
Dinniar mendapatkan selebaran dari sekolah Tasya kemarin. Di sekolah harapan sedang membuat acara konsultasi orang tua murid dengan guru terkait gaya belajar dan minat anak. Dinniar menyempatkan datang karena dia tahu ini sangat penting. Meski dia sudah tahu apa isi pertemuan itu karena dulu sudah pernah mengalaminya. Dinniar tetap menghormati setiap kegiatan yang dibuat oleh pihak sekolah putra dan putrinya.
Dinniar masuk ke dalam kelas Tasya. dia duduk di barisan nomor tiga. Dia selalu suka orang tua murid yang duduk di barisan depan hingga tenaga. Itu menandakan mereka menghargai guru dan antusias dalam menyimak apa yang akan guru sampaikan.
"Selamat pagi semuanya. Saya di sini sebagai perwakilan guru. Ingin mengucapkan terima kasih banyak atas dukungan kepada kami pihak sekolah dari orang tua murid sekalian. pada kesempatan hari ini. Kami akan menyampaikan seperti apa jenis-jenis gaya belajar anak. Ini sangat membantu kita semua untuk meningkatkan kemajuan potensi di dalam diri anak."
Dinniar menyemak dengan seksama apa yang sedang di sampaikan oleh guru yang menjadi perwakilan sekolah.
"setiap orang memiliki cara pandang dan pemikiran tersendiri hal ini juga mempengaruhi cara belajarnya misalkan mereka adalah seorang siswa. ada macam 4 cara belajar anak yang mereka sukai. yang pertama adalah gaya belajar menghafal dan mengingat. menghafal dan mengingat maka merupakan tipe pemikir atau sekuensial konkret pribadi yang memiliki gaya berpikir tipe ini mudah menyerap berbagai informasi dengan cara mengingat rumus-rumus fakta dan ketentuan-ketentuan." jelasnya.
"ada juga cara belajar dengan percobaan maka mereka merupakan kelompok tipe pemikir acak konkrit mereka lebih menyukai eksperimen daripada menghafal atau membaca. mereka tidak begitu peduli dengan waktu dan mereka juga suka menemukan cara-cara rumus atau formula yang menurut mereka sendiri mereka juga lebih tertarik untuk mencari dan menemukan jalan keluar secara mandiri daripada terfokus untuk mengikuti cara yang sudah ada selain itu sebagai orang yang memiliki dorongan kuat untuk menemukan sesuatu konsekuensinya mereka menjadi kurang teratur dan dalam beberapa perencanaannya sering tidak berjalan dengan baik."
"ada juga yang suka dengan refleksi dan personalisasi maka mereka termasuk pada kelompok pemikir acak abstrak mereka menyukai lingkungan belajar yang tidak terlalu kaku mereka juga bisa menyerap pelajaran dengan melibatkan emosi dan perasaan terkadang mereka lebih tertarik dan percaya pada hal-hal yang berkaitan dengan mistis ketertarikannya ini kadang menjadi bumerang dalam proses belajarnya karena bisa menghambat namun mereka adalah orang yang suka berkreativitas dalam belajar."
jelas sang guru yang menjelaskan tentang cara-cara belajar anak dan mulai mengelompokkan orang tua murid yang kemungkinan besar anaknya sesuai dengan apa yang dibicarakan oleh guru di depan tadi.
Dinniar merasa bahwa Tasya termasuk anak yang menyukai cara belajar meneliti dan juga membaca. dia mulai bergabung dengan orang tua murid yang gaya belajar anaknya sama dengan gaya belajar Tasya. di sana lalu guru menerangkan bagaimana caranya agar bisa mengajarkan anak di rumah secara tepat. Biar semakin tertarik dengan pembicaraan guru.