Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 44 - wanita gila



Darius sudah dua hari tidak mendatangi Cornelia ataupun ke kantor. Dia hanya berdiam diri di rumah, berusaha untuk memenangkan kembali hati istrinya yang sudah dia kecewakan.


Saat Darius sedang termenung dan memikirkan cara. Cornelia terus menerus menghubunginya. Dia tidak mengangkat panggilan telepon dari cornelia karena dia tidak mau memperkeruh suasana rumah tangganya.


"Kenapa tidak di angkat? Angkat saja. Dia kan istrimu, aku tidak masalah. Toh kita akan segera bercerai." Dinniar yang menuang air minum melirik Darius.


"Cerai, cerai, cerai! Aku bilang aku tidak mau bercerai darimu. Aku tidak mau kita berpisah apalagi aku berpisah dengan Tasya. Aku tidak rela." Darius malah membentak Dinniar.


Melihat sikap Darius, bukannya Dinniar takut malah dia memutar kedua bola matanya.


"Tidak perlu bersandiwara, Mas. Kalau kamu tidak mau ada perceraian dalam rumah tangga kita dan tidak mau terpisahkan dengan putrimu Tasya. Harusnya kamu sadar sejak awal. tidak melakukan kesalahan sejak awal. dan terlebih lagi kamu tidak akan pernah menikahi wanita itu secara siri maupun secara negara. Karena kamu seharusnya sudah tau apa konsekuensinya!" Dinniar menggebrak meja bar yang terletak di dapur rumahnya.


Darius hanya bisa tertunduk. Lagi-lagi dia tidak bisa membantah perkataan istrinya. Dia mengetahui kesalahannya, tapi tidak mau mengakui kesalahan besar yang telah dia perbuat.


.


.


Cornelia terlihat sangat kesal karena Darius ternyata tidak juga mengangkat panggilan telepon dari dirinya.


"oke kalau kamu memang tidak mau mengangkat teleponku aku yang akan mendatangimu Mas ke rumahmu."


Cornelia bersiap untuk pergi ke rumah Darius dan Dinniar. dia tidak sanggup untuk berlama-lama tidak bertemu dengan suaminya itu.


di dalam mobil Cornelia mengendarai mobilnya perlahan menyusuri komplek perumahan elit yang menjadi pilihan Darius untuk tinggal bersama dengan keluarganya.


Cornelia melihat mobil Darius dari balik pagar rumah dia melihat plat nomornya cocok dengan plat nomor yang dimiliki oleh suaminya itu.


kornet liat turun dari mobilnya dan memencet bel rumah Dinniar.


seorang asisten rumah tangga keluar dan membukakan pintu pagar dan menyambut kedatangan Cornelia tanpa dia ketahui siapa sebenarnya wanita itu.


"permisi bisa bertemu dengan mas Darius?"


"Maaf Ibu ini siapa ya?" tanya sama asisten rumah tangga.


"saya istrinya Mas Darius. boleh saya masuk dalam rumahnya?" tanya Cornelia sambil matanya mendelik ke atas.


"i-istri?" asisten rumah tangga itu terkejut mendengar pengakuan dari wanita yang baru pertama kali ia temui.


"siapa Bi?" Dinniar keluar dari rumahnya dan melihat sosok wanita yang menjadi perusak rumah tangganya.


"biarkan dia masuk." perintah Dinniar.


Cornelia mendapatkan izin masuk dari Dinniar istri pertama dari suaminya.


Cornelia melihat rumah Dinniar yang cukup indah megah dan sangat tertata rapi.


"Maaf aku ingin bertemu dengan Mas Darius. jadi aku kemari," ucapnya kepada Dinniar tanpa tahu malu.


"oh tidak apa-apa. aku akan memanggilkan suamimu dulu Ya tunggulah di sini." Dinniar berusaha sabar menghadapi wanita gila yang berani-beraninya masuk ke dalam rumahnya.


Dinniar mengetuk pintu kamarnya, yang di dalamnya terdapat seorang pria yang sedang berusaha mengurung dirinya untuk meyakinkan istrinya.


"kali ini kamu sudah tertangkap basah Mas kamu tidak bisa mengelak lagi tentang pernikahan siri kalian."


Darius keluar dari dalam kamar dan dia melihat Dinniar sudah berada di depan pintu kamar mereka.


"sayang kamu sudah memaafkan aku?" tanya Darius.


"jangan berharap apapun lagi dariku Mas. sekarang temui saja istrimu yang ada di bawah sana. gelar istri yang aku punya. akan aku berikan kepadanya. jadi jangan pernah menganggap aku istrimu lagi."


Darius tersentak dengan apa yang ia dengar dari kata-kata yang keluar dari mulut istrinya.


dia juga tidak menyangka ternyata istri keduanya telah sampai di rumah miliknya dan Dinniar. dia tidak pernah menyangka kalau Cornelia akan menemuinya di rumah ini.