
Dinniar dan jonathan makan dengan tenang berdua. sedangkan melinda terus memperhatikan pria yang sedang makan bersama dengan istrinya. melinda benar-benar tidak melepaskan pandangannya dan sesekali tersenyum sendirian.
"Sayang, gimana makanannya enak?" tanya jonathan.
"menurut aku, rendy benar tentang rasa masakan di sini. ini sangat enak. ternyata rendy cukup pandai dalam menilai citarasa makanan." ujar dinniar sambil menikmati makanan ala jepang.
Jonathan dan dinniar memesan beberapa jenis makanan ala jepang diantaranya ada sushi, ramen pedas, sashimi, yakitori dan juga okomomiyaki. menu tersebut adalah menu kesukaan mereka berdua. dulu sejak menikah dengan darius, dinniar berhenti makan ala jepang karena mantan suaminya itu tidak suka dengan masakan jepang. namun, sekarang dinniar bisa bebas menikmati makanan kesukaannya bersama dengan suami tercinta.
selesai makan mereka berdua langsung pulang. jonathan masuk ke dalam mobil bersama sang istri. namun, sebelum dinniar masuk ke dalam mobil dia memperhatikan melinda yang berdiri di depan pintu restoran sambil menatap suaminya. dinniar lalu tersenyum menyeringai. dia sangat lucu melihat sikap melinda yang tidak takut menatap mesra suami orang.
"siapa sebenarnya melinda?" tanya dinniar setelah berada di dalam mobil.
"melinda? dia rekan bisnisku sekarang ini." jawab jonathan.
"dia sepertinya benar-benar menunjukkan ketertarikannya kepadamu. dia bahkan menatapmu dengan jelas saat kita berjalan menuju mobil." tutur dinniar.
"begitulah melinda. dia memang nekat sejak remaja. dia tidak kenal takut dan sering kali memaksakan diri agar ambisinya tercapai." jelas jonathan yang sangat mengenal sifat melinda.
"kamu sepertinya sangat mengenalnya, mas? sudah berapa lama kamu berbisnis dengannya?" tanya dinniar yang penasaran.
"aku baru mulai berbisnis dengan dia tiga bulan belakangan ini." jawab jonathan sambil mengendarai mobilnya.
"aku memang baru berbisnis dengannya selama tiga bulan, tapi aku sudah mengenalnya selama sepuluh tahun belakangan. sejak dia masih duduk di kelas sekolah menengah atas."
"sepuluh tahun?" dinniar mengerutkan dahinya.
"melinda adalah anak angkat dari kakaknya mama. Om Syam dan istrinya sangat ingin punya anak perempuan dan mereka akhirnya mengadopsi anak salah satu sanak saudara dari keluarga pihak istrinya. Melinda suka membuat onar dan terkadang menyusahkan. namun, om dan tanteku begitu membelanya dan memanjakannya. setiap kali berbuat salah mereka pasti akan membantu menyelesaikannya dengan uang atau cara apapun." cerita jonathan kepada istrinya.
dinniar kini mengerti kenapa suaminya sangat paham dengan sifat dari melinda. dan dinniar juga merasa kalau melinda berambisi kepada suaminya.
"dia menyukaimu, mas. dia mungkin akan berusaha untuk mendapatkan dirimu." kata dinniar dengan nada yang serius sekali.
"hei, sayang. kamu jangan tanggapi semua perilakunya dia tadi. dia memang begitu sejak dulu, tapi kamu tahu sekali sifatku. aku tidak mudah jatuh dalam perangkap. aku juga tidak akan eprnah tergoda oleh dirinya. aku hanya akan tergoda olehmu saja. kamu adalah segalanya untukku." ujar jonathan sambil tersenyum dengan sangat manis.
Dinniar percaya kepada sang suami. namun, dia tetap harus waspada terhadap melinda. melinda wanita yang berani dan mungkin akan melakukan apa saja demi mendapatkan suaminya. dinniar membalas senyuman sang suami agar suaminya bisa percaya kalau dirinya tidak memikirkan melinda lagi.
"aku percaya kepadamu, mas. kamu kan udah bucin banget sama aku." kekehnya.
jonathan juga ikut tertawa mendengar kata bucin yang dikatakan oleh istrinya. dinniar memang benar. dia memang sudah sangat cinta dan tidak sanggup berpisah dengan sang istri tercintanya.