Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 199 - Kepekaan seorang anak



selesai rapat dengan darius. Jonathan langsung kembali ke ruangannya. darius lalu mengikutinya dari belakang. Jonathan yang merasa diikuti oleh seseorang langsung menoleh dan dia lihat darius yang ada di belakangnya.


"kenapa kamu mengikuti aku?" tanya jonathan dengan menatap tajam darius.


"aku hanya ingin bertemu dengan tasya sebelum pulang." darius bicara tanpa menatap jonathan lama.


tanpa berkata sepatah katapun, jonathan kembali berjalan dan diikuti oleh darius. mereka masuk ke dalam ruangan bersama dan di sana sudah ada alesya bersama dengan tasya.


"papa sudah selesai rapatnya?" tanya alesya sambil menyalami punggung tangan papanya dan juga darius.


"Hem, sudah selesai. kamu sudah makan siang belum?" tanya jonathan kepada alesya.


"sudah, tadi mami membawakan aku dan tasya bekal." Alesya menanggapi pertanyaan papanya.


Darius duduk di sofa dan menemani putrinya yang sedang bermain boneka. tasya dibelikan boneka baru oleh darius dan putrinya sangatlah senang mendapatkannya.


"Wah kalian sangat cantik sekali. Pasti tadi habis pergi ke salon ya sama kaka tasya?" ujar darius yang ikut bermain dengan putrinya.


"papi bisa ajah. tadi aku yang kuncir rambut boneka Barbie-nya. apa mereka terlihat cantik?" tanya Tasya.


"sangat cantik sama seperti putri papi yang begitu cantik." darius menanggapi pertanyaan putri semata wayangnya.


"tasya, ayo kita pulang. sudah hampir sore, nanti kita terlambat ke restorannya. katanya kamu mau pergi makan malam dengan papa dan kak Alesya." Jonathan yang merasa cemburu dengan interaksi tasya dan juga darius membuat Jonathan mengusir darius secara halus.


"Kalau begitu, papa pulang dulu ya sayang. nanti kita bertemu lagi. papi sayang sama Tasya." Darius mengecup kening putrinya dan lanjut memeluknya dengan sangat erat.


"Tasya juga sayang sama papi. dadah papi, hati-hati di jalan." Tasya melambaikan tangannya ketika darius sudah berada diambang pintu.


Darius keluar dari ruangan jonathan dan berjalan menuju parkiran mobil. " Tumben sekali dia ingi mengajak Tasya pergi buru-buru. biasanya saat aku dengan tasya dia memberikan keleluasaan waktu." Darius menaikkan kedua bahunya tanda tak mengerti dengan sikap Jonathan akhir-akhir ini kepada dirinya.


Tasya dan Alesya yang selesai mengganti baju mereka langsung pergi bersama dengan Jonathan. Mereka akan mengunjungi restoran yang baru saja di buka di daerah kemang. restoran korea yang sedang viral itu membuat kedua putrinya penasaran untuk singgah ke sana.


"Memangnya Tasya suka makanan korea?" tanya Jonathan.


"Heeem, tentu suka. Waktu itu Papi pernah mengajakku sekali ke restoran korea dan ternyata enak. dan Kak Alesya juga katanya pernah pergi ke sana dengan teman-temannya. jadi aku mau pergi lagi ke sana."


Mendengar penuturan Tasya kembali membuat Jonathan menjadi cemburu. dia merasa kalau Tasya lebih banyak mengingat kenangan indah bersama dengan darius dibandingkan dengan dirinya. Jonathan jadi banyak diam dan bengong karena pemikirannya sendiri.


"papa awas!" teriak Alesya ketika mobil Jonathan mau menabrak motor yang menyalip.


Jonathan langsung menghentikan laju mobilnya dan menarik napas dalam. dia sangat terkejut.  kalau saja Alesya tidak memperhatikan jalan pasti mereka akan menabrak dan akan jatuh korban.


"Papa kenapa?" tasya langsung menghampiri jonathan dan mengelus pipi papanya dengan sangat lembut. Merasakan sentuhan putrinya. Jonathan langsung merasa tenang dan sesak di dalam dadanya seketika hilang.


"Maafkan papa sayang. papa sedikit tidak konsentrasi. Kita lanjutkan lagi perjalanannya." jonathan kembali mengendarai mobilnya kini dengan fokus yang penuh. dia tidak mau membuat bahaya kedua putrinya dan dirinya juga.


Alesya memperhatikan kalau papanya sedang tidak baik-baik saja. dari tatapan papanya saat melihat tasya dan darius terlihat lain. ditambah dia juga bisa merasakan kesal di dalam hati papanya.


"Papa baik-baik saja?" tanya Alesya.


"papa baik-baik saja sayang. terima kasih sudah bertanya." Jonathan mengelus kepala Alesya dengan mata tetap fokus ke jalanan.


"papa pasti sedang cemburu dengan kedekatan Om darius dan juga tasya akhir-akhir ini. apalagi saat om darius datang lebih dulu saat mereka baru tahu kalau tante cornelia kabur dari rumah sakit jiwa." gumam alesya di dalam hatinya sambil memperhatikan jalanan yang hampir sampai ke tujuan mereka.


"kalian sudah hubungi mami kalau kita akan makan malam di luar?" tanya Jonathan.


