Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 204 - Kita harus menjadi pribadi yang bersyukur



Dinniar melihat Tasya sedang tidak berselera dengan sajian sarapan pagi ini. pasalnya Jonathan ternyata ada urusan mendesak yang membuat dirinya harus segera pergi ke kantor keluarganya.


"sayang kamu kenapa? Mami tadi udah bilang kalau papa akan berusaha pulang cepat. Papa janji hari ini kalian pasti akan pergi untuk memancing."


Tasya merajuk kepada maminya karena papanya tidak menepati janji untuk membawa mereka berdua pergi memancing.


"Tasya Kakak yakin kok kalau papa akan menepati janjinya. meskipun bukan hari ini pasti lain hari papa akan mengajak kita memancing." Alesya menghibur adiknya.


"Tasya tahu tidak ketika kita sedang berhadapan dengan makanan kita harus bersyukur. tidak boleh merajuk seperti itu. Tasya masih ingat bukan dengan cerita mami?" tanya Dinniar.


"sepertinya Tasya perlu diceritakan kembali mami. Kakak juga mau dengar." Alesya membantu maminya untuk membujuk sang adik agar tidak ngambek lagi.


"baiklah Mami akan bercerita."


namaku Rama umurku 3 tahun setiap hari aku selalu bangun pagi tidak lupa membaca doa setelah bangun tidur lalu aku merapikan tempat tidurku melipat selimut menata bantal dan guling di atas kasur agar terlihat rapi.


setelah itu aku lanjut salat subuh setelah lanjut salat subuh sebelum mandi aku berolahraga sebentar agar tubuhku menjadi lebih sehat.


Aku mandi menggunakan sabun yang sangat wangi keramas pakai shampo dan tidak lupa menggosok gigi. selesai Aku mandi aku menggunakan pakaian dan bersiap untuk sarapan pagi yang sudah disiapkan oleh ibuku. ibuku selalu memberikan aku sarapan agar bisa sehat dan kuat. aku bisa makan sendiri makan sayur dan lauk. Aku tidak pernah memilih-milih ataupun menolak makanan yang sudah disediakan oleh ibu.


selesai makan aku meminum susu. segelas susu hangat selalu disediakan oleh ibuku agar aku tumbuh menjadi tinggi.


setelah aku makan Aku akan membantu ibu merapikan meja makan setelah itu aku juga akan membantu ibu untuk membuang sampah pada tempatnya.


setelah sarapan aku akan bersiap untuk pergi ke sekolah. sekolah pasti banyak sekali pedagang yang berjualan. di sekolah kita tidak boleh jajan sembarangan karena jajan sembarangan akan membuat kita lebih mudah terserang penyakit.


saat di sekolah aku selalu memperhatikan guru setiap kali pembelajaran dimulai. ketika kita di sekolah harus memperhatikan guru yang mengajar agar kita bisa mengerti pembelajaran dan mendapatkan ilmu pengetahuan yang lebih banyak lagi.


Setelah belajar di sekolah aku akan pulang ke rumah dan mengganti seluruh pakaianku. setelah pulang ke rumah aku akan menonton televisi kesukaanku. oh iya untuk menjaga mata kita tidak boleh melihat televisi terlalu lama dan terlalu dekat. aku juga jarang sekali bermain ponsel terlalu lama.


saat di rumah aku selalu mendengarkan perkataan Ibu dan ayahku. Ayah selalu bekerja setiap hari. tidak pernah mengeluh karena ayah bekerja untuk kami semuanya. Ayah adalah pejuang pencari nafkah. kalau ayah tidak mencari nafkah untuk kami semua maka kami tidak bisa melangsungkan kehidupan yang baik.


terkadang aku sangat iri kepada teman-temanku yang bisa berlibur dengan kedua orang tuanya. namun, ibu selalu bilang. kalau aku pasti bisa berlibur bersama keluarga suatu Hari Nanti. Aku percaya dengan kata-kata ibu dan aku juga percaya kepada ayah yang sedang mencari nafkah untuk kami dan juga mencari uang tambahan untuk kami berlibur.


