
setelah keluarga tante Kamelia pulang. Jonathan dan istrinya mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan untuk menyambut bertiga anaknya pulang ke rumah.
"sayang aku balon-balonnya Kita taruh di atas plafon rumah?"
"Mami yang cantik. sebaiknya kamu duduk saja dan biarkan aku dan mengerjakan semuanya." kata Jonathan sambil menggiring istrinya duduk di atas sofa.
"tapi bagaimana kamu bisa menyelesaikan semuanya sendirian?"
"karena ada kita semua."
Silvia, Sonia, Sephia, Samuel serta orang tua mereka berdua datang ke rumah untuk membantu membuat pesta penyambutan.
"kalian semua ternyata datang kemari? pantas aja deh dengan percaya diri bilang akan menyelesaikan semuanya. sejujurnya aku tidak percaya kalau dia akan menyelesaikannya seorang diri. dan ternyata kalianlah bala bantuan untuknya." Dinniar terkekeh.
"tentu saja mana mungkin kami melewatkan hal bahagia seperti ini. kami akan membuat hari bahagia yang penuh sukacita. aku sudah membawa banyak balon dan juga hiasan dinding lainnya. pasti anak-anak akan senang."puja Selvia sambil memperlihatkan apa saja yang dia bawa.
"kalau aku membawa kue kesukaan mereka semua."
"dan tidak lupa juga minumannya."
Sephia dan Samuel kompak membawa makanan serta minuman. melihat teman-temannya kompak serta mama papanya juga kompak membuat dia begitu senang dan merasa semuanya sudah teratasi.
Dinniar berharap tidak ada lagi kejadian-kejadian buruk di dalam kehidupan mereka semua. sudah cukup semua kejadian buruk menimpa mereka. sebelumnya Cornelia yang membuat kacau keluarga mereka dan kemarin Melinda yang membuat kacau segalanya.
Cornelia sekarang sudah mendekam dalam penjara karena divonis bersalah. ia sudah tidak perlu lagi mengkhawatirkan Cornelia akan menyentuh keluarganya. apalagi Melinda yang sudah tiada di dunia ini.
"bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Mama Juwita kepada anak.
"pesan dan juga keadaanku sudah jauh lebih baik. aku sudah tenang karena kini keluargaku tidak akan ada yang mengusik lagi."
"Mama berharap kalian akan selalu bahagia dan juga akan pernah mengalami hal buruk lagi.. mama selalu khawatir kepada cucu dan juga kalian berdua."
"Mama tidak perlu khawatir lagi aku dan juga pasti bisa menyelesaikan masalah serta rintangan yang hadir silih berganti ke dalam kehidupan kami. hidup tidak hanya kebahagiaan yang hadir. akan tetapi suka dan duka juga mengiringinya. aku yakin kejadian ini menguatkan aku serta Jonathan agar bisa selalu menata masa depan dan memperkuat rumah tangga kami. ini juga bisa menjadi pengalaman untuk kami semua agar kedepannya lebih berhati-hati" ujar Dinniar.
"kamu benar sayang. masalah selalu bisa mendewasakan kita dan membuat kita belajar bagaimana caranya menyikapi hidup." Mama Juwita memeluk Dinniar.
kehidupan memang tidak hanya mendatangkan kebahagiaan. ada duka dan ada suka di dalam kehidupan yang saling beriringan dan saling berdampingan. ketika kita merasakan bahagia janganlah kita terlampau menikmatinya. dan jika kita dalam duka janganlah terlalu larut dalam perasaan sedih. semuanya pasti akan bisa teratasi dengan pasrah dan melakukan yang terbaik selama kita bisa. tidak akan pernah memberikan cobaan dan rintangan kepada hambaNya kecuali pada mereka yang bisa mengatasinya dan melewatinya.
hiasan dinding dan balon-balon sudah tertata rapi. makanan juga sudah tersedia persamaan dengan minuman yang bisa menyegarkan. teman-teman dan keluarganya menunggu di depan pintu gerbang untuk menyambut ketiga anak yang kuat dan mengerti kondisi kedua orang tuanya.
"selamat datang kakak Alesya, Kaka Tasya dan Devano." sambut semua orang ketika mereka semua turun dari mobil.
ketiga anak itu langsung berlarian dan memeluk Mami serta papanya.
