
dinner masih sibuk dengan Tasya yang masih belum menyadarkan diri. para sahabatnya dan juga Jonathan melihat diniar dari kaca ruangan unit gawat darurat.
" Aku pergi dulu." pamit Jonathan kepada orang-orang yang ada di sana.
" Kamu mau ke mana Jonathan?" tanya Samuel saat sahabatnya itu hendak meninggalkan rumah sakit.
" aku harus segera ke rumah itu dan menanyakan langsung siapa dalangnya dan maksud orang itu menculik Tasya." kata Jonathan dengan satu tarikan nafas.
" kalau begitu aku akan menemanimu." menawarkan diri untuk menemani sahabatnya menemui para penculik yang sudah diringkus oleh anak buah Jonathan.
" Sayang aku pergi dulu sama dengan Jonathan. jika ada kabar terbaru tentang Tasya Segera hubungi aku." Samuel dan Jonathan bergegas pergi.
Violin dan Sonia berharap bisa mendapatkan jawaban dari para penculik itu tentang dalang yang membuat sahabatnya harus berpisah dengan anak.
" kita masuk yuk son. Aku ingin melihat kondisi Tasya secara langsung."
Sonia dan violin masuk ke dalam ruang unit gawat darurat. mereka berdua menemani diniar untuk menunggu Tasya bangun.
sudah 2 jam sejak mereka sampai di rumah sakit Tasya belum menunjukkan tanda-tanda akan sadar. Darius juga berada di dekat dinner. namun jarak mereka agak berjauhan karena diniat tidak mau dekat-dekat dengan Darius.
Cornelia keluar dari ruangan unit gawat darurat. dia melihat ke kanan dan kiri seperti sedang mengawasi situasi. Cornelia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. dia menghubungi seseorang.
" sial Kenapa teleponnya tidak diangkat!" Cornelia memaki orang yang diteleponnya.
" apa yang mereka lakukan sehingga membuat anak itu tergeletak lemah?"
Cornelia terlihat semakin kesal. sekali Dia melihat ke arah Tasya melalui kaca dinding ruangan unit gawat darurat.
" Siapa sebenarnya yang menemukan anak ini? kalau aku sampai ketahuan setelah melakukan penculikan terhadapnya. sudah pasti Mas Darius akan meninggalkanku." Cornelia berdecak kesal.
Cornelia terus menghubungi. Namun, tidak ada satupun yang dia telepon mengangkat panggilannya.
" Kenapa kamu ada di sini?" tanya Darius yang ketika sadar istrinya tidak ada di dalam.
" Ah ini aku sedang menghubungi seseorang." jawab Cornelia dengan sedikit ketakutan.
" siapa?" tanya Darius.
" ini temanku. dia tadi pagi menghubungiku untuk meminjam uang." Cornelia memberikan alasan yang cukup masuk di akal.
" jangan terlalu sering meminjamkan uang kepada orang. meskipun dia adalah kenalan kita sendiri." Darius memperingati istrinya.
Cornelia mengangguk dan Darius kembali masuk ke dalam ruangan untuk menemani Tasya.
...****************...
Jonathan dan Samuel masih berada di dalam perjalanan menuju rumah kosong yang tadi siang menjadi tempat baku hantam antara penculik dan juga anak buah Jonathan.
" apa tempatnya jauh?" tanya Samuel kepada sahabatnya.
" cukup jauh. aku menempuhnya dalam waktu 3 jam tadi."
Jonathan mengendarai mobilnya sendiri. kemahirannya dalam menyetir sudah menyamai para pembalap internasional.
Samuel dibuat mabuk olehnya. Bagaimana tidak jalan yang berkelok-kelok serta menyalip sana-sini dilakukan oleh Jonathan.
" kamu tenang saja kita tidak akan celaka. aku sudah Mahir dalam menyetir dan kamu pun tahu hal itu." Jonatan terus mengetik tanpa menghiraukan ketakutan sahabatnya.
