Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
328 - Housekeeping



Alesya kembali bekerja ke hotel. Dia pergi dengan maminya, tapi turun sebelum sampai di hotel agar tidak ketahuan oleh karyawan dan teman-temannya.


"sayang kamu nyebrangnya hati-hati ingat lihat kanan kiri Mami nggak mau kamu sampai kenapa-napa."


"siap Mami tenang aja. Aku kan udah besar."


Dinniar pergi menggunakan mobilnya sedangkan Alesya menyebrang jalan. Alesya berjalan kaki sampai ke hotel. Berjalan kaki dari depan hingga hotel membutuhkan waktu lima belas menit.


"waduh udah waktunya mau masuk nih 10 menit lagi. aku harus cepat-cepat."


Alesya berlarian menuju ke area depan hotel dan masuk ke dalam hotel dengan cepat. Untung saja Dia memiliki kemampuan untuk lari cepat. jadi kurang dari 10 menit dia sudah sampai dengan nafas yang terengah-engah.


"kenapa lu?" Alvi tiba di ruangan khusus housekeeping.


"capek gue habis lari-lari dari depan." jawabnya sambil mengatur napas.


"udah mulai besok gue antar dan jemput lo. daripada lari-lari kayak begini. yang ada satu bulan kerja di sini lo jadi orang bengek." Alvi kembali asal bicara.


"udah ah gua mau ganti baju dulu daripada nanti diomelin sama Bu Nisa." Alesya masuk ke dalam ruang ganti housekeeper wanita.


di dalam dia bertemu dengan dua teman lainnya. karima dan Azizah.


"sya. lho kok sampai ngos-ngosan gitu sih?" Azizah kepada Alesya.


"iya tadi diturunin ojek cuman sampai depan doang terus nyebrang sampai sininya lari-lari." jelas Alesya.


"ya udah cepetan ganti baju sisa 3 menit lagi nih. kita harus cepat-cepat kumpul di depan bu Nisa mau kasih briefing buat kita." ujar karima.


Alesya buru-buru mengganti pakaiannya menjadi seragam housekeeping. gunakan rok pendek warna hitam dan menggunakan kemeja panjang berwarna putih.


anak magang selalu menggunakan pakaian putih dan hitam agar bisa membedakan antara karyawan dengan anak sekolah yang sedang magang.


para housekeeper berkumpul di area depan dan Bu Nisa sudah menunggu mereka.


"kalian ini bisa nggak sih kalau misalkan datang itu dan kumpul di sini 5 menit sebelum jam kerja kalian. kalau kalian kayak gini terus yang ada nanti jam kerja kalian akan berkurang selama sepuluh menit." ibu Nisa kembali marah-marah.


"maafkan kami Bu. saya tadi terlambat karena tukang ojeknya mogok motornya jadi harus berjalan sampai ke hotel." jelas Alesya.


"kamu ini selalu saja alasan. kamu yang paling sering sekali terlambat sampai di hotel. kedisiplinan kamu harus diberikan nilai E agar kamu bisa lebih menghargai waktu. Omelnya.


Alesya hanya bisa menarik napas untuk meredakan emosinya. Indonesia sebagai kepala housekeeping memang seringkali marah-marah karena hal-hal sepele.


"dengarkan besok kita akan ada tamu penting di hotel jadi saya harap kalian sampai di hotel 10 menit sebelum jam masuk kerja jadi kita bisa briefing dan membagi tugas kepada kalian." Bu Nissa bicara sambil menatap para housekeeper.


"dengar hari ini kalian harus merapikan 5 kamar tamu masing-masing untuk 2 orang. sebelum jam makan siang semua itu harus sudah rapi. Saya tidak mau terima komplain ataupun sampai ada hal-hal yang tidak terselesaikan. kalian harus rapi dan sangat teliti dalam merapikan serta membersihkan kamar tamu. kamar tamu adalah icon penting untuk kita." jelas Nissa.


"baik Bu, kami akan bekerja dengan sangat baik." sahut mereka semua.


"Oke kalau kayak gitu kalian boleh bubar dan langsung bekerja di pos masing-masing." bisa membubarkan housekeeper dan dia kembali ke ruangannya.


"dia itu galak banget ya setiap hari kayaknya nggak ada hari tanpa ngomel-ngomel." Azizah mulai jenuh dengan sosok Nisa yang sering ngomel-ngomel kepada mereka semua.


"tau nggak sih kemarin gue itu hampir di jewer sama dia Untung aja ada Bu Tuti yang nolongin. tau nggak kuping gue pasti udah copot." Karina benar-benar sewot dengan sikap Nisa yang sering semena-mena.


Alesya hanya mendengarkan percakapan kedua temannya itu. dia memang merasa kalau sikap Nisa tidaklah baik sebagai seorang kepala housekeeping.


Alvi hari ini bertugas untuk membantu salah satu housekeeper yang sudah lama bekerja dan menjadi karyawan tetap.


Alvi masuk bersama dengan Yuda. Yuda memberikan pengarahan kepada Alvi dalam merapihkan kamar tamu dan apa saja yang harus diperhatikan.


"coba dong ceritain apa sih suka dukanya bekerja dibagian housekeeping?" tanya Alvi.


