Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
323 - tertangkap



Melinda dan Syam diminta untuk menyerahkan diri, tapi sayangnya Melinda enggan melakukannya. Melinda yakin dia masih bisa meneruskan semua rencananya. Sedangkan Syam. Dia tidak bisa lagi membela Melinda karena sudah berhubungan dengan nyawa orang lain. Meski dia juga bertindak semena-mena, tapi melakukannya secara rapih dah tidak ada yang mengetahuinya. Sedangkan Melinda sudah tertangkap basah.


"Melinda pokoknya kamu harus mengakui segalanya. Mama yakin jika kamu mengakui semuanya hukumanmu tidak akan berat Mama yakin percayalah kepada Mama Melinda." Kamelia memohon kepada putrinya untuk menyerahkan diri kepada pihak polisi.


"sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyerahkan diriku karena aku yakin wanita itu sudah tiada. dan aku harus mendapatkan jonathan Aku tidak akan pernah menyerah akan cintaku." sanggah Melinda.


"Melinda perasaanmu itu bukan lagi cinta, tapi itu adalah obsesi seorang wanita untuk memiliki pria yang sebenarnya tidak dicintai."


"pokoknya aku tidak akan pernah menyerahkan diri aku juga tidak akan pernah menyerahkan jabatan dia adalah milikku Dia untukku!"


Melinda semua tidak bisa dikasih tahu oleh siapapun. Melinda lalu berlari keluar rumah dan meninggalkan rumah.


"Melinda Melinda kamu mau ke mana-mana? Melinda Mama mohon berhenti." Kamelia menangis karena putrinya sama sekali tidak mendengarkan ucapannya.


Kamelia sangat menyesal karena selama ini dia telah memanjakan Melinda dan tidak memberitahukan mana yang benar dan mana yang salah sehingga sikap putrinya menjadi seorang wanita pembangkang dan juga keras kepala.


"kamu lihat Mas ini semua kamu yang menyebabkan dia menjadi wanita yang jahat kamu telah merusak kamu mempengaruhi dia dengan memanfaatkan rasa cintanya kepada Jonathan. Kamu benar-benar orang tua yang jahat, mas." Kamelia mendorong tubuh suaminya untuk menjauh darinya.


"Kamelia, aku mohon maafkan Aku. aku janji akan memperbaiki semuanya aku akan menyerah atas tapi aku mohon tetap dampingi aku Aku tidak bisa hidup tanpa dirimu." Syam memohon dan berlutut di kaki istrinya.


Kamelia sangat tidak tahan melihat suaminya memohon, namun hatinya masih sakit Dia belum bisa memaafkan suaminya atas segala tindakan yang telah dia lakukan.


"maafkan aku untuk saat ini aku tidak bisa bersamamu. Aku akan kembali ke rumah kedua orang tuaku. kedua orang tuaku telah tiada tapi aku akan tetap pulang ke sana. dan untuk perusahaan sekarang aku yang akan mengurusnya aku tidak mengizinkan kamu menginjakkan kaki di perusahaan atau ikut campur dalam urusan perusahaan."


Kamelia menindak tegas semua yang berkaitan dengan suaminya dia tidak mau perusahaan yang telah dibangun oleh kedua orang tuanya hancur karena reputasi suami yang akan hancur di kemudian hari. meskipun dia mencintai islam tetapi perbuatan Syam adalah perbuatan yang salah dia tidak bisa membenarkan tindakan dia juga tahu alasan kenapa mertuanya tidak memberikan hak waris kepada Syam dan hanya memberikan beberapa persen saham untuk suaminya. sejak dulu Syam memang sangat serakah. Syam juga seringkali lalai dalam pekerjaan dan mengurus hotel.


setelah kedua orang tuanya tiada dia menyerahkan perusahaan kepada siapa akan tetapi kali ini dia akan mengambil alih kembali perusahaan milik keluarganya.


"mah kami akan ikut dengan mama. Kami adalah anak-anak mama."


Kamelia benar-benar pergi dengan kedua putranya menuju rumah kedua orang tuanya.


"mah sudah jangan menangis lagi. Aku tidak tahan melihat Mama. aku juga tahu kesalahan papa sangat besar dan juga fatal. namun, aku memohon kepada Mama untuk memberikan kesempatan kepada papa lagi." ujar Kenan anak sulung dari Kamelia dan Syam.


Kamelia masih tidak bisa menerima semuanya. Dia terus menangis tak henti.


"Mama tidak tahu harus bagaimana terhadap Jonathan dan Dinniar. mereka di sini adalah korban dari papa kalian dan juga Melinda. Mama malu untuk menghadapinya." Kamelia memejamkan matanya dan mengerutkan dahinya.


"aku janji aku akan ikut bertanggung jawab. Karena bagaimanapun aku telah memukul Jonathan hari itu. aku akan meminta maaf kepadanya. Aku yakin dia akan memaafkan kita. kita adalah keluarganya." ujar Kevin yang sedang menyetir mobil.


mereka bertiga sampai di rumah nenek dan kakek mereka berdua. jangan membantu mamanya untuk turun dari mobil. namanya sudah sangat tidak kuat untuk berdiri karena lelah menangis dan kepalanya sakit memikirkan semuanya yang terjadi.


