Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
273 - tamparan keras



Darius ikut menonton acara lomba menari Tasya. Dia sangat bangga kepada putrinya yang pintar dan berbakat.


"Papa bangga sekali denganmu sayang." Darius menjadi berkaca-kaca.


Penyesalan itu selalu menghantuinya apalagi ketika melihat putrinya tumbuh dengan sangat baik karena di besarkan oleh pria lain.


Dinniar melihat Darius dari kejauhan dan dia lalu menghampiri lalu mengajak Darius bicara.


"Apa benar kamu sudah dua malam ini tidak pulang?" tanya Dinniar


"Siapa yang memberi tahukan kamu? Apa salsa palsu itu?" Darius bicara seolah tak berperasaan.


"Apa kamu sudah mencoba mendengarkan apa alasan dia melakukan semua ini? Dan apa kamu sudah bisa memposisikan diri disaat menjadi dirinya?" tanya Dinniar dengan nada yang biasa saja tanpa emosi yang melekat.


"apalagi yang perlu aku dengar darinya? Perbuatannya sangatlah tidak baik. dia menyamar menjadi salsa dan bekerja sama dengan Cornelia yang sangat jahat." terang Darius dengan emosi yang mulai mencuat.


"Sekarang aku mau tanya kepadamu mas. Saat kamu pertama bertemu dengannya. apa tanggapan kamu?" tanya Dinniar.


"Aku menyambut nya. Karena dia mengaku sebagai salsa kekasihku." Darius mulai bicara dengan menarik uratnya.


"sekarang kalau dia datang padamu bukan sebagai salsa. apa kamu mau dekat dan juga jatuh cinta kepadanya?" tanya Dinniar sambil melipat kedua tangannya di dada.


"kamu tidak bisa menjawabnya? baiklah kesimpulan aku, mengenai kamu benar. Di sini yang salah adalah kamu, mas. Bukan kesalahan salsa yang menjadi istrimu saat ini. Memang Cornelia lah yang menjadi otaknya, tapi kamu yang sudah termakan bujuk rayunya." jelas Dinniar.


"apa maksudmu?" tanya Darius.


"maksudnya aku cukup jelas. Kamu adalah orang yang mudah sekali diatur dan dipengaruhi. Kamu sangat tidak bisa membaca gerak gerik dan rencana orang yang ada di dekatmu. Sehingga kamu mudah terbujuk. Aku sudah yakin, kalau kamu adalah sasaran empuk bagi Cornelia. Kamu yang membuat kita semua menjadi korban kejahatannya. Salsa tidak pernah akan masuk perangkap Cornelia kalau dia tidak membutuhkan dana untuk kesembuhan mamanya dan juga untuk menjadi model." ujar Dinniar.


"Kenapa kamu terus menyudutkan aku?" tanya Darius.


"Karena kamu sudah seperti sapi yang di cucuk hidungnya." perkataan Dinniar begitu menohok.


Darius sangat terkejut dengan perkataan Dinniar barusan. dia tidak menyangka kalau Dinniar akan menyalahkan dirinya dalam masalah kali ini.


"kenapa kamu malah menyalahkan aku? Apa kamu pikir aku tidak bisa melakukan hal yang benar?" tanya Darius dengan wajah yang tak terima di perlakukan seperti ini.


"Mas, kamu coba selami hatimu sendiri dan tanya dirimu sendiri. kenapa bisa kamu masuk dalam perangkap mereka? Kenapa bisa kamu dalam situasi seperti ini? Dibohongi, dipermainkan dan menjadi sasaran empuk untuk mereka kembali merusak hidupmu dan juga orang di sekitarmu." Dinniar sangat kesal kepada Darius kali ini


"satu hal lagi yang perlu kamu tahu mas. Kali ini mungkin kamu bisa kehilangan orang yang tulus mencintaimu untuk kedua kalinya karena kebodohanmu ini. biar aku memberiku saran sedikit." Dinniar menghela napas panjang sebelum melanjutkan perkataannya.


"wanita yang kini menjadi istrimu. Adalah wanita baik-baik. Dia wanita yang punya hati dan tidak sampai hati untuk mencelakai orang lain. Dia bahkan menggantikan ku untuk masuk ke dalam klinik bodong itu. Jadi aku harap kamu tidak lagi bertindak bodoh dan gegabah dengan pergi meninggalkannya. Seperti kamu meninggalkanku hanya demi wanita psikopat seperti Cornelia!" tegas Dinniar yang lalu pergi meninggalkan Darius.