Samuel jelas tahu bagaimana hebatnya Jonathan mengendarai mobilnya. karena sejak dulu saat mereka sama-sama duduk di bangku kuliah. mereka berdua sering melakukan balapan mobil atau balap motor. Jonathan terkenal sebagai orang yang tak bisa ditaklukkan dalam sirkuit balapan. mengenai trek-trek jalanan Jonathan adalah ahlinya. bahkan boleh dibilang saat ada jalanan berlubang pun Jonathan bisa berjalan mulus tanpa mobilnya terasa ada guncangan.
setelah menempuh jarak 3 jam mereka berdua sampai di sebuah rumah kosong yang seperti bekas kos-kosan tua.
" di sini tempatnya?" tanya Samuel
" benar mereka menyekap Tasya di rumah ini."
Jonathan dan Samuel turun dari dalam mobil mereka berjalan sampai depan pintu rumah kosong.
Jonathan dan Samuel melihat beberapa anak buah Jonathan sedang mengancam kedua penculik itu.
" kalian sudah mendapatkan jawaban dari mereka?" tanya Jonathan saat sampai di depan anak buahnya.
" mereka masih tetap bongkar Pak. mereka tidak mau buka suara terkait dalam dibalik penculikan ini." salah satu anak buah Jonathan memberikan informasi terkait penculik yang masih bungkam.
" Jadi kalian tidak ingin buka suara?" tanya Jonathan sendiri.
Jonathan dan Samuel akhirnya mengambil alih untuk mengintrogasi kedua penculik.
" katakan kepada kami.Siapa yang telah menyuruh kalian untuk menculik anak perempuan itu?" Samuel mengajukan pertanyaan.
" sampai kapanpun Kami tidak akan membuka mulut dan memberitahu kalian Siapa yang memerintahkan kami." seorang penculik tetap bersikeras bungkam.
Jonathan mengelilingi kedua penculik itu. Dia kemudian memiting leher Salah satu penculik.
" cepat katakan kalau kalian masih ingin hidup!" Jonathan sudah sangat geram melihat kedua penculik itu tidak mau memberitahukan mereka.
Jonathan semakin geram dan Samuel yang melihatnya juga terlihat sangat kesal.
" berapa kalian dibayar oleh orang itu? kami bisa memberikannya lebih dari orang itu. asalkan kamu mau memberitahukan kami Siapa yang memerintahkan kalian!" sama memberikan penawaran.
para penculik itu terlihat menyeringai. mereka tertawa kecil mendengar penawaran dari pria yang tidak dikenalnya.
" kalian pikir kami bodoh? kami tahu ini adalah sebuah jebakan. Setelah kalian mengetahui siapa yang memerintahkan penculikan ini kepada kami. kalian akan membawa kami ke kantor polisi dan menangkap pelaku sebenarnya."
" Jadi kalian takut dibawa ke kantor polisi? Tenang saja masalah itu bisa Kamu urus. kami pastikan kalian tidak akan masuk ke dalam jeruji besi." Jonathan berbisik di telinga pria yang masih di pitingnya.
pria yang berada di genggaman Jonathan merasa dadanya sesak. karena Jonathan mengeratkan pitingannya. salah satu penculik itu melihat kalau rekannya sudah hampir kehabisan nafas.
salah satu rekannya sudah hampir kehabisan nafas. pria yang sudah menganggap teman itu adalah kakaknya. dia merasa tidak tega. dia merasa harus mengungkapkan Siapa dalang dibalik penculikan ini.
" Bang bertahanlah. Mari kita ungkapkan Siapa dalang dibalik semua ini." pria itu terlihat ingin menyerah.
" jangan! percuma kita mengungkapkannya pasti kita akan masuk bui juga." pria yang lebih tua itu memperingatkan temannya agar tidak mengungkapkan hal yang sebenarnya.
Jonathan yang kesal lalu semakin mengencangkan pitingannya lagi. pria itu otomatis napasnya semakin tersengal-sengal. Melihat temannya sudah seperti ayam akan dipotong. Pria itu menarik napas dalam-dalam.
" seorang model yang menyuruh kami untuk menculik anak itu. dia bilang kalau anak itu adalah anak tirinya. dia meminta kami melakukan penculikan itu."
salah satu penculik itu pun akhirnya mengaku. Jonathan kemudian berpikir siapa model yang dia maksud dan dia mendapatkan satu nama.