Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 176 - Mencari sosok pengganti



Dinniar sangat bingung ketika dia harus mencari sosok pengganti dirinya. dia sudah mencari beberapa kandidat. namun, Adrian masih menolaknya. hal itu membuat Dinniar menjadi tidak mengerti seperti apa kandidat yang diinginkan oleh Adrian.


Dinniar menemui Adrian di sekolah harapan. Dia ingin berbicara dengan sahabatnya itu. sahabat yang sulit sekali dia tebak pikirannya.


"Hai. silahkan masuk." kata Adrian setelah membukakan pintu untuk sahabatnya itu.


"Apa kamu sehat?" tanya Dinniar yang melihat wajah Adrian yang sedikit pucat.


"aku baik-baik saja."


mereka berdua kemudian duduk di sofa yang bersebrangan yang dipisahkan dengan meja. Dinniar memperhatikan wajah sahabatnya dengan sangat seksama membuat Adrian menjadi salah tingkah.


"Hei, kenapa melihat wajahku begitu?" tanya Adrian sambil memegang pipinya.


"Hem, sepertinya aku harus membawamu ke dokter. kamu pasti sedang sakit sekarang. wajahmu itu sangat pucat Adrian. ayo kita ke klinik sekolah sekarang." Dinniar bangun dari duduknya.


"Tidak usah, aku sudah minum obat tadi. ini hanya karena aku kurang tidur saja." Tandasnya.


"kurang tidur? apa ada masalah?" tanya Dinniar.


"Hem, ada." Adrian bicara sambil menatap mata Dinniar.


"Masalah apa?" tanya Dinniar.


"Masalah kepala sekolah yang mau berhenti dari posisinya. Aku jadi harus melihat beberapa berkas prestasi guru-guru dan mencari informasi tentang beberapa orang luar yang memiliki prestasi yang baik." Adrian bicara seakan sedang menyindir Dinniar.


"Lalu? apa kamu sekarang sudah menemukan pengganti kepala sekolah itu?" Dinniar tidak mau kalah dalam berbicara dengan Adrian.


"Sudah, tapi ternyata prestasi yang cukup banyak diraih tidak bisa menjamin mereka menjadi sosok orang yang amanah dan juga berdedikasi tinggi kepada pekerjaannya. Mereka memiliki prestasi, tapi sikap mereka tidak sebaik prestasinya." Adrian menundukkan wajahnya.


"Jadi, sebenarnya kriteria seperti apa yang kamu cari?" tanya Dinniar.


"Kamu." ujarnya.


Dinniar jadi geleng-geleng kepala. sebab sahabatnya itu benar-benar terikat kepadanya. Hal ini membuat Dinniar semakin sulit untuk terlepas dari jabatannya.


"Ini, tiga kandidat yang sudah aku pilih. mereka adalah ketiga guru kita yang sudah aku amati sejak lama sekali. Kamu tinggal mempertimbangkan mereka bertiga. mana yang akan menjadi pengganti diriku. Adrian, aku tidak ingin kamu terlalu membandingkan orang lain dengan diriku. Aku adalah manusia yang memiliki kekurangan. dan mereka semua juga memiliki kekurangan, hanya saja mereka pasti juga memiliki kelebihan dan mungkin kelebihan mereka tidak ada di diriku." Dinniar ingin sahabatnya tidak lagi berpaku kepada dirinya.


Adrian melihat tiga berkas yang ada di dalam tiga amplop itu. dia buka satu persatu amplop dan melihat beberapa dokumen yang berisikan kandidat yang dipilih oleh Dinniar. Adrian merasa beberapa orang yang dipilih Dinniar memang memiliki prestasi dan juga sikap yang cukup loyal terhadap siswa dan juga sekolah.


"aku akan pertimbangkan kembali. aku tidak bisa langsung memutuskannya." Adrian meletakkan berkas kandidat terakhir yang dilihatnya.


"Aku tidak meminta dirimu untuk memutuskannya sekarang juga. Aku hanya ingin kamu mempertimbangkan mereka dan memperhatikan mereka. Aku yakin kamu punya cara sendiri untuk meyakinkan dirimu siapa yang pantas menjadi kepala sekolah harapan yang baru." Dinniar tersenyum tipis kepada sahabatnya.


"Terima kasih sudah membantuku untuk mencari kandidat baru. meskipun aku masih sangat berharap kalau kamu tetap menjadi kepala sekolah di sini," kata Adrian.


"Aku sudah akan menjadi ibu tiga orang anak nantinya. banyak hal yang harus aku perhatikan dan aku awasi. anakku Alesya sudah beranjak dewasa, Tasya sudah mulai banyak tugas sekolah dan banyak bertanya. aku juga akan segera memiliki seorang bayi. jadi aku rasa, jika aku masih memegang posisi ini. aku takut fokus itu terbagi dan banyak pekerjaan yang akan terbengkalai."


