Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 147 - Menyelam di air keruh



Sinar matahari mulai menyinari bumi. sinarnya masuk disela-sela jendela kamar. Hari Minggu yang sangat cerah ini dipergunakan dengan sangat baik oleh Dinniar untuk membuat menu sarapan yang istimewa.


Dinniar menyiapkan menu sarapan sehat dan mengenyangkan untuk keluarga tercintanya.


"Sudah semua. sekarang tinggal aku menatanya di atas piring." Dinniar benar-benar sangat memprioritaskan keluarganya.


Menu yang dibuat oleh Dinniar untuk sarapan.



selesai menata di atas piring. Dinniar langsung menatanya di meja makan. Dia juga memanggil anak dan suaminya.


"Ayo cepat di makan sarapannya. Mami sudah buatkan menu sehat, tapi tetap lezat." Dinniar menyambut kedua anaknya dan juga suaminya saat mereka tiba di ruang makan.


Dinniar ikut duduk di kursi dan menikmati makanan yang tadi ia masak. Sambil menikmati sarapan pagi. mereka semua berbincang kecil sambil sedikit bercanda. Memang sebenarnya saat makan tidak boleh bicara. namun, saat makan ada waktu yang tepat untuk saling mengetahui satu sama lain.


"Saat belajar kelompok kemarin aku ada sedikit kesulitan. Soal sains itu cukup rumit sehingga aku dan teman-teman belum bisa mencari jawabannya." Keluh Alesya.


"Hem .. Mami bisa bantu. nanti setelah makan, mami akan lihat soalnya. Lalu kita kerjakan bersama. Setuju?" tanya Dinniar.


"Setuju. Terima kasih Mami." Alesya kini tak murung lagi.


Sejak subuh selepas mereka menunaikan ibadah sholat subuh. Memang wajah Alesya sedikit berbeda dari biasanya. makanya Dinniar membuatkan sarapan istimewa dan mengajak berbincang di meja makan. ternyata benar saja kalau Alesya sedang mengalami kesulitan belajar. Hati seorang ibu memang tidak mudah dibohongi. Dinniar dengan sangat peka mengetahui situasi yang sedang dialami kedua putrinya.


Jonathan kembali merasa takjub dengan Dinniar. wanita yang dia nikahi sangatlah hebat. Meski bukan seorang ibu kandung, tapi dia bisa membaca hati dan suasana Alesya.


Mendapati suaminya terus tersenyum sambil menatap wajahnya. Dinniar menjadi tersipu malu. Dia menjadi salah tingkah. sikap Dinniar masih saja seperti awal orang pacaran, malu-malu kucing.


...****************...


"Kalian cari tahu kegiatannya. Saya mau kalian segera mendapatkan semua jadwalnya." Cornelia menutup teleponnya.


"kita lihat saja, aku tidak akan membuat dirimu tenang. Aku tidak akan memberikan kesempatan kalian untuk menikmati hari-hari bahagia. meski dia berkata tidak lagi mencintainya. namun, siapa yang bisa memastikan kebersamaan tidak mengubah perasaan?" Cornelia kembali merencanakan sesuatu.


manusia memang tidak pernah ada puasnya apa yang telah dia miliki belum tentu bisa memenuhi segala hasrat yang ada di dalam dirinya. seperti Cornelia yang saat ini tidak puas mendapati Darius sebagai suaminya. semenjak dia berada di penjara dan setelah dia keluar dari penjara dia malas makin memiliki ide-ide licik di dalam otaknya. dia tidak puas hanya dengan memiliki Darius yang berstatus sebagai suaminya.


Cornelia merasa kalau Darius sudah tidak lagi mencintainya. semua kata manis yang keluar dari bibir Darius dan semua perhatian yang hangat dari Darius itu semua palsu baginya.


Cornelia sadar kalau dia sudah melakukan hal yang sangat bodoh saat merencanakan penculikan Tasya. namun, seperti yang semua orang ketahui Cornelia tidak pernah menyalahkan dirinya karena telah berbuat nekat. dia merasa itu adalah kelalaian dari Dinniar yang telah mempercayakan putrinya kepada dia dan juga Darius.


