Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
315 - Skenario om syam



Melinda menyaksikan bagaimana Jonathan kalang kabut ketika mendapati tidur dengannya dalam satu ranjang yang sama. Melinda serta papa angkatnya om syam telah merencanakan ini semua dibantu dengan temannya yang merupakan pemilik bar.


Bar ini memiliki beberapa kamar untuk para penyewa yang ingin bermalam atau mabuk berat dan tidak bisa pulang ke rumahnya. Melinda benar-benar merencanakan semua ini dengan matang. Bahkan Melinda sudah menyiapkan skenario ketika dia sudah sampai di rumah. Melinda puas dengan semuanya. mamanya juga sudah masuk dalam permainannya. Melinda dan om syam tega membohongi Kamelia agar rencana mereka sesuai keinginan dan bisa menghancurkan Jonathan serta reputasinya.


"Pah, kita harus bagaimana? Aku tidak rela kalau sampai Melinda mendapatkan perlakukan tidak bermoral seperti ini. Aku mau Jonathan mendapatkan ganjarannya." Kamelia sangat marah. Dia tidak terima dengan apa yang telah dilakukan keponakan suaminya.


"Mah, kita tenang dulu. Sebelum kita pergi ke sana. Kita harus mencari bukti yang memperkuat ucapan dari Melinda." om syam berkata demikian demi membuat istrinya percaya kalau semua ini adalah kecelakaan.


"Benar, mas. Kita harus mendapatkan bukti-bukti itu semua. aku akan mencari bukti itu. Aku akan membuat mereka menerima akibatnya. Jangan pikir mereka lebih kaya dari kita jadi bisa semena-mena!" Kamelia mengeraskan rahangnya.


om syam begitu menikmati permainannya ini. Dia telah berhasil memanipulasi keadaan dan berhasil mempengaruhi semua orang. Dia yakin para direksi akan memecat Jonathan karena hal memalukan ini.


"aku mau menemui Melinda dulu. Dia pasti merasa tertekan dan kita sepertinya harus membawanya ke psikiater. Aku takut dia mengalami trauma mendalam." usul Kamelia.


Om syam lalu terdiam sejenak dan lalu tersenyum.


"Kamu benar sayang. Kita bawa Melinda ke psikiater. Kamu hubungi mereka dan aku akan menemui Melinda di kamarnya."


Kamelia masuk ke dalam kamarnya dan menghubungi. Dokter psikiater. Sedangkan sya masuk ke dalam kamar Melinda.


"Mel. Kita akan ke psikiater." ucapnya.


"psikiater?" Melinda terkejut.


"mamamu, mengusulkan itu karena takut kamu mengalami trauma berat." jelas om syam.


"Tapi, pah. Jika ketahuan aku berbohong bagaimana?" Melinda ketakutan.


"tidak akan, Mel. Kamu terus saja diam. Jika kamu di dekati orang kamu berteriak histeris seakan ketakutan. Maka dokter akan mempercayai itu." ide om syam.


Melinda lalu mengangguk. Rencana ini akan semakin membuat menarik jalan cerita yang dia rencanakan. Melinda lalu bersiap dan sya membawanya keluar seakan Melinda benar-benar sedang terguncang jiwanya.


Melinda dan keluarganya pergi ke psikiater. Sedangkan seseorang sedang berjuang antara hidup dan mati.


Evelin yang dibujuk untuk ikut dalam rencana Melinda malah berujung dikhianati oleh wanita berhati iblis itu. Melinda memberi racun kepada Evelin sehingga wanita itu mengalami kejang-kejang saat di dalam kamar bersama Dinniar.


Flashback kejadian Dinniar dan Evelin.


Evelin dan Dinniar dimasukkan ke dalam sebuah kamar. sepeninggalan Melinda dari dalam kamar itu. dua puluh menit kemudian Evelin mengalami kejang dan dengan reflek Dinniar terbangun.


"Evelin, kamu kenapa?" tanya Dinniar sambil mengguncang tubuh kejang Evelin.


"tolong aku. Cepat." Dinniar bicara menggunakan jam tangan yang terhubung ke penjaganya.


Tiga orang masuk ke dalam kamar itu. Dan langsung menghampiri Dinniar.


"Ada apa dengan Bu evelin?" tanya Rendy yang terkejut melihat Evelin kejang.


"Cepat kalian bawa dia ke rumah sakit. Dan kalian cek seluruh cctv. Cari tahu kenapa Evelin bisa pingsan." perintah Dinniar.


"Kalian bawa dia ke rumah saki, segera." Rendy mengerahkan anak buahnya.


"Bu Dinniar, di sini berbahaya. Sebaiknya ibu pulang ke rumah. Dan saya akan memeriksa cctv." Rendy membawa Dinniar keluar kamar.


"Ren, saya serahkan ini semua kepadamu. Bilang pada mas Jonathan kalau aku pulang duluan. Oh ya, periksa sekitar cctv dapur juga. Mungkin mereka menyembuhkan sesuatu di sana."


selepas pembicaraannya dengan Rendy. Dinniar masuk ke dalam mobilnya dan langsung mengendarai mobil untuk pulang ke rumah. Jonathan masih berada di kamar itu bersama dengan Melinda.


