdua tinggal mencari beberapa bukti yang dibutuhkan dan mencari beberapa tikus yang menyelinap di perusahaan mereka.
"kalian semua harus bersiap. karena saya akan memberikan perintah kepada kalian." Jonathan menghubungi beberapa anak buahnya untuk bersiap.
Jonathan dan Rendy tiba bersamaan di perusahaan. beberapa penjaga keamanan menyapa Jonathan dan Rendy dengan sangat hormat.
"kamu periksa area CCTV saya mau ke ruangan dulu."
Jonathan dan Rendy mengambil arah jalan yang berbeda. Rendy mengambil arah ke kanan sedangkan Jonathan mengambil arah ke kiri. mereka memiliki tugas masing-masing untuk membongkar kasus ini.
Rendy masuk ke ruangan CCTV dan bertemu dengan petugas keamanan di sana.
"coba kamu cari rekaman yang ada di ruangan administrasi perencanaan pembangunan."perintah Rendy kepada petugas keamanan yang bertugas menjaga ruangan CCTV.
Rendy melihat dengan seksama isi rekaman itu. lalu dia mengumpulkan beberapa bukti dengan memfoto bagian-bagian yang menurutnya penting.
dia juga sudah mencatat beberapa nama yang kemungkinan besar menjadi tikus-tikus kecil yang menyelinap ke dalam perusahaan.
"Aku mau kamu memindahkan beberapa video itu ke dalam flash disk ini. karena Pak Jonathan ingin melihat rekaman CCTV itu."Rendy memberikan perintah kepada petugas keamanan ruangan CCTV.
dengan cepat petugas itu mengambil flash disk dari tangan Rendi dan segera mengcopy beberapa file yang dibutuhkan oleh Rendy.
Rendy dan Jonathan akan segera menangkap beberapa tikus kecil yang berani menggerogoti perusahaan. Mereka salah bermain-main di kandang harimau. dan mereka tidak akan pernah lepas dari cengkraman harimau liar.