
perjalanan yang menyakitkan dan sangat berduri sudah hilang dari kehidupan mereka semua. Kini Sudah 2 tahun berlalu.
Alicia sudah beranjak dewasa dia kini berada di kelas tiga sekolah menengah atas. selama dia bersekolah Alessia melakukan yang terbaik agar ia bisa menjadi siswi yang berprestasi.
saat liburan sekolah Alicia pergi ke hotel untuk belajar bagaimana caranya mengelola dan mengetahui seperti apa suka duka bekerja di sana.
saat ini Alicia sedang magang di hotel. tidak hanya dia akan tetapi tiga orang temannya juga magang di hotel milik keluarganya.
kelas 3 sekolah menengah atas memang mengadakan praktek kerja lapangan. gimana siswi harus belajar menghargai pekerjaan dan bagaimana sulitnya bekerja.
"Sya gua cape banget nih. kerja di bagian housekeeping banyak banget yang dikerjain. Parah." Alvi terduduk di lantai Karena kelelahan.
"katanya lu suka staycation. ya ini pekerjaan yang tepat buat kita yaitu jadi housekeeper. udah deh nggak usah banyak ngeluh yang lain juga nggak ada yang ngeluh cuma lu doang yang ngeluh Alvi." Alesya gemas dengan sikap sahabatnya yang selalu mengeluh.
"ya nggak kerja di bagian housekeeping juga kali, sya. kan kita bisa jadi tour gate." sangkal Alvi.
"hello kita ini masih baru magang jadi nggak mungkin kita dikasih tugas sebagai toge yang udah pastinya mereka adalah orang-orang yang profesional ya udah lama kerja yang tahu seluk-beluk hotel dan tahu tempat pariwisata yang tepat untuk para pengunjung hotel yang ingin berlibur." cerocos Alesya.
"udah ah kerja nggak usah ribet kayak begitu deh nanti yang ada lo dikasih nilai C atau enggak E." Alesya menakut-nakuti sahabatnya itu.
Alesya mendorong rak yang berisi sprei dan juga sarung bantal. karena mereka bekerja di bagian housekeeping. mereka tidak hanya bertugas menjaga kebersihan saja. akan tetapi mereka menjalankan seluruh manajemen housekeeping.
Alesya bekerja di sana tanpa diketahui oleh para karyawan hotel bahwa dia adalah anak dari pemilik hotel dan calon pewaris hotel.
"Alesya, cepetan dong jalannya. Kamu itu jangan lelet, kalau kamu lelet nanti tamu datang kamarnya belum bersih dan rapi. itu akan menimbulkan masalah untuk kita semua." omel salah satu atasan Alesya di bagian housekeeping.
"jangan mentang-mentang kalian semua di sini itu cuma anak magang jadi kerjanya bisa santai-santai aja. saya akan bilang kepada manager kalau misalkan kerja kalian tidak bagus dan kalian akan mendapatkan penilaian yang buruk." sambungnya sambil berbalik badan meninggalkan Alesya.
"sya, dia itu mirip banget deh sama nenek lampir. dari hari pertama kita kerja di bagian housekeeping. dia itu terus aja bikin kita kesel, ngomel-ngomel mulu kerjaannya. apa jangan-jangan dia di sini itu bagian ngomel-ngomel kali ya?" kesal Alvi.
"udah nggak usah dibikin kesel lagi. sekarang mendingan kita kerjain tugas kita biar dia juga nggak kesel sama kita dan kita nggak dapat omelan dari ini semua gara-gara Lo tau nggak kerjanya males-malesan, ngeluh mulu." Alesya meninggalkan Alvi.
"sya, tungguin dong sya."
hari ini Alvi dan juga Alesya bertugas bersama membersihkan tiga ruangan atau tiga kamar tamu yang akan diisi oleh tamu baru.
"wih kamarnya gede banget ya, sya." respon Alvi ketika masuk ke dalam kamar tamu.
"namanya juga kamar presiden suite Alvi. jadi udah pasti gede dong." Alesya semakin kesal.
"gue itu bilang gede bukan karena nggak tahu ini kamar tipe apa, sya. tapi gue bilang gede karena kita tuh pasti capek banget beresinnya." keluh Alvi lagi.
"dan kalau lu banyak ngeluh kita nggak akan selesai-selesai beresinnya. heran anak cowok ngeluh terus." sewot Alesya.