"Kondisinya kritis. Kalau begitu kalian terus awasi kondisi Evelin. beri kabar kepada saya jika ada hal yang mendesak dan gawat." pesan Dinniar.


"Baik Bu. Saya akan menjaganya."


Panggilan diakhiri. Anak buah Rendy tiga orang menjaga Evelin di rumah sakit. Evelin kritis karena menurut dokter dia menelan racun yang mematikan. Untungnya dia cepat dibawa ke rumah sakit sehingga bisa tertolong meskipun dalam kondisi yang tidak baik.


"Dokter, apa sudah diketahui jenis racun apa yang diminum olehnya?" tanya salah satu anak buah Rendy.


"Kamu masih mencari tahunya lewat hasil urin dan darah. Kemungkinan besok baru bisa keluar hasilnya. Namun, tenang saja. Wanita itu bisa di selamatkan. jika kondisinya terus stabil maka dia akan siuman dua hari lagi." kata dokter memberikan penjelasan.


"Baik. Terima kasih dokter atas informasinya."


Flashback off.


Dinniar menemui Evelin yang terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan serangkaian alat yang canggih di setengah tubuhnya. Dinniar tidak habis pikir kalau Melinda bisa-bisanya melakukan hal jahat dan mematikan seperti ini.


"Melinda, kamu benar-benar keterlaluan dan tidak bisa dimaafkan. Aku akan membuatmu menerima semua ganjarannya. Evelin bertahanlah. bangunlah buat wanita itu menyesal karena telah menjebak mu seperti ini." bisik Dinniar di telinga Evelin.


Evelin masih belum memberikan respon apapun. Dinniar ditemani oleh Selvia dan Sonia sahabatnya untuk mengunjungi Evelin. Sonia sahabat Dinniar adalah seorang dokter. Maka dari itu Dinniar menempatkan Evelin di rumah sakit tempat Sonia bekerja.


"Sonia, aku mohon jaga dia untukku. Aku hanya bisa mempercayai dia kepadamu. Aku tidak bisa membawanya ke rumah sakit lain. Jika Melinda tahu Evelin tidak meninggal duni. pasti dia akan mencarinya dan mencelakainya lagi."


Dinniar yang bersimpati kepada Evelin. meminta Sonia sebagai dokter sekaligus sahabat untuk menjaga dan merawat Evelin.


"Dinnykamu tenang saja. Aku juga akan membantumu untuk menjaga Evelin. mau bagaimanapun dia juga temanku." ujar Selvia.


"terima kasih. Aku harus segera pulang. Aku harus membawa anak-anak ke rumah ibu mertuaku. Karena aku yakin om syam dan Tante Kamelia akan ke rumah." Dinniar bergegas pulang ke rumahnya.


Di rumah, Alesya yang ikut andil dalam rencana mempersiapkan kedua adiknya yang akan dibawanya menginap di rumah neneknya.


"Kita akan ke rumah mami yang lama. Kalian bersiap. Selama satu Minggu kita akan menginap di sana. mami nanti akan menyusul kita." Alesya mengarahkan adik-adiknya.


"Memangnya kenapa kita menginap di rumah lamaku?" tanya Tasya kepada Alesya yang sedang memasukkan baju ke dalam koper.


"Tasya, percayalah kepada kakak dan mami. Kita harus menginap di sana untuk sementara waktu."


Dinniar akan membawa ketiga anaknya ke rumah lamanya. Karena hanya rumah itulah yang aman. tidak akan ada yang berani mengusik anak-anaknya dan dia bisa dengan tenang menjalankan rencananya kali ini.


Saat mereka sedang membereskan barang yang akan dibawa seperti seragam sekolah, baju hari-hari dan lain sebagainya. Terdengar suara mobil Dinniar datang.


"Mami sudah datang. Ayo cepat kita bawa barang-barang ke bawah. kita berangkat sekarang juga." ajak Alesya sambil menarik kopernya.


Devano dibantu oleh baby sitter untuk merapihkan baju. sedangkan Tasya dibantu bibi. Bibi dan baby sitter akan ikut dengan mereka tinggal sementara di rumah itu.


"Kalian semua sudah siap?" tanya Dinniar yang masuk ke dalam rumah dengan tergesa-gesa.


"Mami, kenapa kita menginap di rumah lama?" Tasya banyak bertanya.


Karena dia sudah besar Tasya lebih banyak memberikan pertanyaan terkait segalanya. Dinniar lalu memberikan pengertian kepada putrinya agar Tasya tidak banyak bertanya dan tidak mencari tahu apa sebabnya.


Dia tidak mau anak-anaknya menjadi terguncang. Karena semua ini akan sangat menyakitkan bagi mereka yang tidak mengerti apapun.


Beberapa penjaga rumah memasukkan koper ke dalam mobil dan ketiga anak Dinniar masuk ke dalam mobil maminya. Dinny membawa tujuh penjaga untuk mengawasi anak-anak.