
Jonathan mendengar nama itu menjadi merinding. bisa-bisanya seorang wanita melakukan hal kejam seperti ini.
"bahwa mereka segera. Aku ingin wanita itu mengaku di hadapan semua orang bahwa dia adalah penculiknya."
anak buah Jonathan menyeret kedua penculik itu ke dalam mobil mereka.
"dengarkan aku! kalian harus menyebutkan namanya dan kalian harus mengakui semua kejahatan kalian. jika kalian tidak ingin dihukum."Jonathan kembali melayangkan ancaman.
Jonathan dan Samuel masuk ke dalam mobil. mereka akan menuju suatu tempat untuk membuktikan bahwa kedua pria ini adalah orang bayaran. orang yang dibayar oleh seorang wanita yang mereka kenal untuk menculik Tasya.
...****************...
di rumah sakit diniar masih menunggu Tasya untuk sadarkan diri.
"dokter Kenapa anak saya belum juga sadarkan diri?" tanya diniar yang sudah sangat.
"ini efek obat bius Bu. tenang saja Ananda Tasya akan segera bangun sebentar lagi," kata dokter.
dokter memeriksa keadaan Tasya sedangkan perawat memeriksa infusan.
saat perawat sedang memeriksa infusan. jari Tasya bergerak sedikit.
"dokter jari pasien bergerak."perawat langsung memberitahukan.
dokter langsung memeriksa kembali kondisi Tasya. benar saja Tasya sudah bisa menggerakkan jari-jarinya.
"nak Tasya."dokter memanggil nama Tasya.
nama adalah hal yang paling cepat untuk seseorang merespon suara.
"Tasya kamu bisa mendengar dokter?" tanya Dokter kepada Tasya.
Tasya menoleh ke arah dokter dan dia menggerakkan kepalanya naik turun perlahan.
sudah dipastikan Tasya sadarkan diri. dokter kemudian memberikan penanganan lanjutan untuk Tasya.
"mohon yang lain tunggu di luar dulu."minta perawat seraya menutup hordeng pembatas.
Diniar, Sonia dan violin beranjak dari ruangan unit gawat darurat.
mereka menunggu kepastian hasil dari Tasya yang sudah sadarkan diri.
"semoga Tasya baik-baik saja."muncul kembali rasa gelisah di hati diniar.
"kamu tenang ya. Tasya pasti baik-baik saja." Darius menepuk pundak diniar.
"lepaskan aku!"Dinniar tidak mau disentuh oleh mantan suaminya itu.
"dengar jika sampai terjadi sesuatu hal kepada Tasya. kamulah yang harus bertanggung jawab."
diniar mendorong Darius. hingga pria itu mundur satu langkah dari tempat semulanya berdiri.
Sonia menenangkan sahabatnya itu. dia tidak mau di rumah sakit yang tenang ini terjadi sebuah keributan.
...****************...
Jonathan, Samuel dan beberapa anak buahnya termasuk kedua penculik itu sampai di sebuah rumah sakit.
rumah sakit sentra yang menjadi tempat di mana Tasya dirawat.
"kalian tunggu saja di sini. aku akan masuk dulu ke dalam."
Jonathan dan Samuel melayangkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit sentra.
mereka melihat kalau beberapa orang menunggu di depan pintu UGD.
"Ada apa ini?"tanya Samuel yang panik melihat kondisi orang-orang yang menunggu di depan ruangan unit gawat darurat.
"Tasya sedang diperiksa tadi jemarinya menunjukkan gerakan."kata Violin yang menjawab pertanyaan suaminya.
Samuel merasa diniar adalah teman terbaik untuk istrinya. diniat selalu ada di sisi Violin ketika Violin merasa terpuruk. dinner juga yang seperti malaikat membawa keberuntungan bagi Samuel.
dulu setiap kali Samuel dan violin mengecek kondisi kandungan ternyata beberapa kali mereka harus putus harapan. namun ketika Violin pergi bersama dengan diniar. suatu keajaiban seperti datang menghampiri keluarga kecil mereka. Violin dinyatakan hamil.
dari situlah Samuel merasa dia mempunyai hutang Budi terhadap Dinniar.
Samuel bernafas lega. karena mengetahui kalau Tasya sudah mulai menunjukkan reaksi positif.
