Not Perfect Wedding

Not Perfect Wedding
Part 203 - anak yang manja



Jonathan masuk kedalam kamar Tasya dan Alesya. dia melihat keduanya masih sibuk dengan ponsel masing-masing. Tasya yang masih duduk di sekolah dasar sudah diberikan ponsel oleh Dinniar dan jonathan hanya untuk sekedar menghubungi. akhir-akhir ini karena liburan sekolah. Tasya diberikan kebebasan untuk bermain dengan ponselnya hanya setiap malam saja dan hanya tiga jam paling lama untuk bermain ponsel.


"hai anak papa yang cantik-cantik. kalian sedang apa sih? sibuk banget kayaknya, sampe enggak dengar papa masuk ke dalam kamar." ujar Jonathan sambil menutup pintu kamar Tasya.


"maaf Pah. kami sedang mencari lokasi liburan yang sangat strategis agar kita bisa liburan segera." Alesya menjawab.


"sambil menentukan kemana kita akan liburan kali ini. gimana kalau besok papa ajak kalian untuk pergi ke pemancingan. kita mancing ikan bersama seperti beberapa waktu lalu." ajak jonathan.


"boleh-boleh Pah. aku mau ikut memancing." teriak Tasya kegirangan.


Alesya juga setuju untuk besok mereka pergi memancing. Alesya dulu sering pergi memancing dengan papanya saat kedua orang tuanya kembali ke Indonesia. sampai saat ini kesukaannya memancing masih terus ada.


"Kalau begitu sekarang Tasya dan kak Alesya bobo dulu. besok kita akan pergi memancing bersama." Jonathan mengajak kedua anaknya untuk tidur.


"papa, bacakan aku cerita tentang panda dulu." Tasya mulai manja kepada papanya.


"okeh siap tuan putri. papa akan membacakan buku cerita untukmu. silahkan tuan putri tiduran di atas kasur. papa akan ambilkan dulu buku ceritanya." Jonathan melangkah ke arah rak buku Tasya yang ada di dalam kamar.


Setelah mengambil buku cerita yang diinginkan oleh Tasya. Jonathan merebahkan dirinya di sebelah putri cantiknya.


Jonathan mulai bercerita.


halo namaku panda aku berasal dari Cina tubuhku bulat dan kuat seperti beruang buluku berwarna hitam dan putih hai aku kelihatan cantik dan lucu Bukan katanya sambil berekspresi menggunakan bunga di dekat telinganya.


aku punya cakap-cakar yang kuat yang terselip diantara bulu jariku coba hitung berapa jumlahnya?


Tasya lalu menghitung berapa jumlah jari yang dimiliki oleh beruang yang sedang memperlihatkan cakarnya.


"ada lima papa."jawab Tasya


"ya benar sekali Tasya. anak Papa memang pintar sekali."


Jonathan lalu membalik lembar berikutnya dan kembali membacakan cerita selanjutnya.


oh ya teman-teman Aku tidak sendirian aku mempunyai keluarga lihat itu mama dan adik-adikku sang panda menunjukkan keberadaan kedua orang tuanya dan juga saudara-saudaranya di balik lembar berikutnya.


panda itu menaiki sebuah pohon. aku udah saudara-saudaraku senang bermain kami suka memanjat pohon. hei jangan tinggalkan aku kata saudara panda.


"jadi gunanya cakar itu untuk bisa memanjat ya papa?" tanya tasya kepada Jonathan.


"benar sayang mereka itu suka sekali dengan memanjat pohon."


hati-hati sayang kalian tidak bisa memanjat terlalu tinggi-tinggi nanti tidak bisa turun teriak Mama sang panda. setelah asyik bermain Kami merasa lapar pucuk-pucuk bambu adalah santapan lezat bagi kami.


"nah kalau Tasya sukanya makan apa nih?"tanya Jonatan kepada sang putri.


