Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 154 - Antara hak dan kewajiban



Alesya yang sedang dihantui rasa bimbang dan tak bisa berfikir dengan bijak termakan dengan semua ucapan wanita itu. terlihat dari raut wajahnya yang di penuhi oleh kekesalan dalam dirinya.


"Lepaskan anak itu. bawa dia ke taman dekat komplek. Cari tempat yang aman saat kalian membebaskannya." Perintah wanita tersebut yang melihat dengan jelas wajah Alesya dari balik jendela.


Mereka yang bertugas menjaga dan yang tadi sore membawa Alesya ke pabrik kosong itu langsung masuk ke dalam ruangan dan dia langsung membawa Alesya pergi menjauh dari pabrik kosong.


wanita itu bersembunyi di balik tembok hingga tak terlihat oleh Alesya. Dia melihat Alesya sudah pergi di bawa oleh mobil anak-anak buahnya.


"Kita lihat setelah ini. apa kehidupan kalian akan sama? aku yakin kamu akan menderita. membesarkan anak yang bukan lahir dari rahim sendiri bukanlah hal yang mudah. meski kau diagungkan di dalam hatinya, tapi tidak sulit untuk merusak kepercayaannya kepadamu. hanya butuh waktu beberapa jam saja aku bisa meruntuhkan rasa sayang di dalam hati anak itu. di tambah sepertinya tuhan sedang memihakku." Dengan bangga dia berbicara dengan dirinya sendiri.


...****************...


Jonathan sempat sedikit ribut dengan anak buahnya terutama dengan Rendy yang mengkhawatirkan kondisi fisiknya dan kesehatannya.


Jonathan meminta seluruh anak buahnya mencari kembali keberadaan Alesya. sementara dirinya terus menyusuri beberapa tempat yang dekat dengan komplek dimana mobil dan supir di temukan.


Jonathan menginjakkan kakinya di sebuah taman dan dia melihat sosok anak remaja mengenakan seragam dengan rambut di kuncir kuda. Dia menghampiri anak yang sedang duduk di bangku taman.


"Alesya." panggil Jonathan.


Dia menghampiri anak remaja itu sampai dia pastikan bahwa yang dia lihat adalah Alesya. Dia sentuh wajah permata hatinya. Dia yakini itu adalah Alesya.


"Papa." Ucapnya.


Jonathan dengan cepat memeluk Alesya dengan erat. dia membenamkan wajah Alesya di dalam dadanya yang bidang.


Alesya menumpahkan seluruh air matanya di pelukan Jonathan. dia benar-benar tidak bisa menyembunyikan ketakutannya dan kesedihannya.


"Sayang. kamu baik-baik saja? apa ada yang terluka?" Jonathan dengan panik memeriksa beberapa bagian tubuh Alesya.


"Alesya baik-baik saja." jawabnya.


Jonathan kembali membawa putrinya ke dalam pelukannya. dia bersyukur karena Alesya kembali kepadanya dengan utuh dan baik-baik saja.


"Jangan pernah pergi lagi. papa tidak bisa hidup tanpamu. kamu adalah permata hati papa." Jonathan menyapu wajah Alesya penuh kasih sayang.


Alesya menggeleng. "Alesya tidak akan pernah menghilang lagi." janjinya.


Alesya hanya memiliki Jonathan dan juga neneknya. Dia hanya akan bersandar kepada Jonathan. dia sejak dulu tidak pernah ingin pergi ke tempat keluarga papa kandungnya. Alesya selalu memilih tinggal dengan keluarga ibunya. ditambah keluarga Jonathan memang tidak pernah mengizinkan siapapun membawa Alesya. karena Alesya dalam pengawasannya akan lebih aman.


...****************...


Di suatu tempat. sebuah rumah yang tidak begitu besar sedang meributkan sesuatu.


"Kita harus membawanya ke rumah ini. jika dia tinggal dengan kita mungkin dia akan selalu aman. bisa jadi ini juga adalah akal-akalan dari istrinya si Jonathan. selama ini tidak pernah ada masalah apalagi sampai Alesya menghilang. namun, saat wanita itu menjadi istri si Jonathan kejadian ini muncul."


Mereka semua tengah menyalahkan keberadaan Dinniar di keluarga itu. Bagi mereka kehadiran Dinniar menjadi salah satu terpecahnya konsentrasi Jonathan. Bagi mereka Dinniar juga bukan seorang wanita yang baik. karena wanita yang baik bisa mempertahankan rumah tangga dan bisa memuliakan seorang suami sehingga suami tidak akan pernah berpikir untuk mendua. itulah yang mereka pikirkan saat ini.


