
tiga hari sudah Jonathan menemani istrinya berada di rumah sakit. dia, diniar dan juga Devano sang bayi Akhirnya bisa menginjakkan kaki mereka kembali di rumah besar.
" Wah Bayinya lucu sekali, Bibi ikut senang ya Bu atas kelahiran putranya. bibi harap bayi ini akan membawakan keberkahan dan kebahagiaan untuk kita semua." Bi Imah mengutarakan rasa syukurnya kepada diniar yang telah memiliki Putra lagi.
" Terima kasih Bi Imah sudah ikut senang atas kelahiran Putra kami berdua." Jonathan berterima kasih kepada asisten rumah tangganya.
" matanya dan bibirnya sepertinya mirip sama maminya sedangkan seluruh wajahnya persis sama Papanya. sepertinya Dede bayi ini wajahnya campuran Mami dan Papanya." Mbak Surti ikut mengomentari paras dari Devano Putra Jonathan dan diniar.
" ya sudah kita naik dulu ke atas, masuk ke dalam kamar dan kamu harus istirahat." Jonathan mengajak istrinya untuk pergi ke kamar dan beristirahat di sana.
Jonathan dan dinniar masuk ke dalam mereka bersama dengan Devano Sang putra yang membuat Jonatan semakin percaya diri menjadi seorang ayah dan menjadi seorang pria.
" tiga hari lagi kita akan mengadakan acara Aqiqah untuk Devano, aku sudah membeli dua ekor kambing sebagai syarat dari aqiqah. akan tetapi aku juga memotong satu ekor sapi untuk dibagi-bagikan kepada fakir miskin sebagai rasa syukur atas kelahiran Putra kita." Jonathan menatap lekat wajah bayinya.
dinniar begitu senang karena Jonathan mau berbagi rasa bahagia kepada beberapa fakir miskin dengan membagikan daging sapi.
" Kita juga harus mengundang teman-teman untuk makan di rumah aku rasa hari Sabtu kita akan disibukkan oleh beberapa tamu yang akan datang ke rumah." Jonathan terus menyentil kecil pipi Devano.
" Terima kasih kamu sudah menyiapkan Segalanya Untuk Devano. Aku yakin dia pasti bangga sekali menjadi anak dari Papa Jonathan. Papa yang begitu baik begitu penyayang dan penuh perhatian." dinniar menunjukkan kembali senyumannya yang merekah lebar.
Jonathan sudah menyiapkan pesta penyambutan untuk putranya. dia sudah menyebarkan undangan melalui media sosial ataupun melalui undangan langsung. Jonathan juga akan berbagi kebahagiaan kepada mereka orang-orang yang tidak mampu. Jonathan ingin Semua orang merasakan kebahagiaan yang ia rasakan saat ini. kebahagiaan yang membuatnya terasa semakin utuh menjadi seorang pria dewasa.
Tok tok tok
suara pintu terdengar terkemuka dan Jonathan langsung membuka pintu. dia lihat alesya dan juga tasya sudah berada di depan kamar.
"sayang. ayo masuk." Jonathan, eminta kedua anaknya masuk.
"Papa apa dede tidur?" tanya tasya.
"tidak, dede sedang minum susu." jawab Jonathan.
Mereka berdua masuk kamar dan berkumpul bersama. mereka kemudian mengambil sebuah potret menggunakan telepon genggam milik Jonathan. senyuman mereka terbingkai dengan sangat sempurna. Dinniar menggendong devano sedangkan alesya berada di samping kanan dinniar dan tasya berada di antara dinniar dan Jonathan.
"satu kali lagi." teriak Jonathan sambil bersiap untuk berpose.
"pah, kirim ke ponsel aku. aku mau jadikan foto profil." alesya begitu bersemangat.
meski mereka berfoto di dalam kamar, tidak mengurangi kebahagiaan dan keceriaan. Dimanapun mereka asal bersama, bagi mereka hari sudah sangat sempurna dan menyenangkan.