Alvi akhirnya membantu sahabatnya untuk merapihkan kamar mandi. Sudah dua hari ini dia mendapatkan tugas membersihkan kamar mandi tamu.
"Untung ajah ini kamar mandi enggak terlalu kotor. Jadi santai bersihinnya." oceh Alvi lagi.
bekerja di bagian housekeeping memang bukan hal yang mudah. mereka harus membersihkan kamar mereka juga memeriksa apakah ada kerusakan pada perlengkapan hotel, seperti AC, televisi, lampu dan lain sebagainya. lalu housekeeper jika menemukan kerusakan akan menghubungi bagian maintenance untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
Untung saja dua hari mereka bekerja tidak ada kerusakan di dalam kamar tamu hotel. karena memang Jonathan menerapkan kepada seluruh karyawannya agar menjaga baik perlengkapan kamar tamu. jadi membuat kamu nyaman dan ingin kembali menginap di hotel mereka.
"sya, kalau ada yang ngeselin lu kan tinggal bilang lo anak pemilik hotel dan lo adalah calon pemimpin mereka." celetuk Alvi.
"udah deh, Vi. kalau kita ngelakuin hal itu nanti yang ada penilaian tugas kita itu tidak sesuai atau tidak jujur." tegas Alesya.
Alesya memang ingin hasil kerja mereka dinilai dengan jujur. Dia tidak mau kalau hasilnya dibuat karena tidak enak kepada papanya.
Teman-temannya juga tidak tahu kalau hotel ini adalah milik Alesya. Mereka tahunya papa Jonathan adalah pengusaha properti dan juga investor.
Alesya dan Alvi selesai merapihkan dan mengecek seluruh ruangan.
"tidak ada kerusakan dan semuanya aman." Alesya menaruh kedua tangannya di pinggang sambil tersenyum lebar.
"Sya, ayo cepetan pindah ke kamar lain. sebentar lagi waktunya makan siang." ajak Alvi.
Alvi selalu bersemangat jika waktu sudah mendekati makan siang. karena setelah makan siang mereka akan bekerja menyambut tamu saja lalu pulang di jam tiga sore.
Alvi dan Alesya masuk ke kamar hotel selanjutnya. Saat mereka masuk dan melihat ke dalam kamar. Betapa terkejutnya Alesya dan Alvi.
"Ya ampun. Ini kamar apa Medan perang? Ancur banget sumpah!" sungut Alvi sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"gue yakin ini yang ngisi tadi suami istri yang abis perang dunia ketiga." Alvi asal bicara.
Alesya sama terkejutnya. Dia tidak menyangka ada tamu yang sebrutal itu ketika menginap di hotel. Sehingga kamar menjadi tidak karuan kondisinya.
Alesya mulai memunguti bantal sofa, majalah dan juga sampah pembungkus makanan. Meskipun dia juga merasa kesal, tapi sudah menjadi tugasnya membersihkan tanpa mengeluh.
Alvi lalu masuk ke belakang dan memeriksa kamar mandi. Ternyata di kamar mandi kondisinya juga sangat parah. Tissu berserakan di lantai. Sabun tercebur ke dalam closed dan ada bercak kotoran. Membuat Alvi ingin mengeluarkan seluruh isi perutnya.
"Sya, gua ajah deh yang beresin kamar. Lo beresin kamar mandi sana. Gue enggak tahan banget." Alvi sudah tidak karuan rasanya.
Alesya meninggalkan kamar dan menuju kamar mandi. Dilihatnya dan dia juga hampir ingin mengeluarkan isi perutnya.
Alesya akhirnya mau tidak mau membersihkan kamar mandi. Dia memunguti setiap tisu yang ada di lantai dan juga menyikat seluruh kamar mandi. Selama tiga puluh menit dia berada di dalam sana. Sedangkan Alvi sedang sibuk memasang seprai dan juga sarung bantal.
Keduanya sibuk. Dan setelah selesai mereka terduduk di lantai. Lelah bukan main membersihkan kamar tamu satu ini. Ukuran kamar tidak seberapa, tapi lelahnya bukan main.
"Mendingan beresin kamar gede, sya. daripada kamar kecil, tapi ancur banget." ujar Alvi.
"Tadi siapa yang ngeluh kamarnya ke gedean?" tanya Alesya.
"Iyah deh maaf. Sya, istirahat lima menit lagi ya." Alvi tergeletak di lantai sangking lelahnya.