Jonathan langsung menghampiri diniar. setelah mengetahui kalau Tasya kondisinya sudah mulai sadarkan diri.
"ada yang aku ingin bicarakan denganmu."Jonathan menarik lengan diniar.
Sonia dan juga Violin menjadi terkejut. biarin langsung mengedarkan pandangannya kepada suaminya.
Samuel lalu memberi isyarat untuk Violin diam dan menyaksikan saja.
Jonathan membawa diniar agak jauh dari orang-orang.
"Maaf Pak Jonathan. Ada apa sebenarnya?"diniat bertanya karena sepertinya Jonathan ingin berbicara hal yang mendesak.
"Maaf saya harus membawa anda menjauh dari mereka semua."Jonathan menjeda pembicaraannya.
"Sebenarnya aku sudah menemukan siapa dalang dibalik penculikan Tasya."
perkataan Jonathan tentu membuat Dinniar terkejut. Pasalnya dia belum sama sekali mengetahui siapa dalangnya, tetapi Jonathan sudah lebih dulu memeriksanya. sedangkan pria yang berstatus sebagai ayah. dia tidak mencari tahu detail keberadaan Tasya atau siapa dalang di balik semua ini.
diniar benar-benar berhutang Budi kepada Jonathan. Dia tidak akan mengetahui siapa dalangnya jika dia tidak mendapatkan bantuan dari pria didepannya ini.
"sebenarnya juga belum terlalu yakin. Namun, kedua pria yang melakukan penculikan terhadap Tasya. yang memerintahkannya adalah seorang model. Dia meminta para penculik itu untuk mengamankan anak tirinya." Jonathan memberikan informasi yang begitu membuat diniar sangat terpukul.
diniar tidak percaya kalau yang melakukan itu adalah Cornelia. dia tidak menyangka wanita itu bukan hanya menghancurkan rumah tangganya tapi juga ingin mencelakakan putrinya.
"jadi dia melakukan semua ini?" tanya diniar untuk meyakinkan lagi.
"tapi sebelumnya kamu harus menemui kedua orang pria tersebut. agar informasinya lebih akurat lagi," kata Jonathan.
"di mana mereka?" tanya diniar.
"mereka berdua ada di depan rumah sakit Aku memerintahkan anak buahku untuk menjaganya."
"antarkan aku kepada mereka."
Jonathan dan Junior pergi menuju keluar rumah sakit.
orang-orang yang melihat kepergian diniar dan juga Jonathan menjadi bingung.
"mau ke mana mereka?" tanya violin.
"biarkan saja mereka. mereka akan mengurus semuanya."Samuel menatap mata istrinya.
violin sangat mengerti setiap isyarat yang diberikan Samuel kepada dirinya.
"mau ke mana dia? bukannya menemani anaknya yang berbaring di tempat tidur malah pergi dengan pria asing." celetuk Darius tanpa pikir panjang.
"heh kalau ngomong itu jangan asal ya. kamu itu kan laki-laki selesai kamu lebih bertanggung jawab kepada anak kamu sendiri. kalau bukan karena kalian berdua Tasya nggak mungkin ada di rumah sakit ini." Sonia langsung gemas dan menyorocos panjang lebar.
"dengar ya kamu Darius. setelah ini saya harap tidak ada lagi kejadian seperti ini. kamu sebagai ayahnya aja nggak mampu untuk mencari Tasya, tapi lihat Jonathan dia laki-laki yang bukan ayahnya. Dia mampu untuk menyelamatkan anak kamu!"
Sonia benar-benar geram karena Darius tidak sadar diri bahwa ini adalah asal muasalnya kesalahan dirinya.
Sonia juga tidak senang ketika Darius menjelek-jelekkan diniar sahabatnya. Wanita yang telah dicampakkan oleh pria tidak berperasaan itu.
"kamu juga Cornelia! seharusnya kalau kamu memang mau dekat dengan Tasya. kamu lebih perhatian kepada Tasya. bertanggung jawab atas keselamatan Tasya. bukan malah asyik bermain-main aja sama suami kamu itu!"
kesabaran Sonia sudah habis. dia sudah semakin muak melihat kedua pasangan pengantin baru hasil penghianatan itu bermesra-mesraan.
Cornelia menatap Sonia dan tanpa ragu-ragu Sonia pun mengedarkan pandangannya dan melototi wanita yang tidak tahu diri itu.