"papa, lanjutkan ya membaca ceritanya."


lihat aku naik ke atas pohon di sana ada telur burung. wah enak sekali telur ini. kata panda sambil melihat dan memegang telur yang sangat kecil itu.


panda juga menunjukkan aktivitas lainnya bersama saudara-saudara tercintanya. di dalam alam bebas Kami selalu merasa terancam. banyak manusia yang ingin memburu kami oleh karena itu kami harus bersembunyi.


"wah Kenapa mereka diburu oleh kita para manusia papa?" tanya Tasya.


"iya karena manusia ingin menjadikan beruang untuk dipertontonkan seperti halnya dipertunjukkan sirkus."


Tasya hanya mengangguk.


"Papa lanjut ya. Kamu juga ayo segera tidur."


panda sangat ketakutan ketika segerombolan pemburu mengejar-ngejarnya. banyak di antara para panda itu tertangkap. untungnya sekarang mereka tidak lagi terancam punah. sebab masih banyak orang-orang yang peduli dan mau melindungi. Pemerintah menganjurkan untuk melindungi dan memelihara panda di kebun binatang di seluruh dunia dengan baik. lindungi dan sayangilah kami agar kami tetap ada dan tidak punah.


Jonathan selesai bercerita dan dia lihat Sang Putri yang sudah tertidur lelap.


"akhirnya dia tertidur juga. wajah lucu ini selalu membuat aku merasa tenang dan dia dalam malaikat kecilku yang aku sangat sayangi." Jonatan mengejut kening putrinya dengan sangat penuh kasih sayang.


Jonathan menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuh Tasya agar tidak kedinginan. lalu dia berjalan melangkah untuk melihat putri cantiknya yang lain.


"dia juga sudah tertidur." kata jonathan saat melihat Alesya yang sudah terlelap.


Jonathan kembali menutup pintu kamar Alesya dan juga Tasya. Dia berjalan menuruni anak tangga untuk melihat dan memeriksa sekitar rumahnya. meskipun sudah banyak penjaga di rumah mereka, tapi tetap Jonathan lebih nyaman ketika dia memeriksa seluruh keadaan rumah sebelum ia terlelap.


keamanan dan kenyamanan keluarganya adalah hal yang terpenting untuknya. dia yang masih belum menemukan jejak Cornelia masih harus terus berjaga-jaga agar tidak ada hal buruk yang menimpa keluarganya.


"semua sudah tertutup sekarang aku akan tidur."Jonatan kembali menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya.


dilihatnya istri dan putra kecilnya sudah tertidur lelap. yang juga terasa lelah apalagi besok dia mengajak kedua putrinya untuk pergi memancing. memutuskan untuk merebahkan dirinya di atas ranjang dan ikut terlelap bersama dengan keluarga tercintanya.


Jonathan tertidur bersama dengan istrinya di dalam kamar sedangkan kedua putri cantik yang tertidur di kamar masing-masing.


Dinniar kini membawa serta Devano untuk tidur dengannya dia sangat takut sekali kalau ada hal yang menimpa putranya yang masih kecil. dia masih sangat takut dan merasa gelisah selama Cornelia belum ditemukan.


kejahatan Cornelia sudah sangat mempengaruhi mental Dinniar. namun, saat ini Dinniar tidak mau kalah dari wanita licik itu. dia akan mulai melawan dengan segenap kekuatan yang dia punya. dia juga tidak akan gentar ketika harus berhadapan dengan Cornelia. dia akan menjadi seorang ibu yang bisa melindungi anak-anaknya yang begitu dia sayangi. Dinniar bahkan sudah menyusun rencana keamanan ketika mereka akan berlibur nanti. Dinniar sudah mengatur bagaimana penjagaan yang baik untuk keluarganya.


Dinniar kini ikut andil dalam menjaga keselamatan buah hatinya. karena pengalaman buruk yang dia miliki di masa lalu membuat dirinya belajar dan membuat dirinya mengerti seperti apa cara agar kita lagi jatuh ke dalam perangkap wanita licik dan super jahat seperti Cornelia.


Dinniar sudah siap menjadi pahlawan untuk keluarganya. dia akan membuat Cornelia gemetar kali ini. seorang ibu akan selalu melakukan apapun demi keselamatan keluarga terutama untuk anaknya.