"kita lihat saja setelah ini. aku yakin kamu akan kehilangan sesuatu Dinniar. aku akan membuatmu menyesal karena kemarin kau telah mengabaikan perkataanku."


hidup memang sebuah pilihan. ketika kita memilih menjadi orang yang baik maka kehidupan kita akan semakin membaik. Meski dalam setiap pilihan yang kita ambil akan ada konsekuensi dan ujiannya. sedangkan ketika kita memilih jalan menjadi seseorang yang buruk dan seketika segala apa yang kita rencanakan sangat berjalan dengan lancar. bukan berarti Tuhan memberikan jalan yang mulus untuk kita. bisa jadi rencana yang lancar itu akan menjadi sebuah ujian di masa depan.


Cornelia memilih menjadi seseorang yang buruk dan memilih untuk tidak memperbaiki apa yang telah salah di dalam hidupnya. Cornelia tidak menyesali apa yang menjadi keputusannya saat ia merasa diabaikan.


Darius masuk ke dalam rumah setelah dia lari pagi di sekitar komplek rumahnya.


"sayang kamu mau makan?"tanya Cornelia dengan sangat manis.


sikap manis Cornelia akan tetap ada dan akan tetap sama kepada Darius. meski dia kesal dan sangat kecewa kepada suaminya. dia akan tetap mengupayakan agar bisa memiliki Darius di sisinya.


"aku tidak lapar. Aku hanya ingin mandi."


Darius dengan cepat meninggalkan Cornelia dan kembali mengabaikan istrinya. dia masuk ke dalam kamar tanpa melihat sedikitpun wajah istrinya ketika mereka berpapasan tadi.


"sikap acuhmu ini akan menjadi bumerang untukmu sendiri Mas. kamu harus bersiap-siap menghadapi ku. aku bukanlah wanita yang dulu hanya tergila-gila karena cintamu. kini aku adalah wanita yang berambisi untuk memilikimu dan menguasaimu. aku tidak rela kau membagi perhatian dan kasih sayangmu kepada siapa kecuali kepadaku dan calon anak kita."


sikap Cornelia semakin mengeras. dia semakin merasa terabaikan. semakin merasa tersisihkan ketika Darius sudah mulai dekat dengan putrinya Tasya.


"Aku akan terus menyelam di air keruh. Meskipun aku akan merasakan gatal dan perih di sekujur tubuhku. Aku akan terus seperti itu selama memastikan kamu tetap menjadi milikku." kecam Cornelia.


...****************...


Alesya bersama dengan Dinniar berusaha mengerjakan beberapa soal yang terlewatkan saat Alesya dan teman-temannya belajar kelompok.


"nah caranya begini sayang. lain kali kalau kamu kesulitan dalam memahami soal ataupun memahami pelajaran. Kamu bisa hubungin mami saat kamu sedang bersama teman-teman. mami akan berusaha membantu kamu."


"Oke siap mami. terima kasih ya Mami udah bantuin aku ngerjain soalnya. Mami itu memang yang paling the best. aku makin sayang banget sama Mami." Alesya memeluk tubuh diniar dengan erat.


"jadi sayangnya cuman sama mami doang nih? sama papa nggak sayang?" Jonathan masuk ke dalam kamar Alesya.


"iya Kakak juga nggak sayang sama Tasya nih?" Tasya ikut menggoda Kakak dan maminya.


"tentu Kakak sayang sama Tasya dan papa dong. Kakak bisa bahagia seperti ini kan karena Mami, Tasya dan papa. Kakak sayang banget sama kalian semua. kalian adalah keluarga ter the best yang Kakak punya." Alesya menarik tangan Tasya lalu memeluk Adik sambungnya itu.