"Kita harus mengambil kembali hak asuh dari Alesya. kita tidak bisa menyerah kali ini. sudah waktunya kita mengambil apa yang seharusnya kita jaga. mereka sudah membuatku kehilangan seorang adik. jadi aku tidak akan pernah mau kehilangan keponakan ku untuk yang kedua kalinya." Decaknya.


Kakak Mario yang saat ini menjadi rekan bisnis keluarga Jonathan dan dia adalah anak pertama dalam keluarga yang menjadi ahli waris satu-satunya setelah kejadian kecelakaan menimpa adiknya.


"aku sangat yakin. dia adalah tambang emas bagi kita. Jonathan tidak mungkin bisa macam-macam kalau Alesya ada di tangan kita."


Denis sudah memiliki rencana di dalam otaknya. Dia akan menggunakan Alesya sebagai tamengnya jika suatu hari Jonathan memutuskan kerjasama diantara mereka.


Denis banyak kehilangan. dia yang tidak mahir mengelola perusahaan akhirnya harus lebih banyak menguras uang karena hobinya yang bermain judi. Dia terkenal sangat pandai berjudi dan tidak diragukan lagi dia akan menjadi pemenang saat bermain judi.


Denis menghubungi Jonathan. "Halo, aku ingin tahu bagaimana perkembangan pencarian Alesya?" tanyanya.


Denis mendengarkan penuturan Jonathan.


"jadi keponakanku sudah ketemu? bagus kalau begitu. kita akan bicarakan hal ini besok di kantor mu. Aku ingin membahas tentang Alesya." Ujarnya dengan sangat berani.


Jonathan yang berada di tempat berjauhan dari Denis. dia merasa heran dengan perkataan Denis.


"Apa maksudmu? kenapa kamu ingin bicara denganku mengenai Alesya?" tanya Jonathan.


" Jonathan. kamu sudah lalai dua kali dalam menjaga Alesya." tekan Denis kepada Jonathan.


kelalaian Jonathan dalam menjaga Alesya membuat dia memiliki raca untuk merebut alesya.


"Aku tidak mau kamu kembali bersikap seolah akan merebutnya." tegas Jonathan.


"benar sekali. aku memang akan mengambilnya darimu. aku akan membuat bahagia tinggal di dalam keluarga ini. sebaiknya kamu serahkan Tasya kepada kami yang lebih berhak memilikinya. karena kamu dari pihak ayah ya." Dengan cepat Denis bangun dari duduknya, mematikan panggilan telepon dan mengancing jas yang di pakainya.


"jangan harap aku akan memberikannya kepadamu. dia sudah menjadi putriku dan tertulis di surat adopsi yang sah dari pengadilan." Tegas Jonathan.


"tapi sayangnya kami sebagai keluarga dari pihak ayah lebih berhak atas dirinya ketika ibunya dan ayahnya tiada." Denis ikut menegaskan posisinya.


"Kamu pikir akan semudah itu merebutnya. dengar, kamu tidak pantas bicara soal hak. jika kewajibanmu sebagai keluarga tidak pernah kau jalankan." Jonathan menutup teleponnya.


Ditempat lain Jonathan sedang kesal setelah menerima telepon. dari kakaknya Mario. Jonathan sangat tahu maksud busuk dari Denis. dulu dia membuat Mario di depak dari keluarga itu karena keserakahannya. sekarang dia membicarakan haknya sebagai seorang kerabat Alesya dari pihak ayah.


Jonathan meremas ponselnya dan dia menoleh ke arah jendela. Jonathan mengantar Alesya bersama dengan Rendy untuk pulang ke rumah.


Jonathan tidak mau meninggalkan Alesya sendirian lagi. meski ada Rendy yang mengantarnya, tatap Jonathan ingin mengantar Alesya sampai di rumah. baru setelah itu dia akan menengok istrinya yang sedang berada di rumah sakit.


"Rendy. kamu perketat kembali penjagaan di rumah. saya tidak mau Alesya mengalami hal seperti ini lagi dan kirimkan surat ke sekolahnya besok pagi. bilang kalau Alesya sedang berlibur ke luar negeri." Perintah Jonathan.


Rendi melirik bosnya dari spion tengah. dia lalu menganggukkan kepalanya memberi isyarat.


Jonathan dan Alesya sampai di rumah mereka. Jonathan memapah Alesya yang baru di temukan.


Alesya dan Jonathan masuk ke dalam rumah dan mereka semua langsung menyambut kedatangan Alesya.


"selamat datang nona Alesya. kami senang sekali nona sudah ditemukan. kata Surti baby sitter Dinniar.


Melihat orang-orang yang menyambutnya. Alesya hanya diam. dia tidak merespon sedikitpun. ada rada ragu di hatinya terhadap sikap mereka semuanya.