"Mama istirahat dulu. nanti kalau makan malam sudah datang. aku akan panggil mama."


kenan menyelimuti mamanya dan keluar kamar membiarkan mamahnya untuk beristirahat sejenak sebelum makan malam.


"sepertinya kita harus membuat janji dengan Jonathan. sungguh aku tidak enak hati kepadanya. kata antuk waktu itu terlalu menyakitkan." kata Kenan.


"tenang saja kita melakukan itu karena tidak tahu kalau ternyata Melinda yang bersalah dan juga ini adalah rencana dari papa. kalau kita tahu papa dan Melinda merencanakan semua ini, pasti kita tidak akan berbuat demikian." Kevin menepuk bahu saudaranya.


"aku sudah memesan makan malam untuk kita bertiga. aku naikkan dulu ke atas untuk membersihkan diri kamu tunggu di sini berjaga-jaga takut mau mencari kita atau kurir datang mengantar makanan." sambung Kevin sambil beranjak dari tempatnya.


.


.


.


pagi hari menjelang Dinniar dan Jonathan langsung bergegas menuju lokasi yang diberitahukan oleh pihak kepolisian. polisi melaporkan bahwa mereka telah menemukan keberadaan Melinda di sebuah hotel.


"buka pintunya ibu Melinda." teriak salah seorang polisi yang sedang mengepung kamar hotel yang disewa oleh Melinda.


"kalau anda tidak keluar sekarang juga maka pintu ini akan kami dobrak." serunya lagi.


di dalam kamar Melinda ketakutan. dia tidak mau ditangkap dan dimasukkan ke dalam jeruji besi.


"tidak aku tidak boleh tertangkap. Aku tidak mau masuk ke dalam penjara."


Melinda lalu membuka ponselnya dan menghubungi papanya.


"pah tolongin Mel. Mel nggak mau ditangkap polisi." bujuknya.


"makan papa Melinda. tidak bisa menolongmu. papa sendiri sekarang akan dibawa ke kantor polisi." Syam menutup telepon dan menitikkan air mata.


Melinda yang berputus asa tidak ada dukungan dari papanya apalagi dari mamanya. namanya pasti sangat kecewa kepadanya Melinda menangis lalu dia menatap ke arah jendela.


"maafin Melinda mah, pah. daripada Melinda harus mendekam di dalam penjara. lebih baik Belinda pergi untuk selamanya dari dunia ini."


Melinda membuka jendela hotel dan melihat ke bawah. dia berada di lantai 5 dan itu bisa membuatnya mengakhiri hidup ketika melompat dari jendela.


saat ia hendak melompat polisi berhasil mendobrak pintu kamar hotel yang disewa olehnya.


"hentikan Melinda. kamu tidak bisa melakukan hal ini. kamu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap semua orang yang telah kamu kacaukan kehidupannya. terutama perbuatanmu kepada Evelyn. jika kamu menyerahkan diri. aku. Jonathan dan juga Evelyn akan memaafkan." kata Dinniar membujuk agar Melinda tidak berbuat nekat.


"untuk apa maaf dari kalian semua. yang telah membuat aku tidak bisa mendapatkan orang yang aku cintai. sejak awal Jonathan membawanya dan memperkenalkannya kepada keluarga. aku sudah membencinya. dan kamu kamu yang berhasil mendapatkan jiwa dan raganya. Aku sangat membenci. aku tidak bersalah. kalianlah yang bersalah kepadaku. aku juga tidak mau hidup di dalam penjara. aku lebih baik mati daripada harus mendekam di balik jeruji besi."


Melinda lalu melompat dari atas jendela kamar hotel. Jonathan langsung menutup mata istrinya agar tidak melihat kejadian itu semua. polisi langsung berlarian ke bawah dan memanggil ambulans untuk menyelamatkan Melinda yang terjun dari lantai 5.


paramedis langsung datang setelah mendapatkan laporan bahwa ada yang melakukan bunuh diri. namun, sayangnya nyawa Melinda tidaklah tertolong. Melinda meninggal di tempat.


"bagaimana ini? apa yang harus aku katakan kepada tante dan juga Om Syam? mereka pasti sedih kehilangan Melinda. bagaimanapun Melinda tetap putri mereka berdua." Dinniar menangis di dalam pelukan suaminya.


gunakan juga tidak menyangka kalau Melinda akan bertindak ekstrim seperti ini dengan nyawanya sendiri. jika dia mau menyerahkan diri dan mau mengakui semua kesalahannya. sudah pasti dia akan mendapatkan perikanan dalam hukuman, sayangnya Melinda lebih memilih meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya.


ambulans membawa Melinda ke rumah sakit untuk dimandikan dan untuk disalatkan. Jonathan menghubungi Kenan dan juga Kevin.


saudara sepupunya itu begitu terkejut. dan ibu mereka juga pingsan karena mendengar berita kepergian Melinda untuk selama-lama.


"Melinda kenapa kau meninggalkan mama. Mama pasti akan menolong kamu nak, kamu sangat menyayangi kamu. Melinda jangan pergi Melinda." Tante Kamelia terus mengigau.