"gimana Tasya sudah mengerti bukan?"


"maafkan Tasya mami. Saya tidak akan lagi seperti ini. Tasya akan berusaha mengerti kondisi apa yang sedang bekerja. Tasya akan mendoakan Papa agar pekerjaannya lebih ringan dan lebih banyak lagi waktu yang bisa dihabiskan bersama kita semua." Tasya merasa menyesal.


"kalau begitu anak mami yang cantik sekarang kita makan dulu. setelah sarapan nanti mami akan hubungi papa. Mami akan tanya kapan papa akan pulang." ujar Dinniar.


"perlu Mami nanti takutnya mengganggu pekerjaan papa. Tasya akan menunggu Papa saja sampai pulang. itu baru nanti Tasya akan bertanya kapan kita akan pergi memancing sesuai dengan rencana semalam." Tasya tersenyum lebar hingga gigi-gigi depannya terlihat.


"kalian memang anak mami yang sangat pintar. mami bangga sekali memiliki dua Putri yang begitu pengertian kepada kedua orang tuanya. terima kasih sayang. Mami harap kalian akan terus seperti ini." Dinniar mengusap kepala Tasya sambil tersenyum.


memiliki seorang anak yang benar-benar pengertian kepada kedua orang tuanya membuat pasangan suami istri ini banyak-banyak bersyukur.


Dinniar ikut sarapan bersama dengan kedua putrinya sedangkan anak putra ya Devano sedang disuapi oleh Mbak Surti yang kini menjadi baby sister untuk Devano.


semua orang di rumah Jonathan sedang sibuk untuk sarapan pagi. sedangkan Jonathan sendiri di kantor sibuk dengan berbagai pekerjaan yang menantinya. ada kendala ada konstruksi pembangunan hotel. membuat beberapa pekerja mengalami cedera. Jonathan ingin melihat langsung kondisi para pekerjanya. sebagai seorang pemimpin dia bertanggung jawab atas segala resiko yang akan dialami oleh pekerja yang sedang membangun hotel milik keluarganya.


"Rendy sebaiknya kamu segera urus pengobatan mereka. berikan mereka juga kompensasi. untuk hal seperti ini tolong kamu handle lebih lanjut. dan cepat kamu panggil mandor dan juga penanggung jawab pembangunan." perintah curhatan kepada asisten pribadinya.


"siap pak saya akan menjalankan berita bapak." Rendy langsung memanggil mandor dan juga penanggung jawab pembangunan untuk Jonathan.


tak lama dari kepergian Rendy. mandor dan penanggung jawab pembangunan menghadap Jonathan.


"kalian tahu apa kendalanya?" ayo Jonatan kepada dua anak buahnya.


"maafkan atas kelalaian saya Pak."petugas penanggung jawab pembangunan meminta maaf kepada Jonatan.


"kalian harus bisa menangani hal ini dan kalian juga harus bisa minimalisir pekerja agar tidak mengalami cedera seperti saat ini atau yang lebih berat lagi. saya tidak mau bekerja mengalami kecelakaan saat bekerja. kita buka pekerja khawatir jadi saya harap kalian bisa bekerja dengan lebih baik lagi dan lebih waspada lagi. tidak ada mereka juga harus menggunakan atribut keamanan agar saat terjadi Dia kecelakaan mereka semua tidak mengalami cedera yang parah atau bahkan mengancam nyawa mereka." Jonatan pabrikan ultimatum kepada mandor dan juga penanggung jawab pembangunan.


"siap pak kami akan melaksanakannya."


mandor dan juga penanggung jawab pembangunan keluar dari ruang kerja Jonathan. mereka kembali bekerja dan kembali memperhatikan beberapa pekerja yang sedang membangun hotel bintang lima yang baru.