"wah banyak sekali yang menyambut kita." Devano menatap semua orang yang datang.
kita semua kemudian masuk ke dalam rumah dan ketiga anak itu merasa takjub ternyata pesta penyambutannya sangatlah meriah.
"wah bagus sekali hiasannya dan lihat banyak sekali makanan enak di rumah." Tasya berkeliling melihat rumahnya yang di dekor dengan sangat indah.
"kalian suka dengan pesta penyambutannya?" tanya Dinniar
"tentu saja kita suka. Mami dan papa sangat pintar sekali membuat kami semua bahagia."
"semua ini kita persiapkan untuk kalian. Mami dan papa ingin berterima kasih kalau kalian sudah mau mengerti kondisinya meski tidak tahu apa yang terjadi. Kalian adalah tiga anak hebat yang begitu Mami dan papi sayang." Dinniar mengecup kening ketiga anaknya.
"kami juga sangat sayang sama Mami dan papa. kalian berdua adalah orang tua yang terbaik yang ada di dunia ini."
mereka lalu saling berpelukan semua yang melihatnya merasa terharu karena memang anak Jonathan serta anak Dinniar, adalah anak-anak yang sangat luar biasa. meski mereka pernah mengalami hal-hal buruk, tapi mereka tidak pernah menyerah dan mereka selalu berusaha untuk terbuka kepada kedua orang tuanya.
"ayo sekarang kita berdoa bersama agar kedepannya hidup kita menjadi lebih damai lagi dan tidak ada lagi orang-orang yang mengganggu kehidupan kita di masa depan." kata Mama Juwita.
"ayo Camelia jangan menangis lagi." Juwita memeluk besannya.
Camelia begitu terharu kepada anaknya dan juga cucu-cucunya. dia merasa pasti kedua orang tua kandung Alesya merasa senang dan bangga mengetahui Putri mereka tumbuh dengan sangat baik.
"Oma sangat bangga sekali sama kamu. omah harap kamu menjadi wanita yang kuat seperti mama kandungmu dan juga Mami Dinniar. kelak kamu sudah sangat dewasa. kamu harus bisa menjadi pemimpin hotel. itu adalah hakmu. harta yang diwariskan kepadamu." kata Camelia kepada cucunya.
"baik Oma aku akan berusaha yang terbaik saat aku sekolah ini dan ketika aku sudah lulus sekolah nanti aku akan berusaha yang terbaik untuk bisa menjadi pemimpin."
"menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah sayang. nanti saat kamu kuliah papa akan beritahu bagaimana cara kerja di hotel dan papa akan membimbingmu agar kamu bisa menjadi seorang pemimpin yang hebat." Jonathan merangkul putrinya.
"aku yakin anakku yang cantik ini bisa menjadi pemimpin yang hebat dan bijaksana. Mami akan selalu mendukungmu." ujar Dinniar.
"aku juga akan mendukung kakak Alesya." Devano ternyata menguping pembicaraan orang dewasa.
"hei kamu menguping saja ya. sudah anak kecil sana makan saja." kata Alesya sambil tertawa.
Terima kasih diri sudah mau berjuang sampai titik ini. meski hidup tidak selalu sesuai dengan ekspektasi, tapi aku tetap bersyukur.
hidup itu seperti kepingan puzzle. ada bahagia, sedih, sakit, sehat, kaya, miskin.
menikmati setiap ujian yang datang adalah hal yang tepat. karena jika kita menghindar maka akan ada kepingan pasal yang belum terselesaikan. dan mungkin bisa jadi kepingan puzzle itu akan terus-menerus menghampiri kita.
jangan takut dan lemah. Allah selalu bersama kita. dan mereka yang menyayangi kita akan selalu membantu dan berusaha yang terbaik.
aku sangat berterima kasih kepada mereka yang selalu ada untukku. terutama suamiku, anak-anak dan orang tuaku. untuk semua sahabatku kalian adalah yang terbaik yang selalu mau menemani.
Aku tidak akan pernah melupakan semua kejadian ini. permasalahan ini meski datang bertubi-tubi akan tetap aku syukuri. karena dibalik semuanya aku tahu mana orang yang tulus kepadaku dan mana orang yang sama sekali tidak berada di sisiku. permasalahanmu menjadikan kita orang yang lebih kuat dan lebih dewasa.