"apa ya suka dukanya. iya sih suka dukanya sebenarnya."


Yudha mulai bercerita tentang bagaimana dia awalnya menjadi seorang housekeeper.


"dicurangi maksudnya gimana mas Yuda?"


"ya dicurangi. Saya akan mengatakan barang kepada tamu dan saya dicegat oleh senior dan akhirnya dia membawa masuk barang tersebut ke kamar tamu dan dia yang akhirnya mendapatkan tips dari tamu tersebut." cerita Yuda


"emangnya dapat tipsnya berapa Mas?"


"zaman dulu itu waktu tahun 2017 saya dapat tips memang tidak besar hanya paling sekitar 100.000. biasa aja jumlah segitu cukup untuk saya makan 2 sampai 3 hari tanpa harus mengambil uang yang saya dapatkan dari gaji." ceritanya lagi.


"kalau sekarang masih nggak kayak gitu mas?"


"sekarang sih udah jarang ya yang kayak gitu ya. dan kita juga semua di sini berbagi rata dan sekarang juga kan gaji itu sudah cukup besar jadi mungkin mereka juga para senior tidak melakukan hal itu gengsi juga kali." Yuda dan Alvi mengobrol sambil bekerja.


"suka dukanya itu doang Mas?"


"enggak dong. kita itu bekerja di housekeeping banyak sekali yang bisa menjadi pembelajaran. bisa mengasah kemampuan bahasa Inggris dengan tamu yang datang dari luar negeri. Dengan begitu kita juga bisa bertemu dengan relasi dari kalangan menengah atas karena kebetulan ini adalah hotel bintang 5 jadi tamunya mayoritas adalah kalangan atas." jelas Yuda.


"terkadang para hoskiper juga seringkali dituntut untuk selalu optimal. kalau kita tidak bekerja dengan baik dan tidak optimal atau maksimal seringkali kita menjadi cekcok dengan para senior. semoga saja kalian tidak sering dimarah-marahi ya selama magang di sini."


"boro-boro nggak dimarahin. hampir tiap hari ini saya dimarahin Mas. sama ibu-ibu yang kayak nenek lampir."


"maksud kamu Bu Nisa?" tanya Yudha kepada Alvi.


"ya, siapa lagi Mas. Eh, bilang-bilang ke orangnya loh saya bilang kayak gitu. bisa nanti saya dapat nilai E dari dia."


Yuda lalu tertawa mendengar perkataan dari Alvi.


"udah yuk kerja lagi. masih sisa 3 ruangan lagi nih yang belum dibersihin."


"nggak kerasa ya udah dua ruangan kita bersihinnya. ayolah mas kita semangat sebelum kena omel nenek Lampir." cerocos Alvi.


sedangkan di tempat lain Alesya juga membersihkan ruangan bersama dengan senior yang sudah bekerja cukup lama di hotel.


"Alesya coba kamu tarik sprei bagian sana dan selipkan di antara dipan." perintah seniornya.


Alesya melakukan perintah dan dia berhasil membuat terapi tempat tidur yang sudah dibalut oleh sprei.


"wah pasang sprei itu sangat tidak mudah. saya benar-benar baru tahu bagaimana rasanya memasang sprei di tempat tidur." kata Alesya sambil mengelap keringat di dahinya.


"memangnya kalau di rumah siapa yang pasang sprei?" tanya housekeeper tersebut.


"katanya sih mami kalau nggak yang beres-beres di rumah."


"asisten rumah tangga maksudnya?" tanyanya kepada Alesya.


"iya benar." jawab Alesya.


"anak sekarang memang kalau lahir di keluarga yang mampu pasti segala-galanya tergantung kepada asisten rumah tangga. mereka tidak akan pernah tahu bagaimana susahnya dan lelahnya membersihkan rumah." kaya Lena.


"Mba Lena aku boleh tanya nggak?" tanya Alesya


"kamu mau tanya apa?"


"Aku ada tugas untuk menanyakan bagaimana suka dan dukanya bekerja. karena mba seorang housekeeper dan bekerja di bagian housekeeping. aku mau tanya bagaimana suka dukanya menjadi seorang housekeeper."


"bukan itu banyak banget. terlebih lagi lebih banyaknya adalah duka, tapi bagaimana lagi. kita itu adalah seorang pekerja dan memiliki atasan pastinya. banyak yang dituntut oleh atasan kepada kita sebagai bawahannya. tidak jarang tuntutan itu membuat kita lelah atau kadang membuat kita sakit hati dengan kata-katanya ketika memerintah."


"semangat mba Lena. aku yakin suatu hari nanti kamu juga bisa menjadi seorang senior. seorang senior yang baik dan tidak semena-mena kepada juniornya."


"terima kasih Alesya. Aku juga berharap seperti itu. karena jujur aku bekerja di sini sudah 10 tahun. namun, entah mengapa seringkali yang naik jabatan itu adalah orang-orang yang dekat ataupun sering menjilat para atasan."


dari cerita ini Alesya. menjadi tahu kalau banyak karyawan dari hotelnya yang terkadang melakukan kecurangan. Alesya menjadi belajar dari sekarang bagaimana cara mengatasi permasalahan di hotel.