Dinniar dan Jonathan ikut memeluk kedua putrinya. mereka berempat berpelukan bersama. kebahagiaan yang dimiliki oleh Dinniar sangat lengkap dan sangat sempurna.


kehidupan baru yang dimiliki Dinniar saat ini lebih sempurna dari pada saat dia bersama dengan Darius dahulu. kehidupan yang sekarang dia jalani sangat berarti. kehidupan yang sekarang dia jalani juga tidak ada prasangka lagi. dia merasa yakin bahwa Jonathan tidak akan pernah melakukan hal buruk yang seperti dilakukan Darius kepadanya dulu.


"hai semuanya sekarang istirahat dulu. Kenapa badan Mami mau menonton film kesukaan kami berdua."kata Jonathan.


"sayang sebelum kita menonton film Aku mau kasih tahu kamu kalau film yang akan kita garap dan yang pernah kita bicarakan waktu itu sudah selesai kerangkanya."


"kamu coba cek dulu kerangkanya."Jonathan menyerahkan satu bundel kertas kepada istrinya.


"baiklah aku akan membacanya Tuan Jonathan." kata diniat dengan senang hati menerima satu bunda kertas untuk project film mereka.


"sayang bacain yang keras kerangkanya karena jujur aku juga belum baca." pinta jonathan.


"baiklah dengarkan dengan seksama. Kerangka cerita.



Kisah masa kecil yang selalu disudutkan saat memiliki tubuh yang kurus dan orang sering menyebutnya anak kurang gizi.


Setelah memasuki bangku SMA tubuhnya menjadi gemuk dan bertambah gemuk saat menjadi mahasiswi.


Dikampus banyak teman-teman yang jijik melihat tubuhnya yang sudah obesitas dan wajah yang seperti ikan buntal sehingga ia mendapat julukan ikan buntal di kampusnya.


Saat akan memasuki semester 6 dan itu adalah semester dimana mahasiswa dan mahasiswi harus magang diperusahaan untuk menguji kemampuannya.


Saat mendaftar mencari perusahaan untuk magang tak sengaja bertemu dengan pria tampan yang membantunya ketika ia terjatuh ditangga.


Semenjak pertemuan itu dia terus terbayang pada sosok pria tersebut walau ia belum tau siapa sebenarnya pria itu.


Semester 6 pun tiba dan dia mendapat pekerjaan di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Fashion disanalah ia bertemu dengan pria yang selama ini ia cari-cari.


Selama ia magang di perusahaan itu jarang sekali orang-orang menganggap keberadaannya bahkan disana ia layaknya seorang pelayan padahal seharusnya ia menjadi karyawan magang menghandle bagian periklanan.


Setiap hari dia berangkat ketupat magang dan orang-orang selalu menatapnya jijik.


Dia setiap hari harus melihat dan merapihkan baju-baju yang akan dipakai oleh para model iklan dari perusahaan fashion tersebut dan disinilah keinginannya menjadi wanita yang memiliki tubuh indah tercipta.


Ditengah-tengah usahanya menjadi wanita bertubuh langsing ia bertemu kembali dengan pria tersebut yang ternyata adalah Presdir dari perusahaan tempatnya magang dan ia semakin yakin untuk membentuk tubuh indahnya.


Karena proses shuting iklan sedang break maka dia dapat libur bekerja selama 1 bulan diwaktu itu lah ia mulai membentuk tubuh indahnya.


Dia berolah raga dengan sangat rajin, menahan rasa ingin memakan cemilan kesukaannya, tidak mengkonsumsi mie instan sehingga semua cemilannya ia bagikan ke pada anak-anak panti asuhan tempatnya berbagi.


Dengan kerja kerasnya selama satu bulan menghasilkan tubuh yang sangat indah, tubuh yang tidak kurus dan tidak gemuk pas seperti top model.


Dalam perjalanan menuju perusahaan magang di sepanjang jalan semua orang melirik kearahnya, tubuh langsing nya dibalut pakaian yang modis sehingga kedatangannya membuat seluruh staff terkejut dan tidak menyadari bahwa ia adalah mahasiswa magang yang tidak pernah dianggap ada.