Dinniar sudah mempertimbangkan semuanya dan sudah memutuskannya. jadi dia tidak mau mundur dari keputusannya. dia juga sudah bicara kepada Jonathan mengenai niatnya menjadi ibu rumah tangga. Suaminya sangat senang mendengar hal itu. jadi dia tidak mau membuat suaminya kecewa.


Dinniar meninggalkan ruangan Adrian. Adrian menatap kembali tiga berkas yang ada di atas meja. dia begitu berat melepaskan Dinniar.


.


.


.


di rumah Dinniar. Tasya sedang asik karena dibacakan buku cerita oleh kakaknya.


hari ini nenek akan mengunjungi pasar pengrajin kain tapis .Nita selalu menemani neneknya tiap kali Ada Kesempatan .tak terkecuali hari ini dia sudah meminta izin kepada ayah dan ibunya .dan ibunya menggantikan nenek menjaga toko kain tapisnya


Nenek memiliki sebuah toko yang khusus menjual kain tapis kain ini adalah kain khas dari Lampung tokoh milik nenek menyediakan berbagai jenis kain tapis warna-warnanya pun sangat indah


Karena ini hari Minggu mereka Berangkat lebih pagi kalau hari biasa nenek biasanya menunggu hingga Nina pulang sekolah tempat para pembuat kain tapis itu tidak terlalu jauh dari kota Bandar Lampung hanya sekitar setengah jam dengan mobil


Udara Kota Bandar Lampung hari ini cukup hangat Nita dan nenek diantar oleh seorang karyawan toko perjalanan hari ini pun sangat lancar tidak ada kemacetan sama sekali setiap 2 minggu nenek rutin mengunjungi tempat ini


Nenek biasanya memesan kain tapis dari para penjual untuk dijual kembali untuk sekali nenek membelinya untuk sekaligus mengambil pesanan sebelumnya


Nenek sangat mencintai kain tapis kali ini pun nenek memakai pakaian dari kain tapis berwarna ungu nenek tampak cantik sekali Nita pun tidak kalah bajunya terbuat dari kain yang sama nenek sendiri yang memilih model dan bahannya lalu kain itu dijahit oleh penjahit langganan nenek.


Begitu sampai nenek sibuk berbincang dengan beberapa orang ada banyak ibu-ibu dan remaja perempuan yang sedang bekerja mereka menggunakan peralatan yang tergolong sederhana motif dan dan warna kain tapis beraneka ragam semuanya indah dan menawan Nita mengira-ngira motif apa yang akan dipesan oleh nenek kali ini


Nita melihat berbagai jenis benang dan pewarna yang diletakkan di tempat khusus Bu Ima pengelola tempat itu menjelaskan tentang asal-usul warna itu warna kuning berasal dari kunyit kulit kayu rambutan menghasilkan warna hitam sementara warna merah didapat dari buah pinang muda Bu Ima juga menunjukkan benang katun dan benang emas yang menjadi bahan baku untuk membuat kain tapis.


benang katun ini berasal dari kapas benang ini menjadi dasar dalam pembuatan kain tapis dan benang emas ini dipakai untuk berbagai hiasan dan kain.


Nita dan neneknya tak lama di tempat itunenek membawa banyak kain tapis baru mobil terisi penuh dengan gulungan gulungan kain nenek Nita akan membuat berbagai macam pakaian adat dari kain tapis tersebut dia membeli begitu banyak kain tapis


Tibanya di Bandar Lampung Hari Sudah Siang Ibu tampak sibuk melayani pembeli yang cukup banyak kain tapis baru yang dikeluarkan dari mobil langsung diserbu para pembeli Mereka pun sibuk memilih dan membandingkan


Para pemilik kain tapis di toko nenek Nita tidak hanya masyarakat sekitar tapi para pembelinya justru banyak dari luar kota luar pulau bahkan luar negeri semuanya terpesona melihat keindahan selain tapis


Sejak tahun lalu ibu membuka toko online jadi ibu bisa melayani penjual ke berbagai tempat para pembeli itu bisa melihat contoh kain tapis lewat internet lalu mentransfer sejumlah uang kemudian barang dikirim lewat jasa pengiriman .


"Kakak kain tapis itu Ada berapa jenis sih?"Anastasia kepada kakaknya.


"wah kain tapis itu punya banyak jenis dek. sebentar Kakak akan beritahu beberapa jenis kain tapis dan apa saja maknanya."


"warna dan motifnya juga sangat beragam Tasya untuk kain tapis."lanjut Alesya.


"lihat ini misalnya kain tapis untuk upacara adat beda yang memakai beda pula jenisnya."jelas kakaknya.


"maksudnya Kak gimana kok beda-beda?"Tasya menggaruk-garuk kepalanya.


"jadi kan tapi sandi pakai oleh pengantin perempuan disebut tapis Jung sarat. sedangkan ada juga tapi silung yang dipakai oleh para orang tua dan kerabat dekat."jelas Alesya sambil memperlihatkan seperti apa jenis-jenis kain tapis di internet yang dia cari