Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 197 - Dilanda Cemburu



Hari cepat berlalu ketika kita sibuk dengan semua urusan dunia. Jarum jam menunjukkan jam dua siang dan itu artinya dia harus bersiap untuk rapat dengan pihak Darius.


"Sudah disediakan semua materi untuk kita jadikan bahan rapat hari ini?" tanya Jonathan kepada sang asisten setianya yaitu Rendy.


"Sudah semua dan saya juga sudah memberikan materinya kepada sekretaris bapak. Untuk rapat kali ini kita akan banyak berfokus kepada kegiatan lapangan." Jelas Rendy.


"baik kalau begitu kita segera bersiap untuk ke ruang rapat." Jonathan beranjak dari tempat duduknya dan langsung berjalan menuju pintu.


Rendy dan jonathan berjalan berdampingan. Mereka bersiap untuk pergi ke ruang rapat dan menunggu Darius serta timnya yang akan mereka ajak rapat pada hari ini.


"Tasya?" Pekik jonathan.


Jonathan dan Rendy yang berjalan melewati loby kantor melihat Tasya sedang bercanda dengan tawa lebar di bibirnya. Dia sedang bercanda dengan papinya.


"Kamu pergi ke ruang rapat duluan saja. saya ada urusan sebentar." Jonathan meminta Rendy untuk pergi ke ruang rapat lebih dahulu.


"Baik, pak " ujar Rendy sambil sedikit menundukkan wajahnya.


Jonathan terus memperhatikan tingkah Tasya yang semakin dekat dengan papinya.Twsya yang sudah setahun ini berhubungan baik dengan Darius dan sedikit banyak mengandalkan Darius membuat jonathan merasa tidak nyaman. Kasih sayang jonathan yang begitu besar kepada anak sambungnya itu. membuat dirinya terlalu over protektif kepada Tasya. Dia dulu sedikit banyak membatasi kunjungan Darius dan hanya bisa menemui Tasya kala mereka ada rapat di kantor dan itupun Jonathan yang membawanya sendiri. Kali ini tidak ada pemberitahuan, tapi Tasya sudah berada di dekat Darius.


"Kenapa dia bisa bersama Tasya?" tanya Jonathan pada dirinya sendiri.


"Wah lihat anak kecil yang sedang bersama dengan pria di sana. Sepertinya mereka anak dan papa yang sangat akrab. Aku sangat iri kepada mereka berdua. Wajah mereka juga sangat mirip." Ujar seseorang yang juga sedang memperhatikan Tasya dan Darius dari kejauhan. bersama dengan teman-temannya.


Mendengar perbincangan kedua wanita yang berdiri tetap satu meter di belakang Jonathan semakin membuat hatinya panas. Mereka bahkan menyebut bahwa Tasya sangat mirip dengan Darius.


"Halo, sayang. Aku mau bertanya kepadamu." Jonathan menghubungi istrinya.


"Ada apa sayang?" tanya Dinniar.


"Apa Darius sudah mendapatkan izinmu untuk pergi dengan Darius. karena pasti Darius menjemputnya di sekolah siang ini." kata Jonathan sambil terus memperhatikan Tasya dan Darius yang sedang bercanda tawa.


"Ya, dia sudah mendapatkan izinku. Dia katanya ingin menjemput Tasya dan membawanya ke kantormu. apa mereka sudah sampai?" tanya Dinniar yang penuh rasa cemas.


"mereka sudah sampai di kantor ku. Hem ... lain kali kamu harus bicara denganku dulu. meski aku bukan ayah biologisnya, tetapi aku punya hak atas dirinya." Jonathan menutup sambungan telepon dah segera kabur dari kempat itu.


Melihat ekspresi wajah jonathan terlihat begitu kesal. Dia bahkan tidak mau memanggil Tasya. Untuk mencegah sesuatu terjadi dia berjaga-jaga.


Jonathan terlihat begitu kecewa kepada istrinya. dia tidak bisa berpikir jelas dengan kondisi yang dialaminya.


Jonathan juga langsung menghubungi guru sekolah dari Tasya. dia meminta gurunya untuk menghubungi jika orang yang dia kirimkan fotonya untuk berjaga-jaga.


"