"Sudah pah. tadi sebelum aku ke kantor sudah izin dulu kepada mami dan bilang kalau kita mau makan malam bersama dengan papa." Alesya menjawab pertanyaan papanya dan jonathan mengangguk.


Mereka bertiga sampai di restoran korea yang sedang viral itu. kebetulan sekali sekretaris jonathan di kantor sudah membuat reservasi tempat untuk mereka. jadi ketika sampai di sana mereka tinggal masuk dan menunggu hidangan datang tanpa perlu antri lagi. pengunjung yang antri begitu banyak hingga ke depan pintu.


"Banyak banget ya pah yang antri. pasti ini enak sekali. kalau enak nanti kita jak mami dan dede devano kemari ya." pinta tasya.


"siap tuan putri papa yang sangat cantik." jonathan menaruh tangannya di dada dan sedikit membungkukkan tubuhnya.


Tasya dan alesya langsung terkekeh melihat gaya papanya yang lucu. tak lama kemudian mereka mendapati pelayan membawa hidangan yang mereka pesan datang menghampiri. wangi harum dari khas bumbu masakan korea sudah tercium di hidung mereka bertiga. hidangan restoran korea kali ini benar-benar menggelitik lidah mereka untuk segera menikmati masakan itu.


"Huaaah, harumnya bikin aku penasaran dengan rasanya." Tasya langsung menikmati beberapa irisan daging yang sudah diberikan minyak bawang putih.


"Heeem, rasanya enak banget pah. kita perlu belikan mami dan semua orang yang ada di rumah." celetuk tasya sambil terus menyantap hidangan makan malam mereka.


Selagi mereka menyantap makan malam. Di rumah dinniar sedang menunggu mereka pulang dengan hati yang gelisah. pasalnya sang suami tidak memberikan kabar apapun kepadanya sejak terakhir mereka bicara di telepon tentang keberadaan tasya di kantornya.


"Aku rasa mas jonathan sedang marah kepadaku. dia bahkan tidak bilang kalau mereka akan makan malam bertiga. biasanya dia akan mengajakku untuk makan malam juga." Ujar dinniar penuh gelisah.


Dinniar mondar-mandir di dalam kamarnya dan berusaha untuk menenangkan dirinya agar tidak terlalu gelisah, tapi nyatanya pikirannya terus menerawang. Devano yang merasakan kegelisahan di hati ibunya, terbangun dan menangis. dinniar langsung menghampirinya dan mengangkatnya ke dalam gendongannya.


"Devano sayang. jangan menangis ya, mami di sini sama devano." dinniar mendekatkan jari telunjuknya bibir sang putra dan devano menjilatnya. dinniar langsung membawa devano ke ranjang dan memberikannya asi agar putranya kembali tertidur lagi.


Dinniar menyanyikan lagu timang-timang agar putranya tertidur pulas. " Timang-timang, anakku sayang. jangan menangis, mami di sini." nyanyinya dengan suara yang lembut dan membuat sang putra kembali tertidur sambil terus meminum asi ibunya.


"Maafkan mami yang gelisah. kamu pasti bisa merasakan kegelisahan mami. mami akan menyelesaikan semuanya dengan papamu. agar hati mami juga tenang dan kamu juga tidak merasa gelisah lagi." Dinniar mengecup pipi putranya.


Terdengar suara mobil memasuki pekarangan rumah mereka dan dinniar langsung terbangun dan melihat ke kaca jendela kamarnya yang terletak di lantai dua.


"Mereka sudah pulang ke rumah." Dinniar menaruh devano di ranjang bayi dan langsung keluar kamarnya.


Setelah dia berada di lantai bawah. dinniar mendengar suara pintu terbuka dan dia langsung berlari ke arah pintu depan. "kalian sudah pulang." Dinniar menyambut kedatangan suami dan kedua anaknya.


"Mamih, aku bawain masakan korea buat mamih dan yang lainnya." tasya langsung memberikan bingkisan makanan kepada bi imah yang tadi membukakan pintu untuk mereka bertiga.


"Wah, sepertinya kalian sangat menikmati makanannya. mami kenapa tidak di ajak?" tanya dinniar sambil sedikit melirik suaminya.


Pertanyaan itu sebenarnya dia tujukan kepada jonathan yang datang tanpa menatapnya. Dia melihat kalau jonathan masih menyimpan kesal atas kejadian tadi siang.


"Karena ini makan malam kita bertiga. aku dan kak alesya sangat kangen sama papa. jadi aku memutuskan untuk pergi ke kantor papa saat papi menjemput sebelum supir datang." ujar tasya yang memang menyimpan kerinduan karena sudah tiga hari ini tidak bertemu dengan papanya karena berangkat pagi dan pulang saat mereka sudah tertidur.


"tasya ayo ikut kakak ke kamar. kita bersiap untuk tidur. besok pagi kita main sama adek devano." ajak alesya.


"oh iyah. besok kan hari sabtu dan kita libur sekolah. jadi kita bisa main sam adik devano sepuasnya. mami, papa. aku dan kak alesya ke kamar dulu ya." tasya langsung menggandeng tangan kakaknya dan berlari menaiki tangga.


"Bi, tolong di sediakan untuk yang lain." kata dinniar sebelum mengikuti langkah suaminya pergi ke kamar mereka.