Diperusahaan magang kini ia memiliki teman dan saat seorang model yang sering mencela bentuk tubuhnya datang sang model merasa iri dan tidak mengenalinya.


Disaat tubuhnya sudah langsing entah mengapa ia selalu dipertemukan dengan pria itu, pria yang membuatnya berdebar saat bertemu walau pria itu sekarang menjadi dingin ketika melihatnya tidak seperti dulu saat ia gemuk pria tersebut tampak ramah dan suka membantunya.


Ketika pertemuan yang tak sengaja itu kembali membuat sang pria terkejut dan mulai mengenali dirinya yang tenyata wanita gendut yang sering ia bantu.


Dia dan pria itu semakin akrab dan membuat sang model iklan merasa tersaingi, dulu sang model tidak suka padanya karena pria itu sangat ramah padanya sedangkan sikapnya pada sang model sangatlah dingin, dan serang ia tambah marah karena mengetahui bahwa wanita gendut itu sekarang berubah menjadi wanita cantik dengan tubuh yang sexy membuatnya semakin cemburu melihat pria yang ia sukai sangat akrab dengan wanita itu.


Ketika waktu terus berjalan dan tak terasa hari ini adalah hari terakhirnya menjadi karyawan magang ia berpamitan kepada seluruh staff dan ia juga membagikan kopi hangat dan suatu kejadian yang tak diduga terjadi sang model merasa sakit perut dan menuduh dia memberi racun di kopi miliknya, konflik menjadi lebih memanas duantara mereka.


Pria yang ia suka turun tangan dan ternyata pemicu dari sakitnya perut sang model diakibatkan oleh terjadinya gangguang pencernaan akibat terlalu banyak mengkonsumsi obat diet.


Sang model pun meminta maaf dan malu karena selama ini ia dikenal sebagai top model yang tubuhnya tidak pernah guk meski banyak makan padahal dia mengkonsumi obat diet.


Pria itu semakin membuatnya jatuh cinta tapi ia tidak tahu apakah pria itu juga meyukainYa sampai tiba pada waktu dimana sang pria memberinya seikat bunga mawar cantik tanda cinta.


Mereka pun menjadi cinta yang sangat manis dan membuat iri semua orang.


Tak lama berselang mereka pun mengumumkan rencana pernikahan mereka." dinier membacanya dengan nafas yang sudah tersengal-sengal.



"sayang jadi film ini hanya dua puluh lima episode saja?" tanya Dinniar.


"ya sayang Aku dan tim meringkas semuanya agar hanya ada 25 episode karena memang menurut aku kalau kita bikin episode yang terlalu banyak pasti akan menjadi film yang membosankan. hanya saja kalau mereka menyambut film ini dengan baik maka tidak menutup kemungkinan kita akan memperluas ceritanya." jelas Jonathan.


"baiklah kalau begitu. aku setuju dengan ceritanya. untuk castingnya kayaknya kita perlu melibatkan beberapa orang yang sama profesional di bidangnya. Aku mau bikin film se-apik mungkin yang bikin orang terkesima dan terhanyut dalam menonton perjalanan film ini" Dinniar sudah membayangkan bagaimana filmnya jika terbit di salah satu acara di stasiun Televisi milik suaminya.


mereka berdua memang sudah sangat lama merencanakan untuk menggarap sebuah film. baru hari ini Jonathan mendapatkan informasi terbaru dari timnya mengenai film yang akan digarap oleh mereka berdua. Jonathan juga sudah menyiapkan beberapa nama artis untuk mengikuti casting.


"Sayang boleh nggak artis kesukaan aku ikut masuk dan menjadi pemeran utama di film kita?"tanya Dinniar.


"itu hal yang mudah sayang. asalkan kamu bisa memberikan kehangatan malam ini untukku."Jonathan berbisik di telinga istrinya.


Jonathan memang sangat suka sekali menggoda istrinya di kala malam hari. malam hari adalah tempat mereka mencurahkan kasih sayang. dan Jonathan juga akan menggunakan kesempatan itu untuk bermanja-manja dengan istrinya.